Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 16


__ADS_3

Besok siang nya Daniella di antar kedua orang tua ke sekolah karena mereka ingin melihat keberangkatannya yang akan berkemah. Untungnya bukan hanya Ia seorang yang di antar, jadi tidak terlalu malu.


"Mama sudah siapin banyak air minum untuk kamu, nanti kamu bisa bagi-bagi sama temen-temen kelas kamu. Kalau malam jangan lupa pakai soffel biar kulit kamu gak digigit nyamuk. Terus satu lagi, harus makan walaupun gak enak. Ngerti?" nasihat Erika.


Dengan helaan nafas berat Daniella mengangguk, padahal sepanjang jalan Mama nya sudah mengatakan itu berkali-kali. Maklum orang tua, hanya khawatir karena akan berjauhan dengan anak nya.


"Iya Mama," jawab nya malas.


Dari kejauhan Mia memanggil nya, remaja itu berlari dengan agak kesusahan karena tas gendong nya yang terlihat berat. Setelah dekat langsung menyalami tangan kedua orang tua Daniella.


"Mia kamu gak ada barang yang ketinggalan kan? Sudah di cek lagi? Nanti di sana harus saling jaga ya sama Daniella," kata Erika kembali protektif, Ia tahu anaknya paling dekat berteman dengan Mia.


"Hehe gak ada kok Tante, sudah aku cek lagi semalam. Tapi aku cuman bawa dua botol besar air minum, soalnya tas gendong aku keberatan," jawab Mia sambil mengerucutkan bibir.


"Ah itu mah tenang saja, lihat tuh Daniella bawa tas koper kecil, di dalam nya ada banyak air minum."


Mia pun langsung bersorak senang mendengar itu, lagi-lagi dirinya memang selalu merepotkan Daniella, untungnya mereka memang baik kepadanya.


Setelah berpisah dengan kedua orang tua nya, keduanya menuju berkumpul nya teman kelas di lapangan. Semua perlatan terlihat sudah lengkap dibawa, nanti akan gotong royong memindahkan ke kendaraan yang mengangkut.


"Sekarang sudah gak cemberut lagi, gimana kemarin sudah puas-puasin kangenannya sama Om Kai?" tanya Mia sambil menyenggol pelan bahu Daniella.


Daniella yang digoda begitu semakin melebarkan senyuman. "Hehe sudah, malahan dia datang ke rumah sambil bawa bunga mawar. Romantis banget gak sih?"


"Wah beneran dikasih bunga? Itu mah emang romantis, bisa juga ya ternyata dia," kata Mia mengakui. "Jadi apa dia emang udah beneran luluh?"


"Hm untuk itu gak tahu, tapi kayanya belum," gumam Daniella lapang dada.

__ADS_1


Mungkin kemarin Kai ke rumahnya sambil membelikan bunga hanya sebagai tanda permintaan maaf? Tidak apa, Daniella tetap menerima nya dengan senang.


Obrolan mereka terhenti melihat guru pembimbing acara ke depan panggung dan membuka pertemuan. Setelah cukup banyak peraturan yang diberikan, semua murid pun diperintah menyimpan dahulu semua barang di truk di depan sekolah.


"Ekhem butuh bantuan Nona?" tanya seseorang di belakang Daniella.


Ia yang sedang menyeret tikar-tikar nya pun menoleh, "Hai Andra, beneran nih mau bantuin?"


"Haha iya dong gak masalah, kamu kelihatan kepayahan bawa tikar panjang itu. Sini biar aku aja." Tanpa basa-basi, Ia pun mengambil alih.


Daniella jadi merasa lebih ringan dan beban nya terkurangi, tidak lupa Ia pun mengucapkan terima kasih pada Andra. Lagi-lagi laki-laki itu selalu ada di saat Ia membutuhkan. Tanpa keduanya sadari, ada Mia yang memperhatikan di belakang.


"Kemarin kita gak ketemu sama sekali ya, jujur aku kangen sama kamu," ucap Andra blak-blakkan, sampai membuat Daniella tersentak sendiri.


