Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Ingin Selalu Bersamamu


__ADS_3

Olivia mendapat kabar dari Dilon kalau Ibu tirinya sudah melahirkan di rumah sakit. Dengan segera Ia pun memberitahu kedua orang tuanya, tidak lama mereka pun langsung menuju rumah sakit itu.


Sekarang sudah pukul delapan malam, dan untungnya lagi besok adalah tanggal merah jadi bisa bersantai. Kai juga bahkan ikut, anak itu tidak mau ditinggalkan sendirian di rumah.


"Dilon!" panggil Olivia agak keras di Koridor rumah sakit itu.


Dilon yang tadinya sedang duduk pun langsung beranjak, senyuman lebar terlihat di bibirnya melihat kekasihnya itu datang dengan keluarga nya. Terlebih dahulu Ia salam agar terlihat sopan, tidak lupa juga menyapa Kai.


"Apa proses melahirkannya sedang berlangsung atau masih pembukaan?" tanya Keisha penasaran.


"Katanya sudah melahirkan Tante, Papa juga di dalam sedang mengadzani tadi," jawab Dilon.


Olivia lalu menyenggol pelan bahu Dilon, hingga membuat pria itu menatapnya, "Cie sekarang punya adik ya, gimana nih rasanya punya adik di usia tua gini?" tanyanya menggoda.


"Pssttt tua? Enggak lah, gak papa kali delapan belas tahun masih punya adik bayi," sahut Dilon berusaha menahan tawa nya, memang pacarnya ini bisa saja.


Melihat pintu ruangan di depan terbuka, membuat semua mengalihkan pandangan dan tersenyum karena itu adalah Aiden. Tidak bohong ekspresi wajahnya terlihat lelah, bahkan peluh keringat pun di kening nya.


Orang tua Olivia pun langsung menghampiri teman nya itu dan mengucapkan selamat atas kelahiran anak nya. Katanya jenis kelamin perempuan dan sehat, membuat semua ikut senang.


Untungnya semua pun di perbolehkan masuk ke dalam kamar itu untuk melihat Erika dan bayi nya. Belum diberikan asi karena belum keluar, masih usaha.


Tiba-tiba Kai pun menyeletuk, "Mah Pah, aku bakalan punya adik lagi juga gak?"


Pertanyaan dari anak kecil itu membuat semua orang di sana terhibur hingga tidak bisa menahan tawa, namun Kai malah kebingungan melihat reaksi mereka semua. Maklum anak kecil, jadi tidak mengerti.


"Aduh Kai kamu ini ah, enggak lah," tolak Keisha sambil mencubit gemas pipi putranya itu. Agak malu karena putranya ini terlalu polos.


"Loh kenapa? Kayanya kalau aku punya adik bakalan seru, tenang aja nanti aku ajak main kok," katanya belum menyerah.

__ADS_1


Kevin lalu menyahut, "Ekhem kalau Papa sih sebenarnya gak masalah, tapi ya semua ada di tangan Mama."


Keisha yang kembali ditatap semua orang seperti meminta penjelasan langsung menutup wajah malu sambil menghela nafas berat. Kembali semua di sana pun tertawa merasa terhibur dengan tontonan lucu itu.


Untuk mengalihkan obrolan, Keisha memberikan kado berukuran lumayan besar pada Erika. Isinya beberapa peralatan makan komplit bayi, berharap temannya itu menyukainya.


"Ya ampun makasih ya Keisha sudah repot-repot ngasih kado segala," ucap Erika dengan suara serak nya, tanda masih kelelahan.


"Ish enggak ngerepotin kok, ini kan namanya hadiah. Aku ikut senang kamu bisa lahiran dengan lancar, anaknya nanti pasti bakalan cantik kaya kamu," kata Keisha menghibur.


Beralih pada Olivia dan Dilon yang sekarang sedang memperhatikan bayi mungil itu di keranjang khusus nya. Biasanya kalau kulitnya merah begini, setelah besar akan putih. Sudah bisa dibayangkan akan secantik apa.


Sebelah tangan Olivia terulur mengusap lembut bagian perut bayi itu yang tertutupi selimut hangat. "Namanya siapa?" tanyanya.


"Kata Papa namanya Daniella, nama depannya sama huruf D kaya aku," jawab Dilon sambil tersenyum-senyum, tidak bisa menahan rasa senang akan hal itu.


