
Pluk!
"Kak Ella, kenapa kaya gak semangat gitu sih? Cemberut aja dari tadi," tanya Fiona sambil merangkul leher nya dari belakang. Kebetulan Ia sedang duduk di pasir.
"Biasanya kalau orang lagi cemberut gini kenapa?" tanya Daniella balik.
"Hm biasanya sih lagi ngambek, kaya aku yang sering ngambek sama Papa kalau gak dibeliin sesuatu," jawab Fiona lalu tertawa kecil sendiri.
"Nah itu tahu, tapi cerita Kakak beda lagi, bukan mirip kaya kamu," kata Daniella lalu kembali menatap pantai di depannya yang terlihat tenang.
Lebih tepatnya sekarang Daniella sedang galau memikirkan Kai yang sedang kencan dengan Ayana si tunangannya itu. Sudah pasti mereka akan mesra-mesraan, membuat dadanya panas walau hanya membayangkan saja.
Setiap Ia tahan untuk tidak pergi, Kai selalu acuh dan menganggap hanya gurauan semata. Tetapi dari dalam hati Ia bertekad tidak akan menyerah dan membuat pria yang hampir menginjak usia tiga puluh tahun itu luluh.
"Kak Ella ini kok diem aja sih? Kaya lagi galau aja, padahal gak punya pacar," celetuk Fiona yang sudah pindah duduk di sebelah nya.
Perkataan bocah itu membuat Daniella jadi tersinggung, memang bibir Fiona ini tidak bisa di filter dan selalu bicara seenaknya walau sesuai fakta. Kata orang mirip sekali dengan Papanya-Dilon saat muda, sepertinya memang begitu.
"Walaupun gak punya pacar, tapi Kakak juga pasti punya lah orang yang disuka," sahut nya tidak mau kalah.
"Oh ya, emang siapa yang Kakak suka? Cerita dong, aku kan pengen tahu." Fiona terlihat penasaran sekali, menunggu jawabannya dengan tidak sabaran.
Tetapi Daniella hanya tersenyum saja, jika mengingat-ingat bagaimana dirinya bisa jatuh hati pada Kai tentu sangat lucu. Berawal dari rasa nyaman, hingga semakin dewasa sadar jika dirinya memang menyukai lelaki yang selalu main bersamanya itu.
Fiona yang melihat Tante nya malah tersenyum-senyum seperti orang gila dibuat menatap bingung. "Kak Ella, siapa yang Kakak suka itu? Kok malah senyam-senyum sih!"
__ADS_1
"Ada deh, rahasia. Kakak gak akan dulu cerita sama kalian, tapi kalau sudah dapetin Kakak janji bakal ngasih tahu," jawab Daniella percaya diri bisa meluluhkan hati pria yang satu itu.
Sebenarnya sikap Kai selama ini tidak pernah dingin atau cuek kepadanya, itulah kenapa Ia merasa ada banyak harapan bisa mendapatkan hati Kai suatu saat nanti. Lagi pula jalur kuning belum melengkung, masih banyak kesempatan.
Tidak mau ditanyai ini itu lagi oleh si kepo Fiona, Daniella pun mengajak keponakannya itu untuk bermain pasir di tepi pantai. Bergabung bersama Filio yang sudah dari tadi bermain, terlihat fokus dan asik sekali walau sendirian juga.
Melihat kedatangan dua perempuan itu, malah membuat Filio merasa tidak enak perasaan. Dan benar saja, istana pasir yang sudah di buatnya dengan tekun malah dihancurkan oleh kembarannya sendiri, Ia pun memilih beranjak dan main agak jauh. Tidak marah sedikit pun.
"Fiona kamu ini memang nakal banget, lihat tuh Kakak kamu jadi ngambek," tegur Daniella pura-pura marah.
"Hehe gak papa Kak, lagian dia itu gak pernah marah sama aku. Aku kan cuma godain Filio, habisnya dia itu terlalu serius jadi orang," kata Fiona memperhatikan kembarannya yang duduk lumayan jauh dari mereka.
