Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Terciduk Sedang Bersama


__ADS_3

"Em Refan kamu gak lagi buru-buru emangnya?" tanya Olivia mengalihkan pembicaraan.


"Gak terlalu sih, emangnya kenapa?" Refan bisa membaca ekspresi wajah perempuan itu terlihat cemas, "Aku mau nungguin Dilon dulu deh."


"Tapi aku gak jalan sama Dilon," jawab Olivia jujur. Hanya saja tidak akan jujur dengan siapa Ia sedang jalan.


"Terus lagi jalan sama siapa? Temen kamu?"


Olivia mengangguk dengan detak jantung yang semakin cepat. Ia tidak sengaja melirik ke arah pintu dan Septian sudah kembali, gawat sepertinya akan ketahuan. Mati lah Ia.


"Olivia, ini minuman sama cemilannya," teriak Septian dengan suara kerasnya, sepertinya sengaja.


Refan dibuat terbelak melihat kehadiran Septian, apalagi memanggil nama Olivia. Tunggu apa jangan-jangan teman yang perempuan itu maksud adalah Septian? Ia menatap perempuan dan pria itu bergantian dengan tatapan tidak percaya.


Olivia menundukkan kepala dengan helaan nafas berat, semua sudah terjadi dan sekarang sudah ketahuan. Rasanya sangat memalukan karena Ia seperti sedang terciduk selingkuh oleh teman pacarnya. Tetapi tunggu, Ia dan Dilon kan sudah putus.


Refan lalu menunjuk Olivia dan Septian berganti, "Kalian kok bisa jalan bareng? Olivia kamu selingkuh ya dari Dilon?" tanyanya memekik.


Baru saja Olivia akan membantah, Septian sudah lebih dulu membuka suara, "Hahaha dia gak selingkuh lah, kan sudah putus dari Dilon," katanya.


"Hah sejak kapan? Bukannya kalian masih bareng ya?" tanya Refan yang memang belum tahu ini.


"Lo kan temen deketnya, kenapa gak tanyain langsung aja sama Dilon? Kayanya sekarang dia lagi galau deh karena baru putus. Mending sebagai sahabat sejati, lo temenin gih Dilon, hibur dia sana," ujar Septian dengan nada mengejeknya.


Melihat ekspresi wajah Refan yang menjadi kesal dengan tatapan tajamnya pada Septian, membuat Olivia merasa keadaan ini tidak baik. Jangan sampai deh ada keributan, karena akan sangat memalukan.


Olivia segera turun dari mobil dan mendekati Septian, "Ayo kita pergi aja," ajaknya dengan suara pelan.

__ADS_1


"Oke sayang," ucap Septian yang sengaja mengeraskan lagi suaranya. Ia pun menurut untuk naik ke mobilnya, malas juga sih kalau ribut.


Olivia lalu beralih menatap Refan dengan pandangan tidak enaknya. Tatapan kesal pria itu kepadanya membuatnya sedikit gugup, setelah ini pandangan Refan padanya pasti akan berbeda. Ya walaupun tahu jika Ia dan Dilon memang sudah tidak bersama.


"Olivia, aku gak nyangka kamu begitu," Kata Refan entah apa maksudnya.


"Refan jangan salah paham, aku--"


Refan pun segera menyela, "Walaupun kamu sudah tidak dengan Dilon, tapi bukankah ini terlalu cepat? Kayanya kamu gak se cinta itu ya sama Dilon? Kasihan dia," katanya sinis.


Merasa tidak mau emosinya semakin naik, Refan pun memutuskan pergi dan segera naik ke motornya lalu pergi dari sana. Tatapannya tidak lepas sedikit pun dari Olivia, merasa kesal dan kecewa karena sahabatnya diperlakukan begitu oleh seorang perempuan. Padahal baru kali ini Dilon setulus itu pada perempuan.


"Olivia ayo naik, kita pergi sekarang!" ajak Septian yang sudah menyalakan mobilnya.


Dengan helaan nafas berat Olivia pun kembali naik ke mobil itu. Ia lalu meminta pada Septian untuk menurunkan atapnya lagi, merasa malu dan takut ketahuan lagi. Memang tidak tahu akan kebetulan seperti itu.


