
Kedekatan Olivia dengan Dilon di Kampus membuat kehebohan, terutama para fans perempuan lelaki itu yang patah hati karena idolanya sudah memiliki pacar, bahkan balikan dengan mantan nya dulu.
Kini pasangan itu pun tidak malu lagi menunjukkan kasih sayang di depan umum. Malahan Dilon yang terlihat paling bucin dan terus mendekati Olivia, membuat yang lain iri saja.
"Aku mau main basket dulu ya sama yang lain, gak papa aku tinggal?" ijin Dilon pada kekasihnya.
"Hm gak papa, aku juga lagi baca novel," jawab Olivia tanpa menghalangi.
Perempuan itu memperhatikan Dilon yang masuk ke lapangan tidak jauh di depannya, lalu bergabung dan mulai main bersama yang lain. Olivia yang duduk sendirian di bangku yang ada di bawah pohon malah jadi asik memperhatikannya.
Tetapi perhatiannya teralih saat seseorang tiba-tiba duduk di sebelahnya. Ekspresi wajahnya menjadi datar karena itu adalah Kirana, saat Ia akan beranjak akan pergi, tangannya malah di tahan.
"Olivia tunggu, ayo kita bicara," cegah Kirana memelas.
"Bicara apalagi? Aku gak mau dengar alasan apapun dari kamu, semua sudah jelas dan aku benar-benar kecewa sama kamu Kirana," sahut Olivia dengan nada suara ketusnya.
Kirana terlihat menghembuskan nafasnya kasar, "Aku akan jelaskan semuanya, aku mohon dengar dulu," pintanya.
Sebenarnya Olivia tidak mau mendengar alasan apapun lagi dari Kirana, Ia terlanjur kecewa dengan dugaannya sendiri itu. Tetapi melihat wajah memelas Kirana, entah kenapa membuatnya tidak tega.
Akhirnya Olivia pun kembali duduk dengan kasar di kursinya, tapi agak di ujung dan memberi jarak. Kedua tangannya terlipat di dada, menandakan jika Ia memang sedang marah.
"Olivia, maaf sebelumnya kalau aku sudah buat kamu kecewa. Ya aku memang disuruh Septian deketin kamu dan jadi teman, tapi jujur aku beneran senang kok berteman sama kamu," ungkap Kirana mulai cerita.
Olivia pun melirik nya sinis belum mau percaya, "Pasti kamu juga kan yang selalu laporin semua kegiatan aku ke Septian? Huh pantesan aja dia kaya tahu semuanya, ya ternyata dari kamu!" dengusnya.
__ADS_1
Apalagi kan mereka menjadi teman yang dekat dan akrab, kalau di Kampus juga selalu bersama. Bagaimana Kirana tidak tahu? Olivia pun jadi agak kesal karena dirinya sering curhat pada perempuan itu.
"Jujur iya memang aku yang laporin, tapi perlahan aku sadar kalau semua ini tidak benar. Aku juga bisa paham gimana hubungan kalian, dan menurut aku memang seharusnya tidak seperti ini,
Aku tahu kamu terpaksa jadi pacar Septian, padahal hati kamu masih ada pada Dilon. Aku pernah bilang waktu itu sama kamu untuk menyelesaikan semuanya, dan perkataan aku waktu itu tulus kok," jelas Kirana panjang lebar.
Perlahan kepala Olivia menoleh menatap Kirana, lewat tatapan perempuan itu bisa Ia lihat jika sepertinya memang tidak bohong. Haruskah Ia percaya jika Kirana sebenarnya tidak se munafik itu juga?
"Terus kenapa kamu mau aja disuruh Septian buat mata-matain aku?" tanya Olivia menuntut.
"Huft sebenarnya dia maksa aku, aku orang yang gak enak kan apalagi kita kan sepupu. Tapi sekarang sudah tidak kok, kamu juga kan sama Septian sudah putus kan? "
Olivia mengangguk pelan, "Iya sudah putus, habisnya dia sendiri salah sudah buat orang tua aku kecewa dengan sebarin data perusahaan," jawabnya.
