
Untungnya kecanggungan itu terhenti melihat kepulangan Dilon. Si kembar langsung turun dari gazebo dan berlari memeluk Papa nya dengan riang. Melihat senyuman lebar Dilon, sudah dapat dipastikan jika rasa lelah di tubuhnya pun pasti seketika menghilang saat itu juga.
"Papa gendong dong," pinta Fiona sambil merentangkan kedua tangan.
Filio yang mendengar itu langsung nyeletuk. "Kamu berat Fiona, kaya anak kecil saja."
"Ish biarin lah, kita kan emang anak kecil. Kenapa, cemburu ya?" tanya Fiona sinis lalu memeletkan lidah nya mengejek.
Sebelum pertengkaran itu semakin berlanjut, Dilon pun memutuskan menggendong putrinya dengan agak kesusahan karena memang bukan anak kecil lagi. Memang selalu ada saja tingkah anaknya yang satu itu, Ia pun ikut bergabung duduk di gazebo.
"Loh ada Papa sama Daniella juga ya, pantesan di depan mobilnya kaya familiar. Dari kapan kalian di sini?" tanya Dilon setelah duduk, sedang Fiona sudah turun lagi.
"Sudah dari beberapa menit lalu, Papa jemput Daniella pulang les dan kesini dulu nganterin pesanan," jawab Aiden.
Melihat di meja masih ada beberapa makanan tersisa dengan nama merek terkenal itu, membuat Dilon menggelengkan kepala karena sudah bisa menebak jika yang minta dibelikan pasti Fiona.
Apalagi putrinya itu manja sekali pada Opa dan Oma nya, sudah begitu kedua orang tuanya maupun mertuanya juga selalu memanjakan. Untungnya mereka tidak pernah keberatan jika direpotkan Fiona, mungkin karena sanking sayang.
"Papa sama Daniella jangan dulu pulang ya, gimana kalau kita makan malam di sini?" tawar Olivia. Mungkin di dapur pembantunya juga sudah menyiapkan.
Daniella lalu melirik Aiden. "Kalau aku sih terserah Papa mau makan di sini atau di rumah juga," jawab nya.
Aiden tidak langsung menjawab karena sedang berpikir. Kalau misal Ia makan di sini kasihan juga pikirnya Erika di rumah makan sendirian, sepertinya harus menolak.
__ADS_1
"Papa mau makan di rumah saja, kasihan Mama kamu kalau makan sendirian," jawabnya setelah memutuskan.
Dilon dan Olivia mengangguk bisa mengerti. Walaupun orang tua mereka itu sudah tidak lagi muda, tapi masih harmonis membuat iri siapa saja. Ya keduanya pun bertekad akan tetap harmonis sampai menua pun.
Daniella pun memutuskan akan makan di rumahnya saja ikut bersama Papa nya. Padahal sudah Dilon bujuk nanti akan di antar, tapi menolak dengan alasan ingin cepat istirahat. Mereka pun terlebih dahulu akan mengantar sampai ke depan.
"Kak Ella kalau pulang sekolah main dong kesini, kan gak jauh juga," pinta Fiona sambil menarik-narik tangannya.
Sebelah tangan Daniella terulur merapihkan rambut panjang Fiona yang terasa lembut. "Iya nanti Kakak pasti sempetin waktu deh, sekarang kan lagi banyak les jadi selalu sore pulang nya."
Kalau saja orang tuanya memberikannya kendaraan pribadi, mungkin Daniella bisa bebas kesana-kemari. Sayangnya mereka terlalu khawatir Ia kenapa-napa, padahal Daniella bisa menyetir mobil, belajar dari Dilon.
Sebelum pergi mereka pun menyalami tangan satu sama lain, dan dengan jahil nya Daniella mengecup wajah si kembar sampai keponakannya itu merengek, membuatnya tertawa sendiri karena selalu suka sudah menggoda mereka.
