
Hari minggu ini Olivia bangun lebih siang, mungkin karena semalam pun tidur lebih malam. Terlihat matanya bengkak, selain kurang tidur juga habis menangis semalaman. Siapa lagi kalau bukan Dilon dan hubungan mereka yang sedang ada masalah.
Sambil sarapan dengan roti bakar, Olivia memperhatikan dapur yang sepi. Entah kemana keluarganya, tapi biasanya jarang di rumah karena selalu ada urusan masing-masing. Perempuan itu pun makan sambil melamun, sampai tidak sadar ada seseorang yang datang.
Keisha yang baru duduk di depan putrinya, merasa heran melihatnya yang sepertinya sedang melamun. "Hari ini Mama sama Papa dan Kai mau ke Pantai, kamu pasti gak mau ikut kan?" tanyanya.
Berhasil, lamunan Olivia pun terhenti. "Mau lah, aku mau ikut soalnya lagi butuh refresing," jawabnya cepat.
"Mama kira gak akan ikut, soalnya kan kamu biasanya selalu ada acara sama Dilon. Tumben hari minggu mau jalan-jalannya sama kami, biasanya juga kencan sama pacar." Entah apa maksud Keisha mengatakan itu, tapi Olivia merasa agak tersinggung.
"Enggak, hari ini aku gak akan kemana-mana, jadi bisa ikut sama kalian." Hanya itu saja yang Olivia katakan, tidak akan menjelaskan lebih apalagi memberitahu Mamanya jika Ia dan Dilon sedang ada masalah.
Untungnya semalam pun kedua orang tuanya ini tidak mengetahui jika Ia sudah dari luar dan pulang dini hari. Kalau tahu, pagi ini mungkin Ia sedang dimarahi. Olivia memang sempat berpesan juga pada satpam di depan untuk tidak melaporkan dirinya, sepertinya satpam nya itu menurut saja.
Selesai sarapan, Olivia pun langsung ke kamarnya untuk bersiap. Keluarganya ternyata sudah siap dan tinggal berangkat, untung saja tadi Mamanya memberitahu jadi Ia tidak ditinggal sendirian. Olivia ingin ikut mereka karena mungkin dengan jalan-jalan bisa sedikit melupakan sejenak masalah nya.
Kai lalu menepuk tangan Olivia yang duduk di sebelahnya, mereka sedang di perjalanan menuju Ancol. "Kak, Kak Dilon diajak juga kan?" tanyanya.
Olivia pun menoleh menatap adiknya. "Enggak, ngapain dia ikut?" tanyanya agak sinis, membuat kedua orang tuanya yang duduk di depan sekilas melirik Olivia lewat kaca di atas.
__ADS_1
"Yah aku kirain Kak Dilon juga ikut, ayo dong Kak ajak Kak Dilon, pasti lebih seru nanti," bujuk Kai. Anak itu memang sangat dekat dengan Dilon, seperti sudah menganggap Kakak kandung sendiri. Mungkin karena sama-sama laki-laki.
Tetapi Olivia menggeleng tidak mau melakukan itu, Ia kan sedang ingin menghindari Dilon saat ini karena sedang marahan. Ada beberapa panggilan dan pesan dari pria itu, tapi Olivia abaikan bahkan Ia langsung memblokir nomornya. Olivia tidak berlebihan kan?
Di hari weekend ini, keadaan tempat wisata itu selalu ramai. Tetapi walau begitu, membuat di sana lebih seru. Untungnya mereka sudah pesan tiket secara online, jadi tidak perlu repot mengantri lagi. Kai bahkan bawa pelampung, anak itu walaupun tinggi tapi belum lancar berenang, trauma pernah tenggelam.
Olivia memilih agak menjauh dari keluarganya, menelusuri tepian pantai sendirian. Matahari terlihat cerah hari itu, tapi tidak terlalu panas karena anginnya sangat sejuk. Saat air mengenai kakinya, senyuman di bibir Olivia langsung terukir.
"Sekarang aku harus gimana ya sama dia? Aku ngerasa kecewa sama Dilon karena kejadian kemarin," gumamnya seorang diri. Apalagi saat mendengar Septian yang meminta dirinya dari Dilon. Inilah hal yang terus Ia pikirkan.
