Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Ditantang Lagi


__ADS_3

Menuju ke kelasnya, Dilon malah berpapasan dengan Septian. Ekspresi wajahnya pun dalam sekejap berubah menjadi datar, tatapannya seperti biasa selalu tidak suka. Saat melewati satu sama lain, berusaha mengabaikan dan tetap tenang.


Tiba-tiba Septian di belakangnya malah membuka suara. "Hei Dilon, malam ini mau ke sirkuit? Tanding sama gue."


Langkah Dilon langsung terhenti mendengar itu, perlahan kepalanya menoleh ke belakang. Septian terlihat tersenyum menyeringai sambil menunggu jawaban nya, apa maksud pria itu menawarkan lebih dulu balap dengannya?


"Cih najis, gue gak sudi!" tolak Dilon mentah-mentah.


"Kenapa? Takut kalah lagi ya?" Septian terlihat ingin meledeki Dilon agar pria itu pun tertantang dan menerima tawarannya ini.


Kedua tangan Dilon langsung terkepal, Ia lalu satu langkah mendekati Septian. Beberapa orang murid yang melihat dibuat gugup sendiri, mereka memilih pergi dari sana karena takut ada keributan besar seperti waktu itu. Semua juga tahu jika sekarang musuh Dilon adalah Septian.


"Apa lo bilang tadi, takut?" Dilon lalu terkekeh sinis. "Lo jangan sombong cuman karena udah ngalahin gue se kali, lo lagi hoki aja."


"Oh ya? Kalau gitu malam ini kita balap lagi, gimana?" Septian terus membujuk, sangat besar keinginannya untuk bisa mengalahkan pria ini. Septian tidak bisa menahan cemburu lagi karena Olivia semakin menjauh darinya.


"Oke malam ini kita tanding, dan gue pastiin lo bakal malu karena kalah," jawab Dilon sambil menunjuk wajah Septian.


Septian malah tersenyum tipis. "Ya kita lihat aja nanti, jangan terlalu percaya diri, nanti kalau gak sesuai kan malu sama sakit hati," ledek nya.


Baru saja Dilon akan memukul wajah songong Septian, panggilan Olivia yang keras di balik punggungnya membuat Dilon pun kembali menurunkan tangan lalu berbalik. Ia dibuat menelan ludah susah payah melihat kekasihnya itu mendekat dengan ekspresi wajah tidak senangnya.


"Ada apa ini? Dilon, kamu ngapain tadi?" tanya Olivia tajam, nada suaranya kalau sudah marah jadi suka agak berat.

__ADS_1


Dilon lalu mendekati Olivia dan merangkul bahunya. "Gak ada apa-apa sayang, cuman ngobrol sebentar tadi," jawabnya.


"Ngobrolin apa? Aku pengen tahu!" desak Olivia. Merasa yang mereka bicarakan cukup serius, dua lelaki itu kan sangat tidak akur. Untung saja tadi Olivia pun datang tepat waktu.


Saat Olivia melirik Septian, sedikit tersentak dengan tatapan dalam pria itu. Tetapi perhatian Olivia teralih karena Dilon malah menariknya pergi dari sana, sambil mengalihkan obrolan seperti menghindar.


Sayangnya bel sudah masuk, jadi Olivia pun tidak bisa menanyakan lebih lanjut pada Dilon. Selama pelajaran itu pun Olivia tidak memikirkan lagi karena memilih fokus pada pelajaran. Guru memberitahu jika minggu depan kelas dua belas akan memulai belajar tambahan.


Waktu berjalan dengan cepat, akhirnya jam pelajaran terakhir pun berakhir. Suasana pulang di hari sabtu itu vibes nya sangat berbeda, itu karena besok libur dan mereka bisa bebas sejenak. Sekarang Olivia dan Dilon sedang diperjalanan pulang.


"Dilon, aku belum lupa loh soal tadi. Jadi kamu dan Septian ngobrolin apa? Kalian gak ngerencanain sesuatu yang aneh kan?" tanya Olivia kembali membahas.


Dilon yang sedang menyetir tanpa sadar meringis pelan, menggerutu di dalam hati karena sempat mengira Olivia sudah melupakan itu. Sepertinya Dilon harus berbohong, karena jika jujur mana mungkin pacarnya ini mengizinkan. Semenjak pacaran dengan Olivia, Dilon jadi jarang sekali ikut balap liar.


