Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 25


__ADS_3

Mengetahui yang datang adalah Kai, membuat Daniella memekik pelan senang dan berlari kecil untuk menghampiri. Ia pun dengan santainya menggandeng tangan Kai, dengan tatapan memuja.


Oh pahlawannya ini datang tepat waktu!


"Daniella siapa mereka?" tanya Kai pelan sambil melirik dia orang lelaki di motor butut itu.


Daniella mengedikkan bahu tanda tidak tahu. "Mereka godain aku Om dari tadi, kayanya mereka ini mau ngerampok deh," jawab nya berbisik.


Kai mengangguk pelan mengerti lalu kembali menatap dingin pada dua orang berandalan itu. Sikap tubuhnya yang gagah dan berwibawa ini tentu membuat mereka merasa ciut, terbukti tidak lama dua lelaki di motor itu memutuskan pergi sambil berbisik penuh iri.


Daniella memeletkan lidah nya pada dua berandalan yang tadi menggoda nya itu, lalu tertawa kecil merasa senang karena Ia tidak kenapa-napa. Tetapi ekspresi wajahnya dalam sekejap berubah saat bertatapan lagi dengan Kai.


Ia pun segera melepaskan tautan tangan mereka. "Ngapain Om kesini?!" tanyanya ketus.


"Loh kan kamu yang minta Om jemput, ya sudah Om kesini, kebetulan pas mau pulang juga," jawab Kai.


"Aku kira Om gak akan peduli sama aku lagi," sahut Daniella dengan suaranya yang masih agak ketus, wajahnya bahkan Ia palingkan sombong.


Melihat sikap ngambek remaja itu, membuat Kai hanya tersenyum tipis merasa gemas. Memang Daniella ini orang yang gengsian, dan Ia tahu harus bersikap bagaimana. Sok manis agar bisa meluluhkan hati nya, pasti Daniella akan senang.


Sebelah tangan Kai yang tidak memegang payung terulur menepuk pelan puncak kepala gadis itu. "Om gak mungkin begitu, apalagi perasaan Om gak enak pas lihat pesan kamu. Untungnya Om datang tepat waktu ya."


Ya walaupun awalnya Kai sempat menduga gadis itu hanya beralasan saja agar Ia jemput, tapi saat langsung kesini ternyata benar jika Daniella sedang diganggu. Tentu Ia akan berdiri paling depan untuk menjaganya.


Setelah berbagai macam bujukan, akhirnya Daniella pun mau pulang bersamanya. Kai seperti biasa selalu bersikap manis sampai membukakan pintu mobil, setelah itu Ia pun ikut masuk ke dalam dan mulai menjalankan kendaraannya itu.

__ADS_1


"Kenapa pulang sekolah se sore ini?" tanya Kai kembali membuka obrolan.


"Tadi ada ekskul, terus aku nungguin jemputan Papa, eh ternyata ban mobil nya malah bocor, gak bawa ponsel lagi," jawab nya dengan helaan nafas berat. Hari ini agak menyebalkan, tapi tertebus karena pertolongan Kai.


Kai terlihat mengangguk-anggukan kepalanya. "Nanti kalau misal begini lagi dan keadaannya darurat bilang aja sama Om, jangan sungkan."


"Hm memang gak akan sungkan," sahut Daniella, yang membuat Kai tidak bisa menahan tawa nya.


Walaupun sikap Daniella terlihat masih agak gengsi, tapi percayalah perasaannya masih tetap sama. Biarlah kejadian beberapa hari lalu itu, tidak terlalu memikirkannya lagi karena pasti suatu saat pun akan terbongkar juga.


Daniella lalu mengeluh lapar pada Kai, sempat pria itu menawarkan makan di restoran, tapi Daniella malah terpikirkan ingin pergi ke apartemen tempat tinggal nya yang kebetulan sudah tidak terlalu jauh. Karena hujan turun semakin deras, akhirnya Kai pun setuju.


"Assalamu'alaikum," ucap Daniella saat memasuki unit apartemen itu.


