Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Tidak Membuatnya Senang


__ADS_3

Selesai menggunakan skincare rutinnya, Olivia pun naik ke ranjang bersiap untuk tidur. Seperti malam minggu biasanya Ia tidur memang agak malam, tadi selesai nonton film baru tema badboy kesukaannya. Dilon sebelumnya juga sudah pukul dari jam tujuh juga.


Baru saja mematikan lampu utama dan menyisakan lampu tidur, perhatian Olivia teralih mendengar ponselnya bergetar. Ia pun membawa untuk melihatnya, kernyitan dalam terlihat di keningnya melihat itu adalah pesan dari Septian. Karena penasaran Ia pun membukanya.


Foto.


[Malam ini aku dan Dilon akan balapan satu lawan satu, kamu mau menonton pertandingan kita? Waktunya tinggal setengah jam lagi.]


Kedua mata Olivia terbelak melihat foto yang dikirim Septian adalah Dilon yang sedang naik motor ditemani banyak teman-teman nya. Terlihat suasana di sana sangat ramai, sepertinya tempat balapan seperti itu. Kenapa Septian mengirimkan ini?


[Kalau kamu penasaran dan mau kesini, ini alamatnya. ] pesan tidak lama kembali masuk, alamat itu kalau dihitung tidak terlalu jauh juga dari rumahnya.


"Ish Dilon ikut balap liar ya? Huh pantesan aja dia gak mau malam mingguan sama aku!" gerutu Olivia.


Perempuan itu pun mencoba menghubungi Dilon, sayangnya sudah dua kali pun tidak diangkat dan mengatakan sibuk. Olivia terus menggerutu, merasa semakin yakin jika Dilon sedang di sana dan akan balapan.


Setelah pergolakan batin yang cukup panjang, Olivia memutuskan akan pergi ke tempat balapan itu sendirian. Secara diam-diam pastinya, karena kalau orang tuanya tahu pasti akan mengomel. Olivia memutuskan naik motor milik Mamanya, Ia pinjam karena berpikir naik motor lebih cepat.


Walaupun sudah mau tengah malam, tapi keadaan jalanan masih terbilang ramai. Setelah belasan menit menempuh perjalanan, akhirnya Olivia pun sampai. Ternyata untuk masuk jalanan rahasia itu agak sulit, tapi setelah masuk terkejut karena banyak sekali orang.


"Aduh gimana nih? Ramai banget, aku bakalan susah nemuin Dilon," gumam Olivia seorang diri. Ia juga agak gugup karena kebanyakannya laki-laki, walau ada sedikit perempuan juga.


Olivia berjalan menelusuri tempat itu sambil memperhatikan sekitar mencari Dilon. Ia merasa banyak yang memperhatikannya, padahal penampilannya tidak mencolok. Pakai jeans dan jaket kulit, rambutnya Ia ikat ekor kuda agar simple.


Pluk!

__ADS_1


Merasakan tepukan di bahunya, membuat Olivia berbalik. Wajah laki-laki itu terasa familiar. "Ian, kamu Ian temannya Dilon bukan?" tanyanya.


"Iya gue Ian, jadi ini beneran lo Olivia? Kok bisa sih? Bukannya tadi si Dilon gak ajak lo ya kesini?" Ian balik bertanya merasa bingung.


Mendengar nama pacarnya disebut, membuat Olivia semakin yakin jika Dilon memang sedang ada di sini. "Heh Ian, anterin aku ke tempatnya Dilon. Aku harus ketemu sama dia!" perintahnya dengan ekspresi galak.


"Em tapi--"


Melihat perempuan itu melotot tajam padanya, membuat Ian jadi agak ciut dan akhirnya mau menunjukan juga jalannya. Olivia terus memperhatikan langkah, sedikit hati-hati karena banyaknya laki-laki di sana.


Melihat Ian berhenti lalu memanggil teman-teman geng nya, membuat perhatian mereka semua pun tertuju padanya. Sama seperti Ian tadi, mereka pun terlihat terkejut melihat kedatangan Olivia. Tetapi Olivia mencoba bersikap acuh, karena Ia sedang mencari Dilon.


