Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Diterima Dengan Baik


__ADS_3

Melihat wajah menyesal Aiden, membuat Olivia jadi merasa tidak tega. Pasti pria itu merasa menyesal dan kecewa jika sudah melakukan itu kepada Dilon, Ia mengerti dengan posisinya.


"Maaf ya Om kalau aku gak sopan dan ikut campur, aku hanya merasa gak nyaman," ucap Olivia dari dalam hati.


"Tidak apa-apa Olivia, malah kamu sudah menyadarkan Om. Selama ini Om sepertinya terlalu keras pada Dilon, tidak mau mengerti dia dan hanya menyuruh-nyuruh saja," kata Aiden berbesar hati.


Olivia yang mendengar itu tidak bisa menahan senyuman nya, berharap Aiden bisa berubah dan mulai bersikap baik pada Dilon. Sepertinya obrolan mereka berjalan baik, karena tidak saling meninggikan ego.


Saat keduanya sedang minum dan makan-makan, perhatian teralih melihat kedatangan Erika. Olivia langsung beranjak untuk menyalami tangan wanita itu, Erika terlihat senang melihat kehadirannya di sana.


"Kamu dari kapan main di sini Olivia?" tanya Erika sambil mengusap bahunya.


"Sudah agak lama sih Tante, aku nungguin Tante dari tadi hehe," jawab Olivia sambil menggaruk rambutnya nyang tidak gatal.


Erika lalu melirik suaminya, "Kalian sedang apa berduaan di sini? " tanyanya bingung.


"Habis mengobrol saja," jawab Aiden dengan senyuman penuh artinya.


Erika sebenarnya bingung dan merasa penasaran, tapi nanti Ia akan tanyakan saja pada suaminya saat berdua. Sekarang lebih baik menikmati kebersamaan. Erika katanya membawa makanan laut, mereka akan makan-makan besar.


"Kamu bisa masak gak Olivia?" tanya Erika.


"Hehe sedikit Tante, tapi cuman yang gampang-gampang aja. Gak bisa kalau masak ribet yang banyak bahan dan bumbunya gitu," jawab Olivia malu-malu.


"Tidak apa, namanya juga belajar. Dulu sebelum menikah, Tante juga gak bisa masak loh. Tapi setelah menikah, gak tahu kenapa tiba-tiba jadi bisa masak aja," cerita Erika.


Dua perempuan itu terlihat asik mengobrol, jika sudah bersama pasti akan lupa sekitar. Mereka lalu pindah ke dapur untuk menyiapkan makanan, akan dibantu pembantu juga untuk membersihkan ikan dan udang nya.


Beralih pada Dilon, pria itu tersentak dari tidurnya karena bermimpi jatuh dari gedung tinggi. Saat melirik jam di dinding, ternyata sudah setengah jam lebih Ia tidur. Sekarang tubuhnya terasa lebih ringan.

__ADS_1


"Olivia, Oliv?" panggil Dilon agak keras sambil memperhatikan sekitar kamarnya, sayangnya keberadaan pacarnya itu tidak terlihat.


Dilon pun segera beranjak dan keluar kamar, Ia berjalan mencari sambil merapihkan rambutnya. Apa mungkin pacarnya itu sudah pulang? Tetapi kan tadi Dilon meminta jangan dulu pulang sebelum Ia bangun.


"Kamu mau kemana Dilon?" tanya Aiden yang muncul dari dapur.


"Papa lihat Olivia gak? Apa dia sudah pulang dari tadi?" tanya Dilon dengan nada suara agak paniknya.


Bukannya langsung menjawab, Aiden malah memperhatikan penampilan putranya itu. Sepertinya yang Olivia bilang tadi benar, dan sekarang Dilon baru bangun tidur.


"Dia ada di dapur, lagi masak sama Erika. Jangan panik gitu lah, Olivia gak akan hilang juga," jawab Aiden agak sedikit meledek, terlihat sekali jika Dilon itu bucin pada Olivia.


Mengetahui itu membuat Dilon jadi agak tenang, Ia pun akan mengecek langsung di dapur. Ternyata benar Olivia belum pergi, perempuan itu terlihat asik sekali membantu masak di pantri dengan Erika dan satu pembantu di rumahnya.