"Wah iya bener, jadi iri deh. Aneh banget emang keluarga aku tuh, mereka semua nama nya awalan huruf K, sedang aku O. Kaya anak pungut aja," celetuk Olivia yang mengundang tawa dari Dilon.


Ia tidak masalah sama sekali.


"Rumah kamu pasti bakalan lebih ramai setelah ini. Nanti aku juga kayanya bakalan sering mampir soalnya Daniella lucu banget," gumam Olivia dan langsung diangguki Dilon, pria itu malah senang.


Perhatian mereka teralih melihat Keisha menghampiri dan menepuk bahu keduanya. "Ayo coba kalian gendong, berani gak?" tanyanya.


"Hahaha enggak deh Mah, masih terlalu kecil, takutnya salah gendong dan malah kenapa-napa," jawab Olivia dan Dilon mengangguk setuju.


Tetapi ternyata Keisha tetap kekeuh menyuruhnya menggendong, katanya belajar juga karena kalau tidak berani-berani ya tidak akan bisa. Dua pria dewasa di pojok yang menonton pun ikut mengiyakan setuju.


Akhirnya Olivia dan Dilon pun menurut dan akan bergantian menggendong Daniella. Mereka sih berani-berani saja, hanya takut salah gendong dan bayi nya jadi menangis. Tetapi sekali lagi, mereka harus berani.

__ADS_1


"Begini bukan Mah cara gendong nya?" tanya Olivia meminta pendapat. Ia terlihat ber hati-hati sekali.


"Kalau kamu nyaman gendong nya berarti dia juga nyaman, jangan gugup," kata Mama nya sambil sedikit membenarkan gendongan.


Setelah dirasa lebih nyaman menggendong, Olivia pun menatap ke bawah pada bayi merah di pangkuannya. Senyumannya semakin melebar melihat mata bayi itu perlahan terbuka dan menatapnya juga Dilon di sebelahnya bergantian.


"Wah kalian benar-benar cocok ya, sudah cocok juga punya anak," celetuk Aiden menggoda.


Keisha pun tertawa kecil lalu menyetujui, "Haha iya bener, sudah cocok kok punya anak. Kalian juga kan sudah dewasa."


Ya mungkin dari penampilan terlihat begitu, tapi kan kesiapan mental keduanya pasti belum kuat untuk memiliki anak di usia se dini ini. Dilon saja pernah mengajak Olivia serius, tapi langsung ditolak.


Keisha pun akan mengabadikan moment itu, menyuruh dua remaja itu berpose romantis layaknya suami istri yang sedang menggendong bayi mereka. Beberapa kali jepretan Ia dapat, dan semuanya tampak serasi.


"Hehe apa boleh Mama posting di sosial media Mama? Pasti teman-teman bakalan heboh dan nganggap anak gadis Mama ini sudah nikah dan punya anak," gumam Keisha yang tertawa-tawa asik sendiri.


Olivia hanya memutar bola matanya melihat kelakuan narsis Mama nya itu, Ia tidak terlalu peduli juga jika Mama nya itu memposting fotonya dengan Dilon yang sedang menggendong Daniella. Toh mereka kan memang pasangan, walau masih sebatas pacaran.


"Nanti kalau kita sudah nikah, kamu pengennya anak cewek atau cowok dulu?" tanya Dilon tiba-tiba.


"Hm kalau aku sih pengennya cowok dulu, biar dia jagain adik cewek nya nanti," jawab Olivia dengan senyuman tertahannya.


Dilon pun mengusap puncak kepala Olivia pelan. "Kalau aku sih terserah, pasti aku akan tetap sayang sama dia nanti. Yang penting kamu nya dulu yang selalu sehat, karena aku lebih sayang sama kamu," katanya.


Ternyata keluarganya mendengar dan langsung bersorak menggoda, membuat pasangan kekasih itu tersenyum-senyum merasa malu dan salah tingkah. Ya semoga saja hubungan mereka selalu baik-baik saja dan langgeng, lalu nanti melanjutkan ke hubungan serius.


SELESAI


***

__ADS_1


Perjalanan yang panjang ya teman2, terima kasih banyak untuk semuanya yang sudah mampir baca. Selanjut nya saya akan lanjut ke cerita sekuel, tapi pemeran utama nya bukan lagi Olivia dan Dilon.


Terus siapa? Yang tertarik bisa lanjut baca saja ya 🤗


__ADS_2