"Mau pesan makanan di bawah atau gimana?" tanya Kai yang berdiri di hadapannya.


"Aku mau masakan Om aja deh, sudah lama gak nyoba masakan Om," request Daniella. Ia tahu pria itu pasti capek baru pulang bekerja, tapi Ia pun sudah kangen dengan rasa masakannya.


Untungnya Kai yang baik itu akan mengabulkan, tapi mengganti baju nya dahulu agar lebih santai. Daniella pun akan ikut ke dapur, akan membantu pekerjaan kecil-kecil supaya bisa cepat selesai.


Karena sudah tinggal sendirian agak lama, Kai memang jadi pintar memasak. Kebanyakan masakan yang dikuasai nya adalah Western. Sudah dikatakan jika pria yang satu itu sempurna sekali, dalam bidang apapun bisa.


"Bawang bombay nya di cincang begini Om?" tanya Daniella memastikan sambil menunjukan hasil kerja nya.


Kai yang selesai merendam pasta pun mendekati nya, tapi pria itu dibuat tertawa kecil melihat hasil pekerjaan Daniella. Tidak buruk, hanya saja kurang sempurna seperti keinginannya. Dengan sabar nya, Ia pun menjelaskan lagi cara nya.

__ADS_1


"Tolong potong bawang nya seperenam, nanti Om akan gunakan untuk pasta nya," perintah Kai dan langsung diangguki Daniella yang sudah mengerti.


Biasanya Kai selalu kesepian di apartemen, tidak banyak kegiatan yang Ia lakukan juga setelah pulang bekerja. Tetapi karena kali ini ada Daniella suasana terasa lebih hangat, keduanya sesekali tertawa merasa ada hal yang lucu.


Setengah jam kemudian masakan sederhana pun akhirnya selesai juga. Walaupun hanya dua piring spaghetti dan jus jeruk, tapi terlihat enak. Mereka pun pindah ke meja makan untuk bersiap makan malam.


"Kamu sudah bilang sama Mama dan Papa kan kalau lagi di apartemen Om?" tanya Kai sambil menyimpan garpu di depan nya.


"Sudah kok pas dari jalan kesini juga, dan mereka ijinin aja," jawab Daniella.


Tentu saja mereka mengijinkan karena sudah percaya kepada Kai, selain itu ya karena mereka adalah keluarga. Tidak tahu saja orang tua nya itu kalau sebenarnya Daniella memang memanfaatkan kesempatan ini untuk berduaan dengan orang yang disukai nya.


Melihat Daniella yang makan pasta nya dengan lahap sampai belepotan, membuat Kai kembali tersenyum merasa lucu. Ia lalu mendorong selembar tisu meminta nya menghapus noda saus, tapi Daniella itu yang jahil malah ingin di hapuskan oleh nya.


Kai hanya menggelengkan kepala tapi tetap melakukan itu, Ia tahu sikap perhatian manis nya ini pasti akan membuat Daniella merasa senang dan semakin jatuh hati saja. Tetapi Kai juga merasa tidak masalah melakukan perhatian seperti ini.


"Om kan sudah dua tahun ya tinggal sendirian di sini, emangnya gak kesepian gitu?" tanya Daniella di sela kunyahannya.


"Kesepian sih lumayan, kalau di rumah kan ada Mama sama Papa. Tapi Om kan sudah dewasa, punya banyak hal privasi dan memang seharusnya sudah tinggal sendiri, " jawab Kai.


Seringai terlihat terukir di bibir Daniella saat sebuah pikiran nakal melintas begitu saja di otak nya. "Aku jadi ngebayangin gimana kalau misal tinggal di sini juga, berdua sama Om hehe," ujar nya.


Ternyata pengungkapannya tadi membuat Kai tergelak sampai tersedak makanannya sendiri. Pria itu pun segera meminum jus nya. Sedangkan Daniella malah tertawa merasa terhibur. Ternyata Kai salah tingkah, pasti pria itu jadi membayangkan juga jika Ia tinggal di sini.


Kai sangat manis.

__ADS_1


__ADS_2