Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 23


__ADS_3

Saat sedang sendirian, lamunan Daniella terhenti melihat sebotol minuman dingin di sodorkan di depannya. Ia pun mengangkat kepala untuk melihat siapa pemberi itu, dan ternyata adalah Andra.


"Sendirian aja nih, jangan ngelamun nanti kesambet lagi," kata Andra bergurau sedikit.


"Bisa saja kamu Andra," dengus Daniella sedikit terhibur. Tanpa menolak Ia pun menerima minuman dingin itu tidak lupa mengucapkan terima kasih.


Sambil minum lewat ekor mata nya memperhatikan Andra yang duduk begitu saja di sebelah nya. Ia terlebih dahulu menutup minuman itu lagi dengan rapat, lalu menatap ke depan pada beberapa murid lelaki yang sedang bermain futsal.


Suasana di sana sangat nyaman, duduk di bawah pohon rindang. Walaupun cuaca siang itu sangat terik, tapi tidak dirasakan saat duduk di sana. Untuk beberapa saat, keduanya malah saling terdiam menyelam dengan pikiran masing-masing.


"Dimana Mia, tumben gak bareng, biasanya kalian kemana-mana selalu berdua." Tanpa diduga, Andra menanyakan hal itu.


Daniella langsung tersenyum penuh arti, kedua matanya pun tanpa sadar berbinar merasa tertarik. "Dia lagi ada kumpulan ekskul, kan ketua nya. Kenapa, kangen ya?" tanyanya menggoda.


"Hah kangen? Haha enggak, bukan gitu Daniella," jawab Andra tertawa kecil. Jangan bilang perempuan itu salah paham lagi dari perkataannya.


Daniella hanya tersenyum-senyum saja dan menduga jika sepertinya Andra itu mulai ada rasa tertarik pada sahabatnya. Sudah sejauh apa mereka pdkt? Ia sempat diceritakan Mia, kalau dengan Andra sudah saling follow di ig dan bertukar nomor ponsel juga.


"Ekhem Andra kalau misal kamu mau nembak Mia, harus serius ya dan jangan mainin perasaan dia. Aku sebagai sahabat sih pasti dukung-dukung aja, asal Mia bahagia," celetuk Daniella.


Andra pun menatapnya bingung. "Kamu ini bicara apa sih? Dari tadi melantur begitu. Aku dan Mia gak ada apapun kok, kita cuman temanan."


"Iya sekarang masih teman, tapi pasti sudah mesra dan sebentar lagi pasti jadian hehe," sahut Daniella tertawa kecil sendiri.

__ADS_1


Andra malah menghela nafas berat mendengar itu, hatinya agak sedikit sakit karena Daniella malah mendukung nya bersama sahabatnya sendiri. Padahal perempuan itu juga tahu jika yang Ia sukai adalah Daniella.


Kalau dilihat dari sikap Daniella yang malah mendorong nya agar bersama Mia, bisa membuktikan jika Daniella memang tidak ada perasaan suka kepadanya seperti yang Ia rasakan. Sedih sekali, ternyata perjuangannya belum berhasil juga.


"Daniella, apa kamu pernah merasa cinta bertepuk sebelah tangan?" tanya Andra tiba-tiba.


Tawa Daniella pun terhenti, perlahan menoleh pada Andra dengan tatapan sulit di artikannya. "Memangnya kenapa?"


"Tidak apa, tapi sepertinya kamu tidak pernah merasakan cinta bertepuk sebelah tangan ya. Kamu kan sempurna, orang yang kamu suka pasti akan suka juga," kata Andra sambil tersenyum pedih.


Sayangnya perkataan pria itu salah, karena sekarang Daniella sedang mengalami cinta bertepuk sebelah tangan. Malahan sudah berlangsung dari lama, dan sampai sekarang pun belum berhasil juga meluluhkan hati nya.


Jika di lihat kasus nya, Andra pun sedang mengalami seperti Daniella. Mereka saling mengejar orang lain yang tidak ada perasaan balik, dan rasanya pasti sangat menyesakkan walau sudah berjuang melakukan berbagai cara pun.