Senyuman kecut lalu terukir di bibir perempuan cantik itu. "Kalau misal Dilon tadi malam kalah, kayanya dia bakal putusin aku dan lepasin aku. Terus saat itu, Septian pasti bakal deketin aku."
Seseorang lalu menepuk bahunya, membuat Olivia menoleh dan bernafas lega karena itu adalah Mamanya. Sempat Olivia kira itu Dilon, tapi tidak mungkin sekebetulan ini juga kan? Memangnya ini cerita novel? Saat seseorang sedang dipikirkan langsung hadir di depannya.
"Olivia, apa kamu sedang ada masalah sama Dilon?" tanya Keisha yang bisa langsung peka. Sebenarnya dari saat mengobrol di meja makan saja sudah curiga, apalagi respon putrinya ini agak ketus pada Dilon.
Olivia menggeleng. "Gak papa kok Mah," Bantah nya.
"Gak papa Olivia, ayo cerita aja sama Mama. Dari pada di pendam sendiri, pasti gak enak. Mungkin Mama juga bisa bantu," bujuknya sambil mengusap punggungnya.
__ADS_1
Olivia bergeser semakin mendekati Keisha, kepalanya lalu Ia sandarkan di bahu wanita itu sambil memeluk tangan kanannya. Untuk beberapa saat keduanya terdiam dengan posisi nyaman itu, sambil melihat pemandangan laut yang indah di depan.
Perlahan kedua mata Olivia terlihat berkaca-kaca, jika mengingat masalahnya dengan Dilon selalu membuatnya emosional. Ternyata benar kata Mamanya, tidak enak jika memendam sendirian. Tetapi Olivia agak malu jika harus cerita.
"Mah, kalau pasangan kita bohong itu kita harus gimana?" tanya Olivia dengan suara parau sedang menahan tangis.
"Memangnya Dilon bohong apa sama kamu? Kamu bisa lihat sejauh apa dia bohong sama kamu, apa parah atau tidak. Kalau masih bisa dibicarakan dengan baik-baik, itu berarti masalahnya tidak terlalu berat," kata Keisha. Sudah Ia duga, jika anaknya ini sedang sedih.
Haruskah Olivia cerita jika Dilon bohong karena ikut balap liar? Olivia hanya tidak mau, pandangan Mamanya pada Dilon yang selalu baik menjadi kurang suka. Ia juga tidak mau menjelekkan orang lain, apalagi Dilon masih pacarnya juga.
"Dia gak selingkuh sih, cuman dia lakuin hal yang kurang aku suka. Aku larang dia lakuin itu karena takut dia kenapa-napa dan ngehindarin dia dari kecelakaan. Tapi ternyata dia diam-diam masih melakukan itu," jawab Olivia pelan. Apakah Mamanya bisa langsung paham.
Keisha terlihat menghela nafasnya berat. "Sebenarnya hubungan itu pasti selalu ada masalah, apapun itu. Jika tidak sesuai keinginan salah satu pasangan, pasti akan marah dan kecewa. Kamu sudah besar, Mama yakin kamu juga bisa berpikir dewasa dan menyelesaikan dengan baik."
Keisha hanya merasa bingung dan tidak terlalu paham dengan cerita Olivia, tapi Ia mengerti jika anaknya itu hanya tidak mau terlalu cerita blak-blakkan, mungkin malu. Keisha juga tidak mau kepo, karena Ia akan mempercayakan semua kepada Olivia.
Saat terpikirkan sesuatu, Keisha menjauhkan diri membuat Olivia pun menatapnya bingung. "Tunggu, memangnya apa yang kamu larang dari Dilon? Apa jangan-jangan dia minum obat terlarang?" tuduh nya.
"Ih bukan, gak mungkin Dilon begitu. Tapi ada hal lain, Mama jangan bilang ke Papa ya kalau Dilon sering ikut balap liar." Ya Olivia terpaksa memberitahu, karena pikiran Mamanya ini terlalu jauh.
__ADS_1