Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Ekstra Chapter 1


__ADS_3

Prang!


Pergerakan Daniella yang sedang membubuhkan bedak di wajah nya sampai terhenti saat mendengar suara pecahan kaca yang seperti tepat di depan kamar nya. Ia pun memutuskan beranjak untuk mengecek.


Saat pintu terbuka pandangannya pun langsung jatuh pada seorang anak balita yang berdiri dan tepat di depannya ada pecahan kaca dengan genangan air susu. Daniella pun terlebih dahulu menghampiri anak laki-laki itu.


"Kenzo, apa kamu yang bawa minuman ini sendiri?" tanyanya sambil menatap lembut, tidak mau memberikan tekanan.


Dengan pelan kepala anak itu pun mengangguk. "Iya, buat Mama," jawab nya. "Maaf Kenzo jatuh, jadi pecah," jelas nya dengan ekspresi wajah memelas.


Melihat anak ini yang mengakui kesalahan dan meminta maaf, membuat Daniella gemas dan tidak tega memarahi nya. Ia pun merapihkan rambut anak itu sambil mengatakan tidak apa-apa.


Perhatian mereka lalu teralih pada Kai yang baru datang sambil membawa piring berisi sosis goreng. Melihat pecahan kaca di lantai, membuat rahang nya jatuh dengan mata terbelak.


Daniella yang tadi membungkuk pun kembali berdiri tegak, lalu berkacak pinggang. "Kamu ya yang nyuruh Kenzo bawain minuman, yang bener aja dong!" omel nya.


"Aku sudah tolak dia bawa susu, tapi dia tetap kekeuh dan langsung pergi gitu aja. Aku gak bisa nyusul soalnya lagi goreng sosis permintaan kamu ini, makanya kecolongan," jawab Kai segera membela diri dari istrinya itu.


"Ck tetep aja kamu salah, masa anak tiga tahun bawa gelas sendiri. Untung aja dia gak sampai pegang pecahan kaca nya." Daniella tetap menyalahkan Kai karena ceroboh kecolongan.


Merasakan tarikan pelan di baju bagian bawah nya, membuat Daniella pun menundukan kepala. Dalam sekejap tatapan tajam nya pun berubah menjadi lembut lagi pada Kenzo, Ia jadi bersalah sudah marah-marah di depan anak itu.


"Mama jangan marahin Papa, ini calah Kenzo. Kenzo yang mau," ucap nya segera menjelaskan.

__ADS_1


Kai pun langsung tersenyum karena anak nya membantu menjelaskan, jadi Ia tidak terus di salahkan. Merasa ini waktu yang tepat, Kai pun kembali melanjutkan jika Kenzo ingin membantu nya juga.


Apalagi Kenzo tahu Daniella tidak enak badan dari kemarin, jadi ingin merawat nya juga.


Mendengar penjelasan itu membuat hati Daniella menghangat, Ia pun mengusap kepala Kenzo dengan lembut. "Ya ampun sayang, jadi kamu mau bawain susu untuk Mama ya tadi? Its oke, gak papa jatuh, nanti belajar lagi ya," hibur nya.


"Iya Mama, apa Mama sekarang masih gak enak badan?"


"Hm sudah gak terlalu sih sekarang, berkat semalam bobo sama Kenzo. Apa malam ini Kenzo mau bobo bareng Mama lagi?"


Dan anak itu pun langsung mengangguk semangat, membuat Daniella pun merendahkan tubuhnya dan minta kecupan dari putranya itu. Sedangkan Kai yang melihat nya hanya mengerucutkan bibir.


Jika Kenzo ingin tidur dengan Daniella lagi, itu berarti Ia akan di kamar lain. Sayang sekali.


Kenzo lalu segera memanggil seorang pelayan yang kebetulan lewat, menyuruh nya untuk segera membersihkan kekacauan. Sedangkan Ia dan keluarga kecil nya pun masuk ke dalam kamar.


"Sudah gak terlalu sih sekarang, yah namanya juga Ibu hamil. Kamu juga pasti dulu pernah rasain moment gini kan dengan almarhum?"