"Hahaha lebay banget kamu ini Andra, tetep aja kita di tempat yang sama walau gak ketemu juga," ujar Daniella yang tidak bisa menahan tawa nya.


Tetapi Daniella tidak pernah sampai terbawa perasaan, Ia selalu mengenyahkan gombalan manis Andra dan menganggapnya angin lalu. Lagi pula, detak jantung nya tetap normal. Menandakan dirinya tidak baper.


"Ya ampun Mia kenapa gak bilang sih bawa barang sebanyak ini? Kalau tahu tadi aku bantuin," ucap Daniella agak terkejut melihat teman nya itu mendekat.


Mia lalu menggerutu sambil menyimpan barang-barang agak kasar di truk. "Gimana mau peka, orang dari tadi asik banget ngobrol!"


"Hehehe sorry deh, kamu juga gak manggil."


Karena Mia tidak mau mengganggu, lalu nanti dianggap cemburu. Ya walau kenyataannya Ia memang cemburu jika melihat Daniella dan Andra sudah berduaan, tapi Ia selalu pintar menyembunyikan perasaannya.


"Ya sudah deh aku mau balik ke teman kelas dulu, kayanya bus nya juga sebentar lagi berangkat. Sampai ketemu di sana ya, Daniella Mia!" Andra melambaikan tangan pada keduanya lalu berlari pergi.

__ADS_1


Setelah kepergian pria itu, entah kenapa suasana jadi agak canggung. Daniella memperhatikan wajah cemberut Mia, sepertinya tadi tahu Ia telah dibantu Andra. Ia harus bisa meluluhkannya lagi.


Belum sempat Ia membuka suara, wali kelas mereka sudah memanggil dan menyuruh keduanya untuk segera naik ke bus juga karena akan segera berangkat. Mia dan Daniella pun pergi dari sana tanpa mengobrol apapun.


Untuk sampai ke tempat dijadikannya berkemah mereka lumayan jauh, mungkin ada satu jam an dengan rute perjalanan yang lebih banyak ke hutan. Daniella yang duduk bersama Mia sesekali melirik sahabat nya itu yang terlihat asik menonton film di ponsel.


"Jangan terus main HP, nanti batrai nya habis loh," sindir Daniella memberitahu, ingin memulai obrolan.


"Gak masalah, aku bawa powerbank." Hanya jawaban singkat yang Mia berikan, itu pun tanpa menoleh.


"Huh tetep aja, power bank juga bakalan habis kalau dipakai, terus nanti isinya kemana?"


"Bisa minta ke pengawas, katanya nanti bakal di sediain juga di sana," sahut Mia.


Setelah itu tidak ada obrolan lagi, Daniella kehabisan topik karena Mia pun tidak berinisiatif melanjutkan. Ya terkadang masalah di antara dua sahabat itu biasa, karena itu pasti akan membuat hubungan mereka semakin erat.


Merasa matanya berat, Daniella memutuskan akan tidur saja. Ia menyamankan bantal leher nya, lalu mulai memejamkan mata. Ia tidak akan sering main ponsel karena ingin menghemat batrai, nanti bisa puas-puas chattan dengan Kai.


Pluk!


"Ella ayo bangun, sudah sampai!"


Merasakan tepukan berulang kali di bahu nya, membuat Daniella terbangun. Mia lalu berbicara di depan wajahnya memberitahu jika bus sudah berhenti karena mereka sudah sampai di tempat kemah. Daniella hanya mengangguk sambil akan mengumpulkan nyawa dahulu.


"Aku turun duluan ya, mau bantuin temen-temen angkut barang," pamit Mia lalu beranjak pergi.


Mungkin sekitar tiga menit kemudian, Daniella baru akan turun dari bus yang sudah sepi itu. Tetapi karena tidak hati-hati saat turun tangga, Ia malah hampir terjatuh. Untungnya dari bawah, ada yang segera menahan tubuh nya.

__ADS_1


"Daniella, kamu gak papa kan?" tanya Andra. Ya pria itu tepat waktu muncul di depannya.


__ADS_2