"Terus kenapa kalian tolak, padahal gak papa kalau mau makan di sana juga," kata Erika sambil memukul pelan tangan suaminya, Ia malah rasanya jadi tidak enak karena suaminya menolak tawaran baik dari anaknya.
Aiden terlihat tersenyum kikuk. "Habisnya aku gak tega kalau kamu makan sendirian di rumah, biar aku temenin," jawab nya.
"Ish dasar, aku gak papa kok." Erika lalu kembali tersenyum, merasa terharu mendengar itu.
Daniella pun ijin pergi ke kamarnya di lantai atas, melihat keromantosam kedua orang tuanya jadi membuatnya ngenes sendiri karena sampai usia tujuh belas tahun belum pernah romantisan begitu dengan orang yang dicintai.
Sikap Kai memang ramah dan baik, tapi tidak pernah romantis karena selalu menganggapnya "Adik Kecil." Menyebalkan memang.
__ADS_1
Ia tidak langsung mandi, ingin bersantai sebentar sambil membuka instagram untuk melihat akun Kai. Selalu dibuat tersenyum dan kagum sendiri karena dari foto-foto pria itu menunjukkan sekali kesan pengusaha sukses yang berkelas.
"Hihi Om Kai bahkan gak pernah upload foto nya bareng Ayana, di instastory nya pun gak pernah. Kira-kira si Ayana sakit hati gak sih? Kaya gak dianggap gitu," gumam nya seorang diri sambil tersenyum-senyum sendiri.
Di akun instagram Ayana pun tidak ada foto nya sedang bersama Kai, Ia beranggapan jika Kai lah yang melarang karena harus menjaga citra baik nya sebagai CEO. Baguslah, jadi tidak banyak orang luar tahu kalau Kai sudah punya kekasih.
Dengan iseng Daniella pun melihat followers Kai yang mencapai puluhan ribu itu. Perlahan kernyitan terlihat di keningnya baru menyadari jika kebanyakan pengikut nya adalah perempuan.
"Huh pasti ini cewek-cewek gatel yang haus belaian dan matre makanya follow Om Kai. Apalagi Om Kai kan ganteng, kaya raya juga," dengus nya menggerutu pelan jadi kesal sendiri walau hanya membayangkan.
Dengan kasar Ia pun menyimpan ponsel nya di kasur sambil menghela nafas berat. Ia jadi ingin semakin bertekad kuat ingin mendapatkan hati Kai, karena pasti perempuan-perempuan itu akan patah hati.
Tok tok!
"Daniella kamu sudah mandi belum, ayo kita makan malam bareng!" teriak Erika dari luar kamar.
Daniella tersentak mendengar itu, meringis pelan karena Ia lupa belum mandi malah asik kepo instagram milik Kai. "Ekhem Mama sama Papa duluan aja makannya, aku baru mau mandi," sahut nya berteriak agar terdengar.
"Astaga kamu ini, jadi belum mandi? Mama kira dari tadi sudah. Jangan terlalu malam mandi nya, gak baik," tegur Erika lalu setelah itu terdengar suara langkah kaki menjauh.
Daniella pun memutuskan turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi, semua kebutuhannya sudah ada di dalam. Seperti biasa, Ia selalu lama di depan cermin karena sedang mengagumi kecantikannya.
"Ckck bisa-bisa nya ya Om Kai itu gak tertarik dan ke goda sama cewek cantik kaya aku. Apa karena wajah aku masih kelihatan baby face ya? Huh tunggu aja setahun dua tahun lagi, dia pasti gak akan nganggap aku anak kecil lagi," Batin nya semakin bertekad kuat.
__ADS_1
Melihat air di bathtub sudah penuh, Ia pun berhenti narsis dan segera mematikan keran. Tidak lupa memasukan sabun wangi nya dan mengucek air nya sampai sabun keluar banyak, setelah itu dengan perlahan masuk ke dalam bathtub.