"Ya misal aja kalian malah mau adu kekuatan di ring tinju, emangnya konflik kamu sama dia belum selesai ya? Kenapa sih susah banget mau damai?" protes Olivia, Ia kan sebagai pacarnya Dilon juga jadi ikut kepikiran.


Dilon melirik sekilas Olivia, tentu saja jawabannya itu karena Olivia sendiri. Dilon tahu si Septian itu menyukai kekasihnya ini, dan pasti ada rencana merebut darinya. Apalagi si Septian itu secara terang-terangan, dasar tidak tahu malu sekali.


Membayangkan jika sampai Ia dan Olivia putus, sudah pasti yang paling pertama maju mendekati itu si Septian. Kepala Dilon langsung menggeleng, Ia tidak akan membiarkan itu terjadi. Dilon yakin hubungannya dengan Olivia akan terus langgeng.


Olivia lalu menghadapkan tubuhnya pada Dilon. "Malam ini mau jalan-jalan gak? Malam mingguan," ajaknya. Topik ini terasa lebih nyaman di banding tadi.


"Em kayanya gak bisa sayang, aku ada urusan sama temen-temen," jawab Dilon tidak sepenuhnya bohong, itu karena Ia kan harus bersiap untuk balapan nanti melawan Septian.

__ADS_1


Wajah Olivia langsung tertekuk, "Ck kan bisa lain kali lagi, jarang loh kita malam mingguan. Kenapa sih selalu temen kamu aja yang diutamain? Kamu gak suka ya jalan-jalan sama aku?" tanyanya sedih.


"Bukan gitu, tapi urusannya ini bener-bener penting. Aku setelah nganterin kamu pulang gak akan langsung pulang, mau main aja dulu sampai jam enam. Tapi kita gak bisa malam mingguan, gak papa ya sayang?" Bujuk Dilon sambil mencolek dagu kekasihnya itu.


Olivia hanya berdehem pelan tanda tidak ikhlas, tapi masih untunglah nanti Dilon pun tidak akan langsung pulang. Padahal Olivia ingin seperti pasangan kekasih lainnya, kencan di malam minggu. Kan romantis.


Sesampainya di rumahnya, keduanya langsung masuk ke dalam. Kebetulan Mamanya sedang membuat kue tart, katanya ingin coba-coba saja resep dari tiktok. Olivia pun ingin membantu, ditemani Dilon. Mereka malah membuat kue khusus yang berbeda.


"Kalian mau buat kue pernikahan ya?" tanya Keisha menggoda. Tempat duduk mereka memang bersebelahan, Sama-sama sedang menghias kue nya yang sudah jadi. Tadi Keisha memang membuat dua bulat kue tart.


Olivia mengernyitkan keningnya dalam mendengar itu. "Masa kue pernikahan kecil begini sih? Gak mau lah, aku maunya yang bertingkat dan mewah. Iyakan sayang?" tanyanya pada Dilon.


Dilon malah terkekeh kecil. "Iya-iya terserah kamu mau yang gimana, yang penting seneng," katanya.


Keisha hanya menggelengkan kepala melihat percintaan remaja itu, selalu membuatnya jadi nostalgia pada masa lalu. Sayang sekali sekarang sudah tua, walau belum terlalu kelihatan karena Ia sering perawatan. Di usia remaja begitu memang sedang senang-senang nya.


"Dilon ikut makan malam di sini ya? Jangan dulu pulang," ajak Keisha.


Dilon pun menatap Olivia, melihat pacarnya itu yang mengangguk memerintah nya, membuat Ia pun pasrah dan mengangguk. Tidak apalah, sampai makan malam saja. Mungkin Olivia juga belum mau berpisah dengannya.


Dengan jahilnya, Dilon malah mencolek kream di kue lalu mengusapkan ke hidung Olivia. Pacarnya itu tentu tidak terima dan membalas balik, akhirnya mereka malah bermain kejar-kejaran dan melupakan kue itu. Keisha dibuat meriang, takut dapurnya berantakan.


"Hei berhenti, kalian bukan anak kecil. Awas kue dan bahan-bahan makanannya keinjek astaga!" omel Keisha sambil menutup telinganya.

__ADS_1


__ADS_2