
Bibirnya memang melengkungkan senyuman, tapi hatinya sesak sekali saat melihat-lihat banyak foto dan video pernikahan Kai dan Ayana. Rasanya Ia ingin keluar saja dari grup Whatsapp keluarga besar, tapi pasti mereka akan bingung dengan sikap nya.
Melihat ada satu foto candid Kai, membuat Daniella pun tanpa sadar memperbesar nya. Lengkungan bibirnya terlihat semakin lebar melihat wajah cerah lelaki itu, jujur Kai saat memakai jas pengantin terlihat lebih tampan.
Pria itu bahkan sampai mencukur kumis tipis di dagu nya agar terlihat semakin rapih, padahal Kai sangat khas sekali dengan kumis dan jambang tipis di sekitar dagu nya itu.
"Wih siapa tuh, ganteng banget," Celetuk Celine yang kebetulan mengintip dan berdiri di belakang nya.
Daniella pun mengangkat kepalanya. "Om aku, bisa dibilang dia adiknya Kakak Ipar aku," jawab nya.
"Kapan tuh pernikahan nya?"
"Hari ini," jawabnya singkat.
Celine lalu beralih duduk di sebelahnya dan langsung menanyakan kenapa dirinya tidak berangkat setelah acara pernikahan Om nya itu saja, tapi Daniella hanya tersenyum tipis dan kembali menundukan kepala melihat foto Kai.
Sepertinya Ia memutuskan akan jujur saja, lagi pula Ia dan Celine sudah dekat. "Aku gak akan kuat Kak lihat dia bahagia sama perempuan lain di pernikahan itu," gumam nya.
Untuk beberapa saat Celine terdiam. Awalnya merasa bingung, tapi perlahan Ia bisa mengerti sesuatu. Mulutnya sampai terbuka kecil, Ia pun segera menutup nya dengan telapak tangan.
"Jangan bilang kamu suka lagi sama Om kamu itu, sungguh Daniella?!" tanya Celine agak keras, sanking terkejut nya.
"Iya aku sudah dari lama suka sama dia, tapi yahh dia hanya nganggap aku keponakan saja, anak kecil. Jarak usia kami terlalu jauh, jadi banyak yang menentang." Daniella langsung memghela nafas kasar setelah mengungkapkan itu, Ia tidak malu sudah se jujur ini.
Tatapan Celine terlihat menyendu, entah kenapa Ia jadi ikut sedih dan seperti bisa merasakan hati Daniella yang sekarang pasti sedang patah hati. Bagaimana pun Ia juga pernah muda, jadi pernah ada dalam masa cinta bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
Celine lalu merangkul bahu Daniella sambil mengusap punggungnya naik turun. "Sabar ya, Kakak tahu sekarang kamu pasti sedih banget, tapi kamu jangan terlalu larut memikirkan ini. Kakak yakin, masih banyak kebahagiaan yang akan datang pada kamu," bujuknya menghibur.
Daniella pun berusaha tersenyum lalu mengangguk pelan. "Iya Kak makasih, sekarang aku juga masih berusaha ngobatin hati, lagi move on," sahut nya.
Sempat Celine melirik foto lelaki itu lagi di layar ponsel Daniella. Tampan dan memiliki tubuh atletis, pantas saja Daniella suka. Tetapi kalau dilihat dari tampang, sepertinya usianya memang lumayan jauh di atas Daniella.
Tetapi menurut nya perbedaan usia itu tidak terlalu masalah, yang terpenting kan isi hati. Ia dan suaminya saja berbeda sepuluh tahun, dan sampai saat ini hidup bahagia.
"Sudah ah jangan galau terus, Kakak gak suka lihat kamu cemberut begini. Gimana kalau Kakak traktir makan es krim? Kalau gak salah gak jauh dari sini ada penjual es krim yang lagi viral, rasanya enak loh," bujuk nya.
Daniella pun mengangguk menerima, membuat Celine tersenyum dan sempat menepuk pelan puncak kepalanya. Sebelumnya Celine memanggil Cindy yang sedang main ayunan, seperti biasa putrinya itu selalu bersemangat jika sudah Ia ajak makan es krim.