"Sekarang kita mau kemana? Kamu mungkin mau jalan ke mana gitu?" tanya Septian. Ia menyalakan musik agar suasana tidak terlalu hening.


"Gimana?"


"Aku gak suka kamu bilang begitu apalagi sampai ledekin Dilon di depan temannya. Gimana kalau tadi kalian berantem? Terus masalah lain muncul lagi!" Nafas Olivia sampai naik turun setelah mengatakan itu.


Sungguh Olivia takut sekali ada masalah lain di antara Dilon dan Septian, kedua lelaki itu seperti sama-sama tidak mau kalah. Dan permasalahannya itu pasti adalah dirinya, Olivia merasa lelah sendiri baik hati ataupun pikiran.


Merasakan tangannya digenggam, membuat Olivia menatap Septian. Kebetulan mobil sedang berhenti karena lampu merah. Tetapi Ia menarik lagi tangannya, tidak terlalu nyaman juga kalau sudah kontak fisik.


"Oke aku minta maaf, aku gak akan begitu lagi. Jangan ngambek ya," kata Septian mengalah. Padahal jujur hatinya puas sekali meledeki Dilon, apalagi di depan teman-teman geng nya itu.

__ADS_1


Olivia memicingkan matanya seolah ingin membaca pikiran pria itu, "Aku pegang ya janji kamu, jangan sampai karena kata-kata kamu itu jadi nyelakain diri kamu sendiri!"


Jangan salah paham, Olivia mengatakan itu bukan berarti sedang khawatir pada Septian. Ia hanya tidak mau ada masalah dan keributan lagi, itu saja. Kenapa sih Ia selalu terjebak dalam posisi seperti ini? Rumit sekali kisah percintaannta ini.


Tadinya mereka akan melanjutkan jalan-jalan lagi, tapi Olivia meminta pulang karena sudah tidak mood. Kejadian tadi saat diketahui Refan sangat membekas, entahlah apa Refan itu akan melaporkan pada Dilon atau tidak.


Kira-kira bagaimana reaksi Dilon ya kalau tahu di hari pertama setelah putus Ia sudah jalan dengan lelaki lain?


"Besok kamu mau sekolah untuk perbaikan nilai?" tanya Septian saat perempuan itu akan turun dari mobil.


Olivia pun menolehkan kepala ke belakang, "Mungkin, kayanya aku harus perbaikan nilai beberapa pelajaran untuk persiapan masuk ke Universitas," jawabnya.


"Ya sudah besok aku jemput ya." Sebelum Olivia menolak, Ia pun segera menyela, "Gak ada penolakan, besok pokoknya aku jemput dan kamu jangan berangkat duluan!"


Olivia berdecak pelan melihat Septian yang mulai bersikap begitu, selalu saja tidak mau kalah dan mengekang. Ia pun turun dari mobil tanpa mengatakan apapun, dan segera masuk ke gerbang rumahnya.


Seharusnya acara jalan-jalan tadi berjalan biasa saja, tapi selalu saja ada kejadian tidak terduga seperti tadi. Harusnya tadi Olivia menolak saja ajakan Septian. Tetapi mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi.


"Kamu sudah pulang lagi? Cepet juga jalannya," tanya Keisha yang melihat kedatangan putrinya itu.


"Iya sudah, sebentar aja," jawab Olivia pelan.


Keisha beranjak menghampiri anaknya itu, merasa mengganjal melihat ekspresi masam Olivia, "Memangnya dia ajak kamu kemana? Jalan-jalan?"


"Hm."


Entahlah apa acara jalan-jalan itu berjalan dengan lancar atau tidak, Keisha cukup kesulitan membaca ekspresi wajah anaknya itu yang terlihat campur aduk. Keisha menghela nafasnya pelan, jadi merasa ikut kepikiran.

__ADS_1


"Laki-laki yang tadi itu temen sekolah kamu kan? Namanya Septian. Apa dia orang yang sering kamu ceritakan pas dulu masih pacaran sama Dilon?" tanya Keisha memutuskan bertanya. Ia sudah dibuat penasaran dari tadi.


Olivia menggigit bibir bawahnya, "Iya dia orangnya, dia juga yang dulu dipukul Dilon sampai melapor ke polisi," Jawabnya.


__ADS_2