Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Saling Menjaga Jarak


__ADS_3

Sepertinya Vanessa menepati janji untuk tidak centil lagi pada Dilon, buktinya di hari itu juga bersikap biasa saja kepada sahabatnya. Vanessa juga terlihat terus mendekati Olivia, seperti ingin bergabung menjadi temannya juga. Hanya saja Tasya dan Syifa terus mengingatkan, khawatir Vanessa hanya memanfaatkan saja.


Sepulang sekolah rencananya Olivia akan ke perpustakaan di tengah kota, meminjam sebuah buku dari sana. Dilon hanya mengantarnya saja sampai di depan, katanya pria itu ada urusan penting dengan teman-temannya. Olivia pun tidak masalah pergi sendirian, malah bisa lebih santai.


"Kak ada buku kurikulum Fisika untuk kelas dua belas gak?" tanya Olivia pada salah satu penjaga di sana. Perpustakaan ini memang sangat besar, jadi akan kesulitan juga mencarinya.


"Ada Kak, mari saya antarkan." Pekerja itu dengan senang hati menunjukkan jalan. Rak bukunya ternyata ada di bagian belakang, tidak terbayang jika Olivia harus mencari sendirian.


Setelah mendapatkan bukunya, Olivia tidak lupa mengucapkan terima kasih. Ia meminjam buku ini untuk dibaca, menambah ilmu juga karena sebentar lagi kan Ujian Nasional. Tinggal bulan depan, rasanya berdebar sekali dan harus mempersiapkan diri.


Saat sedang mencari tempat untuk duduk, pandangan Olivia malah tidak sengaja melihat seseorang yang duduk sendirian di bagian pojok. Detak jantungnya seperti berhenti beberapa saat, sanking tidak menyangka jika itu adalah Septian. Dengan memberanikan diri, Olivia pun menghampiri.


"Septian, itu kamu bukan?" tanyanya sambil menyapa dengan lembut.


Pria yang tadinya sedang fokus membaca lalu menurunkan bukunya. "Olivia, kamu di sini juga?" tanyanya balik dengan ekspresi terkejut.


"Iya aku kebetulan lagi pinjam buku, gak nyangka ketemu kamu di sini," angguk Olivia. "Kamu kemana saja Septian? Beberapa hari ini aku gak lihat kamu di sekolah."


Ekspresi wajah Septian terlihat tidak nyaman, pria itu pun menjawab. "Gak papa kok, cuman pengen istirahat aja beberapa hari ini. Nanti besok juga mau masuk sekolah lagi."

__ADS_1


Olivia menganggukam kepalanya pelan dan tidak bertanya lagi, merasa suasana di sana menjadi canggung saja. Ya bagaimana tidak canggung, pria itu kan beberapa waktu lalu sempat menyatakan cinta kepadanya, tapi Olivia tolak.


Semenjak hari itu pun, Olivia tidak pernah melihat Septian lagi di sekolah. Entah kemana? Tetapi hubungannya juga dengan Septian sudah tidak se akrab dulu lagi, bahkan Olivia sendiri yang meminta pada Septian untuk menjaga jarak dengannya.


"Kamu pasti lagi fokus baca ya, maaf sempat ganggu. Aku juga mau nulis rangkuman. Kalau gitu, sampai ketemu lagi Septian." Setelah mengatakan itu, Olivia berbalik dan pergi dari sana. Ia akan mencari meja lain, setidaknya tidak dalam pantauan Septian.


Setelah menemukan mejanya, Olivia duduk di sana dan mengeluarkan alat tulisnya. Karena semua meja berjejer saling berhadapan, jadi Olivia masih bisa melihat Septian di kejauhan. Apalagi keadaan perpustakaan sore itu lumayan sepi, tapi Olivia berusaha fokus dengan pekerjaannya sendiri.


Entah berapa lama Olivia menulis rangkuman beberapa materi khusus itu. Saat melihat lampu perpustakaan dinyalakan, baru membuatnya sadar jika waktu sudah mau malam. Saat melihat jam tangan, terbelak karena sudah pukul enam sore lagi.


