
Septian terlihat tersenyum tipis merasa terharu mendengar permintaan maaf dari Olivia. Bukan maksud merasa tersakiti, tapi Ia merasa selama ini juga sudah berjuang apapun demi kekasihnya itu agar membuka hati untuk nya.
Hanya saja pikiran Olivia stuck nya di Dilon, memikirkan mantan kekasihnya itu terus. Septian merasa lebih lega sekarang hatinya setelah mendengar Olivia meminta maaf, dan akan lebih ikhlas lagi melepaskannya.
Drrtt!
Obrolan mereka terhenti mendengar deringan nyaring dari ponsel Olivia. Kebetulan ponsel milik perempuan itu masih di tangan Septian, jadi Ia bisa tahu siapa yang menelepon dan ternyata itu adalah Dilon.
Sebelum menggeser tombol hijaunya, Septian sempat menatap dalam Olivia yang hanya diam saja. Ia akan memberanikan diri bicara dengan lelaki yang satu itu.
["Hallo Olivia, kenapa nelepon sampai dua kali? Maaf tadi aku lagi gak pegang HP, kenapa sayang?"]
Mendengar panggilan manis Dilon kepada Olivia, membuat Septian sedikit merasa sesak menandakan jika dirinya masih dilanda cemburu. Setelah menghembuskan nafasnya berat, Septian pun menyahut,
"Dilon kamu bisa jemput Olivia di jalan ** dia sedang bersamaku."
["Tunggu, ini siapa ya? Dimana Olivia?"] nada suara Dilon dalam hitungan detik berubah menjadi khawatir.
"Ini Septian, aku dan Olivia selesai mengobrol tapi sekarang sudah selesai kok. Kamu bisa jemput dia sekarang." Setelah mengatakan itu, Septian memilih mematikan panggilan.
Ia lalu melirik Olivia yang mengulurkan tangan meminta ponselnya dikembalikan, membuat Septian pun akhirnya memberikan lagi dengan raut tidak enaknya karena sudah lancang tadi.
Hembusan nafas kasar keluar lewat celah bibir Olivia, sekarang hatinya dilanda rasa gundang karena Septian malah bicara dengan Dilon dan memberitahu hal ini. Padahal tadinya Ia tidak akan cerita pada siapapun karena tidak mau membuat masalah baru.
__ADS_1
"Maaf Olivia, aku pikir harus bicara juga dengan Dilon sebelum kita benar-benar berpisah," kata Septian pelan.
Olivia pun mengangkat wajahnya membalas tatapan lelaki itu, "Kalau misal Dilon salah paham dan malah mukul kamu gimana? Apa kamu akan laporin dia ke polisi lagi dan kejadian kaya dulu terulang, apa kamu sudah siapin rencana ini lagi?!" tanyanya tajam.
Septian malah dibuat tersentak mendapat tuduhan seperti itu, padahal Ia sama sekali tidak ada pikiran sampai ke sana. Tetapi bisa menerima, karena dulu dirinya pernah membuat keributan seperti itu.
Mungkin Olivia khawatir Ia berulah lagi dan membuat hubungan kekasih yang sedang kasmaran itu berantakan.
Septian malah membalikan tubuhnya ke depan dan duduk dengan benar, "Pikiran kamu terlalu jauh, aku tidak akan seperti itu, tenang saja," sahut nya.
Setelah itu hening, keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing sambil menunggu kedatangan Dilon. Sebenarnya masih banyak yang ingin Septian tanyakan kepada Olivia, ingin memanfaatkan kesempatan ini sebelum benar-benar berpisah.
Tetapi suasananya tidak mendukung, sikap Olivia tidak pernah berubah selalu membatasi diri dengannya dan dingin. Septian hanya bisa tersenyum kecut, merenungi betapa menyedihkannya kisah percintaannya ini.
Trak trak!
Ternyata pria itu cepat juga sampai, Septian pun langsung mematikan kunci mobil membuat Olivia pun segera membuka pintu keluar. Melihat pasangan kekasih itu langsung berpelukan, membuat Septian menghela nafas berusaha mengurangi rasa sesak di dada.
"Olivia kamu gak papa kan? Apa dia lakuin sesuatu yang kurang ajar atau nyakitin kamu?" tanya Dilon menuntut sambil meregangkan pelukannya dan memperhatikan penampilan pacarnya teliti.