Dan Kai pun mengangguk pelan namun tidak mau menceritakan karena takut nya membuat Daniella cemburu, padahal wanita itu yang membahas lebih dahulu. Walau begitu, Daniella pasti tidak bermaksud.


Pandangan Kai pun turun ke perut Daniella, sebelah tangannya terulur mengusap. Bibir nya langsung melengkungkan senyuman saat tidak sengaja merasakan pergerakan di dalam.


Tidak terasa kandungan Daniella sudah mau masuk trimester akhir, bidan bilang kemungkinan bulan depan akan melahirkan. Tetapi jujur saja, Ia gugup dari sekarang, juga takut. Takut jika kejadian seperti istri pertamanya, kepalanya langsung menggeleng mengenyahkan pikiran itu.

__ADS_1


"Sayang kamu nanti jangan manja ya keluar nya dari perut Mama, harus cepat dan kalau bisa jangan buat Mama sakit juga," ucap Kai tertuju pada anak nya di dalam perut Daniella.


Daniella yang mendengar itu tentu saja tidak bisa menahan tawa. "Mana ada melahirkan gak sakit, palingan Caesar, tapi kan pasti itu juga bius nya kalau hilang tetap sakit," sahut nya sedikit meledek.


"Iya sih, tapi yang penting kamu sama bayi nya sehat dan baik-baik aja. Jujur saja, aku lebih takut dari pada kamu dan sudah memikirkan ini dari sekarang," gumam Kai dengan tatapan sendu nya.


Tawa Daniella pun langsung terhenti mendengar itu, Ia pun bisa paham dengan maksud perkataan Kai. Daniella lalu memberikan pelukannya, sambil mengusapi punggung Kai. Sekarang, dirinya yang menghibur suaminya ini.


Sepertinya dibanding dirinya yang deg-deg an akan melahirkan untuk pertama kali, rasa ketakutan suaminya ini melebihi dirinya. Kai pasti takut kejadian dulu terulang, karena mantan ustrinya pun meninggal setelah melahirkan.


"Kamu jangan nakutin aku dong," ucap Daniella sedikit merengek, tanpa bisa ditahan kedua matanya pun berkaca-kaca.


Dianggap begitu, membuat Kai pun meregangkan pelukan dan segera menjelaskan. "Aku bukan nakut-nakutin kamu, tapi.. Ini hanya rasa khawatir di hati aku saja. Tapi aku yakin kamu akan melahirkan dengan lancar, aku janji akan selalu di samping kamu nanti."


Keduanya pun membalas senyuman dengan perasaan haru di dada masing-masing. Jika Kai merasa khawatir, itu berarti tidak mau kehilangan Daniella. Yap lelaki itu sudah dibuat jatuh hati pada istri yang terpaut tiga belas tahun lebih muda darinya ini.


Mereka sudah mau tiga tahun menikah. Daniella tidak langsung hamil dan memilih menahannya dahulu karena ingin merawat Kenzo dahulu. Tetapi sepertinya Tuhan sudah mempercayai nya juga menjadi seorang Ibu sungguhan, lalu di titipkan lah di perut nya.


"Mama Papa lihat!"


Panggilan itu membuat perhatian pasangan suami istri itu pun teralih pada Kenzo. Anak itu menunjukkan keberhasilan nya yang bisa memakai sendal sendiri dengan benar tanpa tertukar.


Daniella yang merasa gemas pun melambaikan tangan minta anak itu mendekat, Ia lalu mengangkat tubuh Kenzo dan di dudukan di atas pangkuannya. Mengecupi wajah tampan nya berkali-kali hingga mengeluarkan bunyi yang khas.

__ADS_1


Kenzo pun tertawa terbahak kegelian dan minta tolong pada Papa nya, sedang Kai hanya tersenyum dengan pandangan lembut nya pada dua orang yang di sayanginya itu.


Hal lain yang Kai syukuri adalah Daniella bisa menerima Kenzo dan menyayanginya juga seperti pada anak sendiri. Sepertinya keputusannya ini benar, mereka bersama di saat yang tepat.


__ADS_2