"Dimana Dilon? Dia mau balapan kan?" tanya Olivia langsung. Hanya ingin bertemu pria itu cepat-cepat, setelah itu mengajaknya pulang.


Refal menggaruk belakang kepalanya, Ia lalu menunjuk pada satu arah. "Itu Dilon sudah siap-siap mau balapan!"


Olivia menggigit bibir bawahnya, perasaan khawatir itu semakin besar di dadanya. "Siapa lawannya? Apa Septian?" tanyanya pelan.


"Loh kok tahu sih Olivia?" tanya Ian terkejut.


"Ternyata benar." Batin Olivia. Tetapi Ia bingung kenapa Septian memberitahukan ini kepadanya, apa pria itu tahu jika dirinya sangat tidak suka jika Dilon ikut balap liar? Atau ada maksud lain?


"Oke-oke perhatian, sebelum kita mulai balapannya antara dua cowok ganteng ini. Kalian pasti penasaran kan apa yang sudah mereka taruhin? Penasaran kan?!" tanya seorang wanita berpakaian seksi memegang mic nya.


Semua orang di sana pun langsung mengangguk mengiyakan, mereka memang paling penasaran dengan dua lelaki itu. Biasanya taruhannya itu bukan main, namanya juga orang kaya. Semua penonton berdiri di sisi jalan, sedang Dilon dan Septian sudah duduk di motornya masing-masing.

__ADS_1


Si wanita seksi itu lalu mendekati seorang yang duduk di atas motor warna hijau. "Hallo Dilon ganteng, kalau misal kamu menang apa yang kamu pengen dari lawan kamu itu?" tanyanya sambil mengarahkan mic itu.


"Balikin motor gue bangsat, lo kerempeng gak cocok naik motor keren gue!" jawab Dilon agak kasar, tidak lama langsung terdengar sorakan meriah dari para pendukungnya.


MC itu lalu beralih pada Septian. "Nah kalau kamu ganteng, apa yang kamu mau minta dari Dilon kalau misal kamu yang menang?"


Septian membawa mic itu sambil membuka kaca helm nya. "Simple kok, gue gak butuh barang apapun karena gue udah kaya raya, tapi gue cuman pengen pacarnya aja sih," jawabnya sambil menyeringai.


Kembali sorakan terdengar, merasa perlawanan Septian tidak kalah sengit dan pasti sudah membuat emosi Dilon naik. Untungnya Dilon masih bisa menahan diri dan tidak sampai terjadi adu jotos, jadinya mereka pun langsung bersiap karena balapan akan segera dimulai.


Wanita lain berdiri di tengah jalan sambil membawa kain tipis yang di lambaikan di atas udara. Si wanita lalu menghitung dari satu sampai tiga, pada saat hitungan ke tiga dan kain itu di lemparkan, kedua motor itu langsung melaju dengan cepat.


Cukup lama penonton menunggu para pembalap datang, tapi mereka yakin pasti sengit sekali. Beberapa menit kemudian, salah satu datang lebih dulu. Sorakan kembali meriah karena yang datang menaiki motor warna hijau, tidak lain itu adalah Dilon.


"Dilon anjir lo hebat banget!"


"Dilon!!!"


Dilon menghentikan motornya di samping teman-teman nya yang berkumpul, saat membuka helm mereka langsung berhambur memeluk dan mengucapkan selamat padanya. Tetapi senyuman di bibir Dilon langsung pudar, saat matanya melihat pada satu titik.


"Olivia, itu beneran Olivia?" tanya Dilon agak ragu, Ia sampai mengucek matanya. "Hei itu bukan cewek gue kan?" Posisi perempuan itu memang agak jauh, nuansa di sana pun agak temaram.


Dilon menatap teman-teman nya meminta penjelasan, saat mereka mengangguk bersamaan membuat detak jantungnya seperti berhenti beberapa saat. Dilon lalu kembali menatap pada perempuan itu, tapi Olivia malah berlari pergi dari sana. Segera Ia pun turun dari motornya dan berusaha mengejar.


***

__ADS_1


Kalau kalian suka ceritanya jangan lupa like dan komennya ya biar aku makin semangat lanjutin ceritanya 🤗


__ADS_2