Daniella pun mengangguk setuju, memang benar Filio itu adalah definisi anak yang baik. Ia cukup kagum, padahal Filio masih kecil, biasanya kan anak laki-laki selalu keras kepala. Hebat juga pikir nya Olivia bisa mendidik mereka.
"Hai kalian ayo kesini, kita makan dulu nanti main lagi! " teriak Olivia melambaikan tangan dari kejauhan.
Ketiga nya lalu beranjak dan segera menghampiri, cuaca sudah siang dan membuat perut terasa lapar. Dari tadi Olivia dan Erika hanya memperhatikan dari kejauhan di matras, sedang Daniella yang beralih menjaga dua keponakannya itu.
Itulah kenapa Ia diharuskan ikut, ya karena untuk jadi babysitter nya.
***
Beralih pada Kai dan pacarnya yang sekarang sedang di salon kecantikan. Setelah Ayana perawatan rambut, keduanya sekarang sedang dipijat bersama membuat nyaman dan tubuh yang pegal lelah pun terasa menghilang seketika.
Setelah itu keduanya akan berendam di sebuah kolam lumayan besar yang sudah disiapkan. Wangi air kolam nya yang manis, terasa nyaman sekali membuat badan semakin rileks. Ada hiasan bunga-bunga juga menemani.
__ADS_1
"Makasih ya sayang sudah nemenin aku perawatan hari ini, aku seneng banget," ucap Ayana yang duduk berselonjor di sebelah nya.
"Sama-sama, aku juga gak nyesel ikut karena ikut perawatan juga," sahut Kai yang sedang memainkan air hangat yang menutupi tubuh nya hampir setengah nya.
Ayana lalu menyenderkan kepala di bahunya. "Kamu gak akan cerita apa saja kemarin yang sudah kamu lakukan di rumah Daniella?"
Kai tidak langsung menjawab, sedang merasa gundah harus menceritakan dari mana, tapi sudah pasti tidak akan semua karena khawatir menjadi bencana. Apalagi saat Daniella yang diam-diam masuk ke kamarnya dan menggoda nya.
Ia pun memutuskan cerita dari saat tiba saja dan memberikan kado boneka pada Daniella, lalu segelah itu kedatangan Kakak nya dengan anak kembar nya dan mereka makan malam bersama dengan asik.
"Serius kamu ngasih kado boneka ke Daniella?" tanya Ayana terlihat tidak menduga itu, sampai menegakkan posisi duduk nya lagi.
"Hahaha iya bener aku memang ngasih kado boneka beruang ke dia, dan kamu tahu reaksinya? Dia marah dong, katanya kaya anak kecil aja di kasih boneka. Padahal lucu boneka nya, aku kira dia juga bakal suka," jawab Kai menceritakannya dengan semangat.
Ayana yang mendengar nya hanya tersenyum tipis. "Iyalah dia pasti marah, orang dia sekarang sudah tujuh belas tahun. Terus jadinya dia minta apalagi sama kamu?"
Baru saja membuka mulut untuk cerita lagi, tapi Kai memilih diam tidak melanjutkan karena ingat hadiah yang Daniella pinta darinya adalah sebuah ciuman. Walau Ia tidak mencium bibir nya dan hanya kening, tapi Ia tetap tidak akan cerita hal ini pada tunangannya.
Kenapa? Jangan gila, Kai tidak mau membuat keributan dan kesalahpahaman.
"Enggak kok, ujungnya dia tetap terima boneka itu," jawab Kai berusaha tersenyum menutupi perasaan gugup nya.
Ayana terlihat mengangguk-anggukan kepalanya dan kembali membasahi tubuh bagian atasnya dengan air di sana. Perempuan itu memang tidak banyak bicara, sangat kalem dan pembawaannya juga lembut.
Itulah kenapa Kai menyukainya, karena sepertinya tipe nya yang seperti Ayana.
__ADS_1