Tentu saja pasti Septian itu harus ganti rugi karena sudah hampir membuat perusahaan Papanya rugi besar dan kehilangan beberapa klien kerja. Olivia tidak terlalu tahu banyak karena itu urusan Papanya, Ia juga tidak terlalu mengerti.
Tetapi yang pasti Ia tidak akan dipaksa lagi bersama lelaki itu, karena Papanya juga pasti sudah terlampau kecewa. Lagi pula sekarang Ia sudah balikkan dengan Dilon. Bukankah orang tuanya waktu itu juga bilang Ia bebas memilih kebahagiaan sendiri?
"Ekhem Olivia, kamu mau maafin aku kan?" tanya Kirana penuh harap. Rasanya kehilangan teman dekat itu sangat menyakitkan.
Olivia tidak mau luluh secepat itu, Ia harus memastikan sesuatu lagi, "Kamu beneran sudah berhenti jadi mata-mata Septian kan? Awas saja ya kalau ternyata masih diam-diam!"
"Iya-iya, aku beneran gak jadi pengkhianat lagi. Jadi kita masih bertemen kan?"
Belum juga Olivia mengiyakan, Kirana di sebelahnya susah bersorak senang dan memeluknya erat. Ia hanya memutar bola mata malas lalu melepaskan lagi pelukan mereka, membuat Kirana beralih tersenyum kikuk.
__ADS_1
"Makasih ya Olivia sudah maafin aku, sekarang kita beneran teman sejati. Akan aku pastiin itu," kata Kirana sambil menunjukkan jari kelingking nya seperti berjanji.
Olivia tersenyum tipis melihatnya, tidak bohong Ia juga memang senang bisa berteman dengan Kirana. Memang sempat kecewa, tapi ayolah pasti di setiap pertemanan tidak akan terus baik-baik saja. Malahan masalah itu akan membuat hubungan mereka semakin erat.
Perhatian keduanya lalu teralih melihat Dilon yang berlari kecil menghampiri. Kirana sempat menyenggol pelan bahu Olivia dengan senyuman menggoda juga, lalu memilih beranjak pergi karena tidak mau mengganggu.
Setelah Dilon sampai di depannya, Olivia pun mengangkat kepala, "Sudah selesai main basket nya?" tanyanya basa-basi.
"Sudah, aku berhenti di tengah jalan soalnya lihat kamu lagi sama Kirana. Apa kalian ribut lagi?" Dilon hanya khawatir, karena Ia juga sudah diceritakan Olivia kalau Kirana itu sepupu sekaligus mata-mata nya Septian.
"Gak papa kok, dia datang malah untuk minta maaf dan bilang pengen baikkan sama aku. Katanya dia juga terpaksa lakuin itu karena Septian sepupu nya," jawab Olivia berusaha meyakinkan.
Dilon terlebih dahulu duduk di sebelah kekasihnya itu, memperhatikan wajah Olivia dengan lekat, "Terus kamu sudah maafin dia? Dan sekarang kalian berteman lagi?"
"Iya lah, kami sudah baikkan."
Helaan nafas berat keluar lewat celah bibir Dilon melihat Olivia yang dengan mudahnya percaya begitu. Tetapi sepertinya Kirana juga berhasil meyakinkan, ya semoga saja tidak berkhianat lagi dan kali ini sungguh mau berteman dengan tulus.
Keduanya lalu memilih pergi dari sana, akan ke kantin dulu membeli minuman karena Dilon kehausan habis main basket. Keringat di kening dan lehernya malah membuat pria itu semakin seksi. Selama menuju ke kantin, keduanya terlihat menjadi beberapa perhatian orang lain.
Olivia lalu menggoyangkan tautan tangan mereka, membuat Dilon pun menatapnya bingung. Olivia pun berucap,
"Kayanya fans-fans kamu itu patah hati karena sekarang kamu sudah punya pacar. Gimana nih?"
Dilon hanya tertawa kecil, "Ya gak papa, kalau misal mereka emang tulus seharusnya juga bisa hargain pilihan aku dan ikut bahagia," katanya.
__ADS_1