Olivia menggelengkan kepalanya pelan, "Aku gak papa kok, cuman tadi aku sempat panik takut dia bawa aku pergi jauh," adu nya.
Dilon memang belum mengerti pasti kejadian awalnya seperti apa, tapi melihat wajah muram Olivia membuatnya terbakar emosi. Mendengar pintu mobil bagian depan terbuka dan keluarlah si pelaku, membuat Dilon tidak bisa menahan diri lagi.
__ADS_1
Ia melepaskan Olivia dan beralih menghampiri Septian, tanpa basa-basi langsung memukul rahang kiri pria itu dan membuat Septian hampir terjatuh jika tidak berpegangan pada pintu mobil. Olivia yang melihat itu pun segera berdiri menghalangi dengan merentangkan kedua tangannya.
"Dilon jangan!" bentak Olivia sambil melotot. Ia hanya tidak mau kejadian dulu terulang, karena Ia takut Dilon masuk penjara lagi.
"Minggir Olivia, si brengsek itu harus dikasih pelajaran. Dasar gak tahu diri, ngemis-ngemis cinta orang yang gak akan pernah suka sama lo. Dasar menyedihkan!" cerca Dilon meledek.
Septian terlihat meringis pelan merasakan sakit di rahang kirinya, bahkan sudut bibirnya pun sampai berdarah sanking kuatnya pukulan Dilon tadi. Tetapi Ia tidak terpancing emosi, sudah bisa menduga akan langsung mendapat bogeman dari pacar Olivia itu.
Dengan kepala yang masih pusing, Septian pun berusaha berdiri tegak dan menatap ke arah dua orang itu, "Oke gue minta maaf sempat bawa Olivia, tapi gue gak ada niatan jahat apapun sama dia," ucapnya.
"Halah bohong, lo pasti lagi ngerencain sesuatu lagi kan supaya bisa misahin kita? Dasar cemen, pengecut tahu gak? Kalau berani, adu jotos aja sama gue bisa gak lo?!" teriak Dilon yang emosinya belum surut.
Untungnya suasana jalanan di sana sepi, jadi tidak menjadi pusat perhatian karena masalah ini cukup memalukan. Olivia menggeleng pada Dilon mengkode nya untuk diam dan jangan terpancing emosi terus.
Septian mendengus kasar, "Gue bisa aja sih sebenarnya lawan lo, tapi gue males dan gak mau memperpanjang masalah kita lagi," katanya.
"Terus apa maksud lo bawa Olivia hah? Bukannya itu kaya lo mau buat masalah baru lagi sama gue? Kenapa sih lo kayanya dendam banget sama gue, punya masalah apa lo hah?!"
"Dengar Dilon, gue minta maaf atas semuanya. Gue tadi juga kan udah bilang cuman mau ngobrol sama Olivia tentang masa lalu kita, dan sekarang sudah selesai kok. Sudah itu saja, gak ada apapun lagi!" tegas Septian yang merasa lelah terus di tuduh, entah oleh Dilon maupun Olivia tadi.
Hembusan nafas kasar keluar dari celah bibir Dilon, berusaha meredakan emosi di dadanya. Melihat Olivia di depannya masih merentangkan tangan seolah ingin menghalangi, membuat Dilon pun menarik nya mendekat ke sebelahnya.
Perempuan itu sempat memukulnya pelan, mungkin merasa kesal karena tadi sudah berbicara kasar dan mengatai Septian sampai memukulnya juga. Tetapi jika kedua orang itu benar hanya mengobrol biasa untuk menyelesaikan masalah, Dilon bisa terima.
__ADS_1
"Sekarang sudah kan bicaranya? Setelah ini lo harus tepatin janji untuk gak ganggu Olivia lagi ataupun keluarganya. Awas saja ya lo Septian kalau sampai nyenggol lagi, gak akan segan-segan gue nyusulin lo ke Amerika dan bikin lo babak belur!" ancam Dikon sambil menunjuk.
Setelah mengatakan itu, Dilon pun menarik Olivia ke motornya yang terparkir di belakang mobil itu. Terlebih dahulu memakaikan helem, setelahnya keduanya naik dan segera pergi dari sana.