Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Memiliki Selera Yang Sama


__ADS_3

Saat Olivia sedang membaca buku sejarah, perhatiannya teralih pada seseorang yang tiba-tiba duduk di depannya. Awalnya Olivia pikir itu adalah Dilon, tapi ternyata Septian.


Repleks Olivia pun memperhatikan sekitar perpustakaan, merasa khawatir ada Dilon. Suasana di perpustakaan memang sepi, tapi tetap saja Olivia harus berjaga-jaga khawatir ada yang curiga.


"Septian, ada apa ya?" tanya Olivia.


"Aku tadi gak sengaja aja lihat kamu sendirian di sini, lagi baca buku apa?" tanya Septian balik.


"Sejarah mitologi gitu, lagi tertarik sama hal beginian," jawab Olivia sambil menunjukan sampul bukunya.


"Wah sama dong, aku juga suka loh tentang mitologi begitu. Malahan aku punya banyak buku teologi nya di perpustakaan rumah, komplit dari apapun juga," kata Septian terlihat semangat menceritakan.


Kepala Olivia memiring sedikit, "Kamu punya perpustakaan di rumah sendiri?" Tadi Ia tidak salah dengarkan?


"Punya kok, banyak buku di sana, kayanya lebih komplit dari perpustakaan umum, soalnya bukunya dari seluruh dunia," jawab Septian.


Mendengar itu membuat Olivia tertarik ingin mendengar lebih, apalagi kan Ia hobinya adalah membaca. Awalnya Olivia kira Septian bohong mengaku-ngaku suka dengan mitologi begitu, tapi saat menceritakan dan menjawab hal yang belum diketahui, sepertinya Septian memang benar tahu.


"Aku nyari season dua yang buku ini, tapi pas aku tanyain ke guru perpustakaan katanya gak ada, udah jarang," ucap Olivia merasa sedih.


"Aku punya season dua dari buku itu di rumah, bahkan ada season tiganya juga. Agak sulit dapetin, tapi bagian penjaga perpustakaan di rumah bisa dapet juga," ujar Septian.


"Sungguh? Wah hebat," puji Olivia tidak bisa menahan diri.


Septian dari tadi tidak bisa menahan senyumannya melihat reaksi Olivia yang semangat seperti itu, mereka terlihat nyambung sekali mengobrol untuk hal ini, memiliki selera yang sama.


Sebuah ide lalu melintas begitu saja di pikiran Septian, haruskah Ia ungkapkan? Agak ragu jika Olivia menolaknya, tapi lebih baik Septian coba saja dulu, dari pada tidak sama sekali.

__ADS_1


"Kamu mau pinjam?" tawar Septian tiba-tiba.


"Memangnya boleh ya?"


"Boleh dong, kita kan temen. Tapi gimana kalau kamu ikut aku langsung ke rumah, sekalian lihat-lihat buku lain, kamu pasti tertarik," ajak Septian, lalu bibirnya mengulum senyuman penuh arti.


Olivia tidak langsung menjawab, merasa bimbang mendapat tawaran seperti itu. Tentu saja Ia sangat ingin melihat perpustakaan milik Septian itu, sepertinya di sana banyak koleksi buku menarik kesukaannya.


Tetapi hal yang Olivia khawatirkan adalah Dilon, jika pria itu tahu kan bisa bahaya. Olivia hanya tidak mau membuat salah paham dan kedua lelaki itu kembali ribut. Mereka kan sudah punya konflik, malah Ia tambahkan.


"Jadi gimana Olivia, kamu mau ikut gak? Sepulang sekolah juga boleh, atau mau hari libur?" tanya Septian yang sudah tidak sabaran.


"Em gimana ya Septian, aku takut Dilon tahu. Kalau misal kamu aja yang bawain gimana?" Olivia menanyakannya dengan tidak enak, takut dianggap tidak tahu diri.


Ekspresi wajah Septian tidak lama menjadi datar, sudah Ia duga jika keraguan perempuan itu adalah Dilon. Sepertinya Olivia ini tipe pacar yang setia dan selalu tidak mau ada masalah dengan pacarnya, Septian jadi merasa semakin sulit menggapai saja.


