Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Suasana Yang Baru


__ADS_3

Olivia pikir Septian itu akan mengajaknya jalan-jalan atau nongkrong biasa. Tetapi pria itu malah mengajaknya ke sebuah rumah besar, lebih tepatnya bangunan di belakangnya yang terlihat seperti basecamp.


Saat mereka masuk, suara musik yang keras dengan lampu kerlap-kerlip menyilaukan mata menyambut. Semakin masuk, terlihatlah ada beberapa kumpulan lelaki dan perempuan yang duduk santai memutar di sebuah sofa.


"Hei guys!" panggil Septian dengan suara agak kerasnya agar teman-temannya mendengar.


Obrolan mereka semua pun langsung terhenti dan memfokuskan pandangan pada Septian. Tetapi yang menarik kali ini adalah perempuan di sebelahnya yang dibawanya. Yang sudah mengenal dibuat menyeringai, sedang ada juga yang belum kenal.


"Siapa tuh cewek?" tanya seorang perempuan yang memiliki rambut se bahu. Matanya dengan jeli memperhatikan, ada perasaan cemburu karena dirinya kalah cantik.


Septian mengangkat genggaman tangan mereka, "Pacar gue lah, namanya Olivia," jawabnya berbangga diri.


Suara sorakan dan tepuk tangan meriah langsung terdengar dari semua, mereka tidak menyangka karena Septian berhasil juga mendapatkan Olivia itu. Ceritanya pasti sangat menarik, karena perempuan itu kan dulu pacar musuh mereka, Dilon.


Septian lalu menarik tangan Olivia untuk duduk di sofa yang kosong, bergabung dengan yang lain. Ia sadar teman-temannya terus memperhatikan kekasihnya ini, tapi Septian berusaha abaikan dan tidak terlalu berpikir aneh-aneh, mungkin mereka hanya penasaran.


"Hei kenalin nama gue Tiara, kalau di belakang gue Hana," ucap seorang perempuan lain yang wajahnya terlihat lebih ramah, bahkan tidak sungkan mengenalkan diri lebih dahulu.


Olivia pun membalas jabatan tangannya sambil menyebut namanya juga. Sungguh Ia gugup sekali berada di kumpulan ini, rasanya tidak nyaman saja. Berbeda sekali saat berkumpul dengan teman-teman Dilon, bawaannya pun santai.


Untungnya bukan hanya Ia seorang yang perempuan di sini, tapi ada dua lainnya, ya walau kebanyakannya para lelaki. Olivia pun memperhatikan lagi orang-orang di sana, wajah mereka tentu terlihat tidak asing karena sudah beberapa kali melihat.


"Olivia nih minum dulu, ayo jangan sungkan," kata Leon sambil memberikan minuman kaleng.


Tetapi Olivia yang tahu jika minuman itu mengandung alkohol langsung menolak, "Aku minum air putih aja."


"Kenapa? Gak suka minum bir ya?" tanya Leon.

__ADS_1


"Enggak," geleng Olivia.


Leon menarik sebelah sudut bibirnya lalu beralih menatap Septian, "Ternyata tipe lo yang polos-polos gini ya, sekarang gue hapal kenapa lo kejar-kejar dia terus," celetuknya.


Septian hanya tertawa kecil dibilang begitu, ya memang semua teman geng nya pun tahu bagaimana gigihnya dirinya mendapatkan Olivia, bahkan merebutnya dari lawannya. Sekarang sudah Ia dapatkan juga, dan pasti tidak akan di sia-sia kan.


"Ekhem Septian aku pengen pipis, toilet dimana ya?" tanya Olivia berbisik di sebelahnya.


"Di luar sih kalau toilet, di sebelah kiri, kelihatan juga dari pintu," jawab Septian.


Tadinya Septian menawarkan akan mengantar, tapi langsung Olivia tolak dan beranjak pergi sendirian. Saat keluar dari ruangan itu, tanpa sadar menghela nafas lega. Tadi di dalam cukup menyesakkan, Olivia memutuskan keluar sebentar untuk menenangkan diri.


Entahlah ini rumah siapa, tapi cukup besar juga halamannya. Di sekitar juga banyak tanaman, membuat suasana semakin asri. Olivia tidak ke toilet karena berbohong, Ia hanya menghindar sebentar dan menyendiri di luar.


"Olivia!" panggil seseorang.


