Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Ketahuan Kai


__ADS_3

Sepulang kuliah langsung pulang mengantar Olivia, sekalian juga Dilon akan main dulu di sana. Entah kenapa pria itu merasa berdebar agak gugup akan berkunjung ke sana dengan status yang berbeda lagi.


Kalau dulu hanya berteman dan alasan main game bersama Kai rasanya biasa saja. Tetapi kini Dilon dan Olivia sudah balikkan menjadi pasangan kekasih. Suasananya seperti akan berkunjung ke rumah mertua.


"Aduh aku lupa gak beli apa-apa tadi di jalan sebelum pulang, masa aku gak bawa apa-apa untuk orang tua kamu," kata Dilon meringis pelan baru mengingat setelah mereka akan masuk ke dalam rumah.


Olivia yang melihat itu pun segera menyahut, "Ish sudah santai aja, kamu gak usah gugup gitu lah, kaya pertama kali ke sini aja."


"Tapi--"


"Sudah yuk masuk, jam segini biasanya Papa aku belum pulang jadi kamu gak akan terlalu gugup. Rileks," kata Olivia menyemangati, tautan tangan mereka bahkan tidak lepas dari tadi.


Saat membuka pintu dan masuk ke dalam tidak lupa keduanya mengucap salam, namun seperti biasa tidak ada sahutan. Baru saja akan naik ke tangga menuju lantai atas, tidak sengaja nelihat seseorang di halaman belakang.


Merasa yakin jika itu adalah Mamanya, membuat Olivia pun mengajak Dilon ke sana untuk salam terlebih dahulu. Sepertinya Mamanya sedang menyiram bunga, Ia pun memanggilnya agak keras supaya terdengar.


Keisha yang merasa dipanggil pun menoleh, "Hei sudah pulang? Eh ada Dilon juga ya."


Setelah dekat dua remaja itu tidak lupa menyalami tangan Keisha terlebih dahulu, "Hallo Tante, gimana kabarnya baik?" tanya Dilon mulai basa-basi.


"Baik kok, kalau kamu sendiri? Kenapa sekarang jadi jarang main ke rumah? Kai selalu nanyain kamu loh," sahut Keisha dengan ramahnya.


"Ah itu--"


Olivia pun memotong pembicaraan, "Ekhem Mah aku sama Dilon ke atas dulu ya, sebenarnya kita mau sekalian ngerjain tugas."

__ADS_1


"Oh oke, nanti deh Mama buatin minuman sama bawa makanan ke kamar kamu. Semangat ya ngerjain tugasnya," kata Keisha sambil mengepalkan tangan di udara memberi dukungan.


Dilon dan Olivia mengangguk dengan senyuman tipisnya, mereka pun berbalik pergi dari sana dan kembali melanjutkan langkah menuju lantai dua. Sesekali Olivia melirik kekasihnya, Dilon dari tadi tersenyum-senyum sendiri membuatnya bingung.


Merasa penasaran, Olivia pun memutuskan menanyakan, "Kenapa?"


"Gak papa, cuman senang lihat Mama kamu masih ramah gitu ke aku," jawab Dilon jujur. Apa itu berarti dirinya pun akan mendapat restu lagi untuk bersama Olivia?


Tetapi sebenarnya dari dulu juga sikap Keisha masih baik dan ramah kepada Dilon. Hanya saja semenjak Ia putus waktu itu, Ia merasa jauh dan tidak akrab lagi. Sekarang Dilon akan terus berusaha mendapatkan hati kedua orang tua Olivia.


Belum juga sampai di kamar Olivia, pintu ruangan lain terbuka dan keluar lah Kai. Anak itu terlihat senang melihat kehadiran Dilon dan langsung berlari menghampiri. Dilon pun langsung mengusap puncak kepala anak laki-laki itu.


"Kak Dilon, akhirnya Kakak main lagi ke sini. Huft Kakak kemana saja? Sekarang sudah jarang majn game bareng aku," kata Kai dengan bibir tertekuk ke bawah sedang ngambek.


"Maaf ya Kai, kakak lagi banyak tugas akhir-akhir ini jadi jarang main. Nanti setelah selesain tugas hari ini, boleh deh kita main game sebelum Kakak pulang," jawab Dilon sambil membujuk.