"Daniella, kalau kamu minta aku untuk jadian sama Mia, kayanya aku gak bisa. Aku bisa saja sebenarnya manfaatin dia dan jadiin dia pelampiasan karena gak bisa dapetin kamu juga, tapi aku gak mau jadi boomerang untuk aku suatu saat nanti," kata Andra kembali membuka suara.


"Maaf Andra kalau aku menyinggung kamu tadi, aku gak bermaksud apapun," ucap Daniella pelan. Sepertinya Ia terlalu berlebihan dan terang-terangan.


Tanpa diduga Andra malah membawa sebelah tangan nya ke genggaman. "Aku gak tahu sampai kapan kamu bisa buka hati untuk aku, aku juga gak tahu sampai kapan bisa bertahan kaya gini. Tapi pasti aku akan merasakan titik putus asa, jadi aku harap gak mengganggu kamu ya?"


Daniella hanya diam karena tidak tahu harus menanggapi bagaimana, perasaannya saat ini campur aduk sekali. Sebenarnya Ia agak kasihan dan tidak tega pada Andra karena mau menunggunya membuka hati, tapi pria itu sendiri yang bilang ingin Ia membalas nya dengan tulus.


Jika seperti itu, harus kuat hati saja dan terus menunggu.

__ADS_1


Daniella lalu menarik tangannya. "Andra aku mau bilang sesuatu, alasan aku gak bisa suka sama kamu karena aku sudah mencintai orang lain," ujar nya blak-blakkan.


"Benarkah? Jadi kamu sudah punya pacar?" Andra terlihat tegar sekali saat bertanya itu, tapi tidak heran karena Daniella ini memang cantik dan pasti banyak yang suka.


"Bukan, aku belum jadian kok sama dia. Tapi aku beneran suka sama dia, aku bahkan sudah merasakan perasaan ini dari lama, lebih dari kamu. Kita sama nasib nya, sedang menunggu seseorang.


Jadi aku tahu gimana perasaan kamu, aku juga ngerti kenapa kamu masih mau bertahan. Hanya menurut aku, lebih baik kamu berhenti karena sepertinya perasaan aku sampai kapanpun gak akan berubah.


Kita tetap akan menjadi teman."


Cukup panjang yang Daniella katakan, agar Andra itu bisa mengerti dan paham. Anggap saja ini seperti sebuah penolakan, entahlah apa setelah ini pria itu akan menyerah atau tetap akan bertahan.


Andra terlihat menghembuskan nafasnya berat. "Jadi begitu ya, itulah alasan kamu sulit buka hati untuk aku ataupun orang lain. Hm beruntung banget ya orang yang kamu sukai itu, aku jadi penasaran seperti apa dia."


Daniella menanggapi hanya dengan senyuman tipis, lalu keduanya pun kembali terdiam dengan pikiran masing-masing. Menurut nya Kai itu memang spesial, tidak ada yang akan sama seperti nya dan membuat hatinya berdebar walau hanya menatap wajah saja.


Melihat Mia berjalan mendekat dari kejauhan, membuat Daniella memutuskan beranjak dan menghampiri. Semoga sahabatnya itu tidak salah paham karena tadi sudah berduaan dengan Andra.


"Sudah selesai kumpulannya?" tanyanya basa-basi.


"Sudah kok, kamu habis ngobrol apa sama Andra?" tanya Mia penasaran. Sempat bertatapan dengan lelaki itu, tapi hanya sekilas.


Daniella malah menggeleng. "Bukan apa-apa, cuman cerita hal konyol," jawab nya asal.

__ADS_1


Konyol ya? Ya bisa dikatakan begitu. Lebih tepat nya Ia dan Andra sama-sama orang konyol, alias bodoh karena masih setia menunggu orang yang disukai membuka hati.


Tetapi pasti dari dalam hati, masih ada harapan kecil suatu saat orang yang disukai itu luluh.


__ADS_2