"Nyonya ini kerang nya mau dimasak apa?" tanya pembantu itu.


"Pakai saus padang juga enak, saus asam manis juga bisa. Terserah bibi aja," jawab Olivia.


"Ya sudah bibi rebus dulu ya kerang nya sebentar." Pembantu itu pun kembali fokus ke pekerjaannya sendiri.


Saat Olivia sedang mencuci tangannya, tidak sengaja Ia melihat seseorang di ambang pintu dapur. Senyumannya langsung melebar melihat itu adalah Dilon. Setelah mengeringkan tangannya, Ia pun menghampiri pacarnya itu.


"Sudah bangun tidur ya pangeran?" tanya Olivia meledek.


"Hm iya, gue kaget pas gak lihat lo di kamar. Tadinya gue mau nyusul, tapi Papa bilang lo lagi masak di dapur," jawab Dilon sambil merapihkan helaian rambut Olivia yang di gelung.


"Habisnya aku bosen di kamar kamu, jadinya main deh ke bawah. Tadi juga sempet ngobrol sama Papa kamu, terus pas Tante Erika datang langsung diajak masak," ucap Olivia.


Kernyitan terlihat di kening Dilon, "Emangnya lo ngobrolin apa sama Bokap gue?" tanyanya penasaran.

__ADS_1


Tetapi Olivia hanya menggeleng sambil tersenyum kuda, perempuan itu tidak mau cerita karena ini kan rencana rahasianya. Untuk mengalihkan, Olivia pun menarik tangan Dilon ke pantri untuk mengajaknya masak juga.


"Dilon mau bantu juga?" tanya Erika melihat kedatangan putra tirinya itu.


"Em bantu apa?" tanya Dilon bingung.


"Tolong halusin bumbu yang disitu, nanti yang tumisnya biar bibi aja," perintah Erika menunjuk beberapa bumbu yang sudah disiapkan di wadah.


Dilon mengangguk pelan lalu melakukan itu, sempat Ia bertanya lagi pada Olivia karena takut salah. Olivia juga melanjutkan pekerjaannya memastikan udang yang di gorengnya tidak terlalu matang.


Mereka terlihat fokus sekali mengerjakan tugas masing-masing. Aiden yang baru datang ke dapur sampai dibuat terdiam, tapi tidak bisa berbohong hatinya merasa terharu melihat kebersamaan itu. Dulu tidak bisa seperti ini, tapi setelah Olivia datang semua jadi berubah.


"Aiden nanti kita makannya dimana?" tanya Erika pada sang suami yang sudah kembali, tadi katanya perutnya sakit dan ingin buang air besar.


"Di halaman belakang aja yuk makannya biar lebih enak sekalian lihat pemandangan," ajak Aiden dengan senyuman lebarnya.


"Boleh-boleh," angguk Olivia setuju, makan di tempat terbuka seperti itu kan selalu menambah nafsu makan.


Padahal Olivia di sini hanya orang asing, tapi ikatannya dengan mereka sudah erat membuatnya pun seperti anggota keluarga di sini saja. Awalnya saja dulu malu-malu, sikap menerima mereka lah yang membuat Olivia nyaman dan merasa betah.


Satu jam kemudian akhirnya semua masakan pun jadi, Aiden juga ikut membantu memindahkan makanan ke halaman belakang. Ada meja dan empat kursi khusus di sana, biasanya selalu digunakan juga untuk makan-makan.


"Wah kelihatan enak semua, kaya makanan di restoran," celetuk Olivia membuat yang lain tertawa.


"Ini juga berkat bantuan kalian, makasih ya sudah bantuin tadi di dapur," ucap Erika sambil menatap lembut Dilon dan Olivia bergantian.


Aiden lalu berdehem pelan, membuat perhatian semua tertuju kepadanya. Pria paruh baya itu yang akan memimpin doa, yang lain juga pasti sudah lapar, apalagi para perempuan yang lebih sibuk bekerja di dapur.


Makan siang itu terasa sangat menyenangkan, mereka makan dengan lahap di iringi obrolan ringan. Olivia merasa senang karena bisa menciptakan suasana hangat ini lagi, apalagi Ia juga berada di sini.

__ADS_1


__ADS_2