Olivia pun langsung memotong dan segera mengajak Dilon ke kamarnya untuk mengerjakan tugas sebelum semakin sore. Ia juga sempat menasehati adiknya itu untuk jangan mengganggu dulu, karena main game bisa dilakukan kapan saja.


Saat masuk ke kamar Olivia, Dilon tidak bisa menahan senyumannya karena bisa masuk ke ruang pribadi ini lagi. Tanpa sungkan Ia malah menjatuhkan tubuh ke ranjang empuk itu, menatap langit kamar dengan hati berbunga. Wangi khas Olivia bahkan bisa tercium di seprai itu.


"Dilon ish kenapa malah tiduran? Ayo bangun, kita kerjain sekarang biar cepet selesai!" tegur Olivia yang baru menyimpan semua barangnya di meja.


Dilon melirik pacarnya itu, Tiba-tiba Ia pun terpikirkan sebuah ide nakal. "Bantuin bangunin dong!" pintanya sambil merentangkan kedua tangan ke atas.


Olivia yang melihat itu menggelengkan kepala namun menurut saja untuk membangunkan Dilon yang manja itu. Ia berdiri di ujung ranjang dan menggenggam kedua tangannya, berusaha menariknya dengan sekuat tenaga untuk bangun.

__ADS_1


Tetapi Olivia malah terpekik keras karena Dilon berbalik menariknya sampai membuat tubuhnya oleng dan terjatuh ke atas pria itu. Pandangan mereka bertemu, ditambah posisi yang lumayan intim ini membuat keduanya tidak bisa menahan detak jantung yang sangat cepat.


"Hehe kena juga kamu, sudah tahu punya pacar yang jahil masih aja sok polos begitu," kata Dilon meledek.


"Ck emang dasar kamunya saja yang jahil. sekarang lepasin, ayo kita ngerjain tugas!" perintah Olivia.


Tetapi bukannya melepaskan, Dilon malah menahan pinggang Olivia dengan memeluknya agar tidak turun dari atas tubuhnya. Memang agak berat, tapi posisi ini membuat pria itu suka karena bisa sekalian mesra-mesraan khas pasangan kekasih.


Dilon lalu menyampirkan helaian rambut Olivia yang menutupi wajah cantiknya itu, "Kamu kenapa cantik banget sih? Pantesan aja sampai diperebutin banyak orang, tapi tetep sih aku yang menang hehe," ucapnya percaya diri.


"Makanya kalau sudah dimilikin itu harus dijaga dengan baik, disayang-sayang dan dimanja juga," sahut Olivia tidak mau kalah.


"Iya-iya itu mah pasti kok, aku pastiin juga kejadian dulu gak terulang."


Dulu kan mereka putus karena Dilon agak nakal dan sering melanggar janji Olivia. Mereka putus pun baik-baik, ya walau di akhir ada plot wish nya. Tetapi tidak apa, yang penting sekarang sudah kembali bersama.


Baru saja keduanya akan berciuman, Tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan keras dari luar di iringi teriakan melengking dari Kai. Dengan segera Dilon dan Olivia pun menjauhkan diri dan berdiri dengan canggung.


"Arrrggghhh Kak Dilon sama Kak Olivia lagi ngapain?!" teriak Kai heboh.


"Ish Kai kamu ini ya, kebiasaan dari dulu kalau buka pintu gak suka diketuk dulu. Dasar anak nakal!" jerit Olivia merasa kesal. Masalahnya kali ini keadaannya sedang bahaya.


Olivia pun mendekati adik laki-laki nya itu dan menjewer telinganya sambil terus mengomeli agar jera. Tetapi Dilon yang merasa tidak tega segera mendekat dan menjauhkan dua orang itu.


Nafas Olivia sampai naik turun menahan kesal, "Awas ya kalau begitu lagi, Kakak bakal hukum kamu lebih keras!" ancam nya.

__ADS_1


"Huhu iya-iya deh maaf, aku ngaku salah," kata Kai memelas sambil mengusapi telinga kirinya yang sakit habis di jewer.


__ADS_2