"Boleh saling kenal lebih jauh gak? Maksudnya nambah temen baru aja," tanya Hana dengan senyuman kikuk nya.


"Oh iya santai aja, kenapa?" Olivia sama sekali tidak masalah dan berpikir aneh-aneh pada perempuan itu.


"Kamu sejak kapan jadian sama Septian? Soalnya dia baru pertama kali ajak cewek nya ke basecamp," tanya Hana langsung ke inti.


Ditanyai seperti itu membuat Olivia bingung sendiri, Ia saja bingung bagaimana berjalannya hubungan nya dengan Septian. Tetapi kalau membantah dan bersikap bodoh, Septian pasti akan tersinggung dan bisa saja mengancamnya lagi.


Dengan terpaksa Olivia pun menjawab, "Semingguan lah," jawabnya.


"Masih baru ternyata, tapi katanya kamu mantan Dilon ya?"

__ADS_1


"Kamu kenal sama Dilon?" Olivia malah lebih tertarik kenapa perempuan itu kenal Dilon.


Hana terlihat tersenyum, tapi senyumannya terlihat berbeda, "Kenal lah, siapa juga yang gak kenal sama dia. Kayanya setiap cewek anak motor pasti tahu Dilon," Jawabnya penuh arti.


Tanpa sadar Olivia menggigit bibir bawahnya, merasa sedikit cemburu karena Dilon se terkenal itu di kalangan perempuan. Apakah Dilon pemain? Tetapi pria itu selalu membantah dan katanya cukup setia. Dulu saja dengannya tidak pernah ada cerita selingkuh.


"Kok putus sama Dilon?" tanya Hana lagi yang terlihat banyak ingin tahu tentang pria itu.


"Namanya hubungan pasti selalu aja ada masalah, dan masalah kali ini cukup rumit. Tapi kami pisah baik-baik kok," jawab Olivia pelan. Mengingat pria itu, entah kenapa selalu membuat dadanya sesak.


Hana terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya, "Terus sekarang Dilon lagi deket sama siapa? Apa dia sudah punya pacar lagi?"


Olivia pun baru menyadari jika Hana terlihat sangat excited bercerita tentang Dilon, kenapa? Apa menyukai mantan pacarnya itu? Sepertinya begitu, dilihat dari gerak-geriknya sangat jelas sekali. Olivia pun harus menahan rasa cemburunya dan tetap bersikap tenang.


Ya tidak heran sih banyak perempuan tertarik pada Dilon, pria itu kan sangat tampan dan keren. Pasti setelah tahu sekarang Dilon jomblo, akan ada banyak perempuan yang mendekati. Terbalik memang, tapi namanya juga good looking.


"Gak tahu sih, gak terlalu peduli juga, sekarang kan punya kehidupan masing-masing," Jawab Olivia agak acuh. Tiba-tiba moodnya jadi buruk karena Hana terlihat sekali menunjukkan rasa tertariknya pada Dilon.


Merasa sudah lumayan lama di luar, Olivia pun memutuskan pamit masuk lebih dahulu. Ia jadi malas lagi mengobrol dengan Hana jika membahas Dilon terus. Setidaknya hargai hatinya, Ia juga kan mantan pasangan Dilon. Tidak sopan sekali memang.


Tetapi saat kembali Olivia malah tidak menemukan Septian, entah kemana pria itu. Olivia mengedikkan bahu acuh mencoba tidak terlalu peduli, Ia pun membawa botol air mineral di meja lalu meminumnya beberapa kali tegukan. Terlihat di depan ada beberapa lelaki yang sedang main billiard.


Perhatian Olivia teralih melihat Septian keluar dari salah satu ruangan, tapi ternyata dengan Tiara. Habis apa mereka di dalam? Bahkan sambil tertawa. Olivia sih tidak terlalu peduli, tidak merasa cemburu juga.


"Septian, aku mau pulang sekarang," pinta Olivia saat pria itu duduk di sebelahnya.


"Kok buru-buru? Baru sebentar loh di sini," tanya Septian protes. Padahal Ia masih ingin berduaan dengan pacarnya itu.

__ADS_1


Olivia melirik jam tangannya, "Aku takut dimarahin Papa kalau pulang lebih dari jam enam," jawabnya beralasan. Untungnya Septian pun menurut saja, mungkin tidak mau kena masalah juga.


__ADS_2