"Huft kayanya aku harus pinjem bukunya, masih banyak rumus yang belum aku tulis," gumam Olivia seorang diri. Saat sedang merapihkan barang-barangnya, Olivia sempat melirik ke meja Septian. Ternyata pria itu sudah pergi, entah sejak kapan.


Sebelum pulang Olivia sempat minta izin pada penjaga akan meminjam buku, dan Ia diberikan waktu hanya dua hari saja. Setelah selesai perempuan itu keluar dari bangunan itu, langsung menghela nafas lega melihat jalanan yang ramai. Langit sekarang sudah benar-benar gelap.


"Heh-heh itu bukannya cewek si Dilon ya? Bener gak sih? Yang waktu itu kita temuin di Kafe si Septian," tegur salah seorang mereka, membuat yang lain pun langsung melihat ke arah yang ditunjuk.


Olivia tersentak saat dirinya menjadi pusat perhatian beberapa lelaki yang memakai jaket samaan itu. Ia pun segera membawa ponselnya dan pura-pura sibuk. Kenapa mereka memperhatikannya terus sih? Ia kan jadi gugup.


"Oh iya bener, kalau gak salah namanya Olivia. Lagi ngapain dia di sana? Apa sama si Dilon juga atau lagi sendirian?" kata ketua geng mereka. Tatapannya terlihat dalam sekali pada gadis cantik itu.

__ADS_1


Septian lalu berdehem pelan, "Tadi gue juga ketemu dia di dalam, kita sempat nyapa dan ngobrol," jawabnya.


Seseorang lalu menepuk bahu Septian. "Oh iya, seragam kalian sama, berarti kalian satu sekolah ya. Wah-wah lo akrab juga sama ceweknya si Dilon, Jangan-jangan lo naksir ya sama dia?" tanya temannya.


Mendapat pertanyaan seperti itu, Septian hanya tersenyum dengan pandangan tidak lepas dari Olivia. Ya Ia memang masih menyukai gadis itu, rasanya sulit sekali untuk melupakannya. Walaupun sudah ditolak, tapi tidak membuatnya menyerah.


"Itu berarti dia lagi sendirian, hehe gimana kalau kita godain?"


Septian kini yang tersentak mendengar rencana jahat itu, perasaan tidak nyaman perlahan hinggap di dadanya. Sebelum temannya itu pergi, Ia segera menahannya dengan memegang tangannya erat.


"Jangan ganggu dia, kalau sampai dia laporin ke si Dilon bisa bahaya. Mungkin aja si Dilon ada di sekitar sini, biasanya juga dia gak jauh-jauh dari Olivia!" cegahnya dengan suara berat. Septian hanya tidak mau Olivia dipermainkan oleh teman-temannya yang bejad ini.


Tidak lama akhirnya jemputan Olivia datang juga. Sebelum masuk mobil, Ia sempat-sempatnya melirik ke arah kumpulan itu, lebih tepatnya melihat Septian. Tetapi Olivia memutuskan cepat masuk, karena ternyata mereka semua masih memperhatikannya.


Saat mobil berjalan dan pergi dari sana, membuat Olivia dapat bernafas lega merasa dirinya sekarang sudah aman. Ia terdiam memikirkan banyak hal, merasa bingung kenapa Septian terlihat akrab sekali dengan laki-laki itu. Sekarang Olivia sudah ingat mereka, yang waktu itu mengobrol dengan serius bersama Dilon di Kafe saat mereka kencan.


Drrtt!


Mendengar deringan ponselnya, membuat Olivia terkejut dan lamunannya pun terhenti. Saat melihat jika penelepon nya adalah Dilon, segera Ia pun mengangkat nya.

__ADS_1


["Lo udah pulang belum? Jemputan udah sampai belum? Kalau belum gue ke sana sekarang ya?"] tanya Dilon.


"Gak usah, aku sudah pulang kok. Ini lagi di perjalanan, dijemput supir rumah. Kamu masih di rumah temen kamu itu? Jangan lupa makan ya, terus nanti pulang jangan terlalu malam," ucap Olivia menasehati. Sepertinya Olivia tidak akan cerita tentang kejadian ini, takut menjadi masalah.


__ADS_2