***
Hari terus berjalan, Daniella pun sudah masuk kuliah dan mengikuti pelajaran dengan baik. Ia tidak kesulitan sedikit pun untuk bersosialisasi, malahan banyak yang ingin mendekatinya untuk berteman.
Setelah mengikuti pelajaran di pukul sebelas siang, Ia dan teman-teman kelasnya ke kantin untuk makan siang. Berbeda dengan di Indonesia yang bisa makan bebas, di sini menu nya sudah ditentukan.
"Jadi kamu dulu pernah tinggal di Indonesia, Queen?" tanya Daniella di sela makannya.
Perempuan yang memiliki rambut bob itu mengangguk dengan semangat. "Pernah, tepatnya di Bali, tapi aku gak ingat pasti karena masih kecil. Papa bilang kita pindah ke Singapura saat usia ku enam tahun," jawab nya.
"Oh di Bali ya, kalau aku di Jakarta," sahut Daniella.
Dengan semua teman kelasnya Ia memang sudah akrab, tapi sepertinya dengan Queen ini bisa lebih dekat. Selain karena dulu pernah tinggal di Indonesia, Queen juga lancar sekali berbahasa Indonesia. Katanya sering ikut les bahasa Indonesia dari kecil.
__ADS_1
Perhatian mereka teralihkan melihat beberapa lelaki yang ikut bergabung di meja mereka. Bisik-bisik pun mulai terdengar dari para perempuan, tentu saja mereka kenal dengan ke tiga laki-laki itu, mereka sangat tampan dan selebgram.
"Boleh gabung gak, mejanya penuh," tanya salah seorang dari mereka baru meminta izin.
"Oh iya gak papa duduk aja," jawab Queen mewakilkan.
Kebetulan posisi duduk Daniella tadi paling ujung, jadi di sebelahnya yang kosong malah diduduki salah satu lelaki itu. Ia pun melanjutkan makan begitu saja, tidak terlalu peduli pada sekitar.
Saat sedang asiknya makan, kepalanya menoleh ke samping karena merasa di perhatikan. Ternyata benar, tapi lelaki itu hanya tersenyum dan tidak mengalihkan pandangan sedikit pun.
Daniella yang bingung pun segera bertanya. "Kenapa ya?"
"Nama kamu Daniella bukan? Aku kayanya follow kamu di Instagram, apa boleh minta follback?"
Teman-teman Daniella yang mendengar itu langsung bersiul menggoda tidak menyangka mendengar itu, kenapa bisa? Beruntung sekali, batin mereka. Padahal sepertinya Daniella pun tidak mengenal nya.
Lelaki itu lalu memperkenalkan diri, namanya adalah Anthony. Asli orang Singapura, hanya saja bisa mengenal Daniella yang orang Indonesia lewat sosial media. Katanya saat melihat langsung tertarik karena cantik, Anthony bahkan tidak malu mengakui itu.
"Em iya nanti aku follback deh," sahut Daniella sambil mengusap tengkuk nya agak malu karena menjadi perhatian teman-teman nya.
Ia tidak mengenal Anthony, hebat juga pikirnya lelaki itu bisa melihat nya lebih dulu sebelum bertemu, bahkan dari sosial media. Ternyata Anthony pun sudah lama memfollow sosial medianya itu, hanya saja Ia memang tidak suka menanggapi jika dari orang tidak dikenal.
"Gak nyangka sih bakal ketemu kamu di sini, ternyata kita juga satu Kampus. Ekhem apa boleh lebih mengenal lebih?" tanya Anthony agak malu-malu.
"Maksudnya?" tanya Daniella balik dengan bingung. Di awal pertemuan kah?
__ADS_1
"Maksudnya apa boleh kita temenan?" Anthony langsung tersenyum kikuk setelah meluruskan itu, kalau terlalu cepat dan buru-buru takutnya Daniella malah jadi ilfeel lagi.
Melihat Daniella yang mengangguk pelan mengiyakan, membuat Anthony bersorak senang di dalam hati. Sungguh Ia sudah mengagumi Daniella dari lama walau hanya melihatnya dari sosial media saja, seperti mimpi saja bisa kenal dan dekat dengan idola sendiri.