Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Like Alpha Women


__ADS_3

"Jadi gimana Dilon, malam ini lo bakal ikut gak? Gue mau daftarin sekalian nih," tanya Refal temannya.


Dilon terlihat berpikir dengan keras, merasa ragu untuk menjawabnya. Sekarang sedang jam istirahat, semua teman-temannya berada di rooftop sekolah sambil makan-makan.


"Kalian di sini siapa yang gak ikut?" Dilon malah bertanya.


"Kita semua ikut, tunggu jangan bilang lo gak bakal ikut?" tanya salah seorang temannya yang dengan mudah bisa menebak.


Dilon mengusap tengkuknya, "Kayanya gue belum bisa ikut dulu, lain kali aja," jawabnya.


Teman-temannya pun merasa bingung mendengar itu, tumben sekali seorang Dilon yang suka motoran menolak balapan. Pria itu biasanya selalu ikut, bahkan paling rajin di antara mereka semua.


"Kenapa? Dimarahin Olivia ya?" tanya Refal.


"Hm, sialan kemarin yang teriak sih pas gue lagi video call, jadinya ketahuan," gerutu Dilon lalu menendang kaki salah satu temannya, tapi temannya itu hanya tertawa sambil meminta maaf.


"Wah-wah Olivia bener-bener hebat ya bisa ngubah lo, lo juga bisa tunduk di hadapan dia," celetuk Gilang.


"Enak aja, bukan gitu juga. Gue cuman gak mau dia ngambek terus marahan, lo tahu sendiri cewek ngambek itu kita suka serba salah," sahut Dilon membela diri. Tidak mau dianggap tunduk juga sebagai lelaki.


Tetapi teman-temannya hanya tersenyum, tidak terlalu percaya dengan alasan Dilon. Mereka tahu Dilon sangat mencintai Olivia dan selalu menurut, ya Dilon kalau sudah jatuh cinta memang suka seperti itu.


"Gimana kalau lo pura-pura aja? Bilang aja ke pacar lo kalau lo gak ikut balapan, tapi nanti malam tetep ke sana ikut?" usul Refal menghasut nya.


Dilon terlihat terdiam seperti sedang berpikir keras, menurutnya ide itu tidak buruk juga. Lagian kan balapannya juga selalu tengah malam, dan Olivia pun pasti sudah tidur. Dilon pun alasan saja sudah tidur juga.


"Boleh juga," gumam Dilon setuju.


Brak!


Semua lelaki di sana terkejut mendengar pintu rooftop yang tiba-tiba terbuka dengan keras. Munculan Olivia dengan tatapan tajam nya, wajahnya yang menahan marah itu membuat teman-teman Dilon jadi canggung sendiri.

__ADS_1


"Kalian mau hasut Dilon ya? Gak bisa, dia tetep gak akan ikut balapan. Jangan coba-coba rayu dia juga buat bohong sama aku ya!" teriak Olivia marah.


Refal lalu berdehem pelan, "Ekhem Olivia, balapan itu hobi kesukaan Dilon tahu. Dia selalu seneng, harusnya kan kamu jadi pacar dukung dia juga," katanya.


Dan teman-teman Dilon pun langsung mengangguk setuju, mulai mengeluarkan isi hati mereka juga membela Dilon. Ya walau mereka masih terlihat agak takut pada Olivia, jadi bicaranya dengan pelan-pelan.


"Masih banyak hobi yang gak menantang nyawa kaya balapan liar, balapan gitu juga gak ada manfaatnya!" celetuk Olivia menusuk.


"Ada kok, kalau menang kita bisa dapet uang," ucap Gilang mengangkat tangan, seolah protes.


"Huh itu mah namanya judi, tetep aja gak boleh. Lagian Dilon itu udah kaya, dia juga banyak uang. Ngapain coba ikut balap liar gitu?!" protes Olivia belum kalah.


Dilon yang dari tadi hanya diam memperhatikan malah tersenyum-senyum. Pria itu merasa kagum saja dengan keberanian Olivia, ya perempuan itu benar-benar hanya ingin dirinya tidak kenapa-napa.