"Hm kalau gitu kayanya gak bisa," kata Septian dengan helaan nafas berat, pura-pura merasa kecewa.


"Aku akan pinjemin ke kamu kalau kamu mau ke rumah aku. Jangan salah paham, aku cuman mau ajak kamu lihat perpustakaan di rumah aku aja. Aku tahu kamu suka baca, kamu pasti bakal suka di sana," kata Septian meluruskan.


"Sebenarnya aku juga tertarik Septian, tapi kamu tahu sendiri aku punya pacar dan gak mau buat dia salah paham. Apalagi kan hubungan Dilon sama kamu kurang baik, aku gak mau buat kalian ada masalah lagi," ucap Olivia sambil tersenyum tidak enak.


Septian mengangguk pelan berusaha mengerti, padahal hatinya berat sekali mengakui itu. Memang Dilon itu lah yang menjadi penghalang, seandainya saja tidak ada, Septian bisa bebas bersama Olivia.


Kembali Septian pun terpikirkan untuk bisa menyingkirkan pria itu, namun tentu tidak mudah. Itu hanya pemikiran liarnya saja, setiap orang juga pasti memiliki rencana buruk pada seseorang yang tidak disukainya.


"Ekhem Septian kayanya aku harus pergi, makasih ya sudah sempet nawarin, mungkin nanti akan aku pikirin lagi," ucap Olivia sambil beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Tunggu, jadi masih ada kesempatan? Kamu gak nolak gitu aja?" tanya Septian memastikan lagi.


"Iya, tapi kayanya gak tentu waktunya," kata Olivia sambil mengusap tengkuknya merasa malu.


"Gak papa kok, aku siap kapan aja. Aku jadi gak sabar kamu main ke rumah aku," ujar Septian sambil tersenyum lebar.


Olivia mengangguk pelan lalu berbalik untuk pergi dari sana. Setelah keluar dari perpustakaan entah kenapa hatinya lebih tenang, mungkin karena Ia sedang merasa aman saja dan tidak ketahuan.


Perempuan itu berjalan dengan riang menuju kelasnya, beberapa murid lain ada yang menyapa pun langsung Ia balas. Langkah Olivia lalu memelan melihat ada dua orang yang sedang duduk bersama di bangku dekat lapangan.


Di lihat dari belakang saja sudah bisa Ia kenali, jika itu adalah Dilon dan Vanessa. Olivia berkacak pinggang tepat di belakang dua orang itu yang sedang mengobrol. Lebih tepatnya Vanessa yang berusaha mencari perhatian Dilon.


"Ekhem lagi ngapain nih? Kayanya asik banget berduaan dari tadi," tegur nya dengan suara keras.


Dilon dan Vanessa pun terlihat terkejut lalu bersamaan menoleh ke belakang. Melihat jika itu adalah Olivia, Dilon pun langsung beranjak dan memasukan ponselnya ke dalam saku.


"Sayang, lo dari mana aja sih? Gue cariin dari tadi," tanya Dilon setelah berdiri di dekatnya.


"Jam kosong begini aku suka di perpustakaan, baca buku. Dari pada ngelakuin hal gak berguna, kaya gangguin orang," jawab Olivia ketus sambil melirik sekilas Vanessa, tentu saja Ia sedang menyindir perempuan itu.


"Cih sok rajin!" dengus Vanessa dengan wajah masamnya.


Sebelum kedua perempuan itu ribut, Dilon memilih menarik tangan Olivia pergi dari sana. Tetapi pria itu terkejut karena Olivia malah melepaskan lalu menjaga jarak dengannya.


"Lo kenapa sih?" tanya Dilon bingung.


"Kamu yang kenapa, sudah punya pacar masih nempel-nempel gitu sama cewek lain. Kayanya kamu ini suka ya di godain sama cewek-cewek?" tanya Olivia sinis.

__ADS_1


"Hah? Enggak kok, Vanessa kan--"


"Sudah ah mending aku pergi, maaf ya kalau ganggu kalian. Bye!" Setelah mengatakan itu, Olivia pergi dari sana sambil menghentakkan kaki tanda kesal.


__ADS_2