"Kalau misal kalian mau balapan ya sana balapan aja, gak usah ajak-ajak Dilon. Ngerti?!" omel Olivia garang.


"Iya-iya," ucap mereka bersamaan.


"Sini!" panggil Dilon melambaikan tangan pada Olivia.


Pacarnya itu pun berjalan dengan menghentakkan kaki mendekatinya. Setelah detak, Dilon langsung menarik tangannya dan mendudukan Olivia di pangkuannya. Untung saja di sini tidak ada siapapun, jadi tidak canggung.


"Lo nguping ya dari tadi? Dasar gak sopan," kata Dilon meledek.


"Aku tuh gak sengaja aja denger, aku lagi nyariin kamu dan ternyata bener lagi di sini," ucap Olivia beralasan.


"Lo tadi berani banget sama temen-temen gue, emangnya gak takut? Mereka itu pada bisa bela diri tahu," ujar Dilon menakut-nakuti.


"Ngapain takut? Aku cuman lagi belain kamu. Lagian mereka juga gak akan berani macam-macam sama aku, kan pacar aku kamu." Olivia terlihat sombong sekali saat mengatakan itu.


Dilon pun tidak bisa menahan tawa mendengarnya, menjadi bangga sendiri. Ya bagus sih Olivia memang tidak usah takut, toh semua teman-temannya juga tunduk padanya. Lucunya, mereka juga terlihat takut pada Olivia.

__ADS_1


"Dilon, nanti malam kamu gak akan pergi kan? Jangan ya, kamu kan sudah janji sama aku," rengek Olivia membujuk.


"Gue gak akan ikut balapan kok, tapi gue masih boleh gak pergi ke sana?" pinta Dilon meminta izin.


"Ck enggak ah, nanti di sana kamu malah ke goda terus jadi ikutan balapan. Mending di rumah aja, nikmatin waktu sendiri," tolak Olivia tidak setuju.


"Ya elah di rumah bosen, lagian ini malam minggu," kata Dilon.


Olivia lalu terpikirkan sesuatu, mungkin dengan ini pun bisa membuat Dilon tidak bosan di malam minggu nya. Namanya juga lelaki, biasanya kalau besok libur selalu ingin bergadang.


"Gimana kalau kita jalan-jalan?" usul Olivia.


"Kencan gitu maksudnya?"


"Iya, gimana?"


"Boleh aja sih, emangnya lo mau pergi kemana?" Dilon sih tidak masalah, yang penting dengan Olivia.


"Nanti deh aku tanya-tanya dulu sama temen tempat bagus gitu buat main malam," jawab Olivia.


Di saat keduanya sedang sama-sama menikmati obrolan dengan posisi yang masih sama seperti tadi. Perhatian mereka teralih mendengar pintu terbuka, ada seseorang yang naik.


Olivia pun repleks berdiri dari pangkuan Dilon, lalu tersenyum canggung pada murid yang ternyata itu Septian. Walaupun Ia dan Dilon tidak melakukan hal aneh-aneh, tapi tetap saja gugup.


"Olivia, kamu juga di sini?" tanya Septian sambil membenarkan kaca matanya.


Sebelum Olivia menjawab, Dilon ikut berdiri lalu merangkul bahu pacarnya itu. Tatapannya pada Septian langsung tajam, juga merendahkan. Dilon selalu menunjukkan ke dominannya di hadapan orang lain.


"Iya kita tadi lagi pacaran, terus lo dateng malah ganggu. Ngapain lo kesini culun? Ini tempat pribadi gue!" omel Dilon ketus.


Olivia lalu menyikut pelan perut Dilon, merasa tidak senang dengan sikap pacarnya itu dan memintanya untuk diam. Olivia lalu kembali menatap Septian sambil tersenyum kikuk, seolah merasa tidak enak dan meminta maaf.

__ADS_1


"Maaf ya kalau ganggu, tapi aku kira tadi di sini gak ada siapa-siapa," ucap Septian pelan. Bohong, nyatanya Ia tadi sempat melihat Olivia naik ke atas, dan Septian pun malah mengikutinya.


__ADS_2