Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 33


__ADS_3

"Satuin aja deh mbak semuanya, jadi totalnya hampir seribuan kan tiket nya?" tanya Andra tiba-tiba.


Pelayan yang bertugas menghitung tiket permainan mereka tadi mengangguk. "Iya Kak, kalau mau di satukan hadiahnya ada di etalase paling atas, silahkan di pilih," jawab nya menunjukkan.


Andra pun mendorong bahu Daniella keluar dari antrian, mereka berdiri di depan nakas kaca untuk melihat berbagai macam hadiah yang berada di etalase paling atas. Hadiah di sana besar-besar dan paling menguntungkan.


"Kamu aja deh yang pilih, hadiahnya juga untuk kamu," kata Andra berbaik hati.


"Eh jangan gitu dong, kan tiket dari kamu juga banyak, malahan paling banyak, " sahut Daniella tidak enak hati.


"Gak papa Daniella, aku ikhlas kok. Aku perhatiin dari pagi kamu cemberut terus, sekarang aku senang bisa lihat kamu senyum lagi." Apalagi Andra akan lebih senang, jika dirinya lah yang menjadi penghibur hati Daniella.


Mendengar itu membuat Daniella semakin melebarkan senyuman, Ia pun berterima kasih kepada Andra karena sudah menemaninya bermain juga di sini. Akhirnya pilihan Daniella pun jatuh pada tempat laptop cantik, kebetulan Ia hanya punya satu.


Andra pun langsung memberikan jempol tangan memuji pilihannya yang bagus. Setelah itu, keduanya keluar dari area bermain itu, sebelum pulang sudah pasti akan makan dahulu mengisi perut lapar. Dan pilihan mereka pun jatuh pada tempat sushi terkenal yang masih di lantai itu.


"Aduh mejanya penuh juga ya, mungkin karena baru pembukaan jadi banyak diskon," gumam Daniella memperhatikan ke dalam restoran itu.


"Gak papa deh, kamu juga pasti penasaran makan di sini, kita kan sama-sama belum pernah coba," sahut Andra di sebelah nya.


Tetapi entah kebetulan atau bagaimana, ada seseorang yang memanggil nama Daniella dari sebuah meja. Ia langsung terdiam kaku karena itu adalah Ayana, tidak sendirian, ada Kai juga.


Melihat Ayana yang melambaikan tangan padanya meminta mendekat, membuatnya pun terpaksa menghampiri sambil mengajak Andra. Senyuman di bibir Ayana semakin melebar setelah dirinya sampai.

__ADS_1


"Daniella ternyata itu benar kamu, apa kamu juga mau makan? Ayo duduk di sini aja bareng kita, kalau nunggu pasti lama," ajak Ayana berbaik hati.


Kebetulan setiap meja memang ada empat kursi, dan diberi sekat per meja juga, layaknya restoran sushi di negara asal nya. Tadinya Daniella ingin menolak karena pasti akan canggung, tapi suara perut nya yang berbunyi membuatnya tidak bisa bohong dan akhirnya terpaksa duduk juga.


Seorang pelayan lalu datang, mereka pun langsung memesan beberapa menu sushi menarik. Si pelayan itu mengatakan pesanan mereka nanti akan di antar oleh mesin di sebelah, sedang minuman ocha sudah di sediakan di setiap meja dan bebas ambil.


"Kalian dari mana, kok jam segini belum pulang?" Kai yang dari tadi diam pun akhirnya membuka suara, merasa penasaran.


"Kita langsung main di Timezone tadi, seru banget sampai lupa waktu. Aku sama Andra sampai ngumpulin tiket hampir seribu, terus aku gantiin deh sama tas laptop, kan lumayan," jawab Daniella ceria.


Kai terlihat memicingkan matanya. "Kamu sudah ijin sama orang tua kamu kan Daniella? Jangan lupa ijin dulu, nanti mereka khawatir lagi, apalagi mainnya berduaan sama cowok," nasihat nya dengan suara berat.


"Iya sudah kok, Mama bilang yang penting aku pulang gak terlalu malam," sahut Daniella sambil mengerucutkan bibir di omelin Kai.


Andra pun sudah memperkenalkan diri tadi, Kai sempat menanyai remaja lelaki itu banyak hal yang bersangkutan dengan Daniella. Entah kenapa sikap Kai terlihat dingin, dan pasti membuat Andra jadi gugup.


"Kalau Om sama Ayana habis dari mana? Tumben di Mall jam segini," kini giliran Daniella yang bertanya.


"Bukan apa-apa," jawab Kai membantah.


"Masa sih?" tanya Daniella tidak percaya, Ia lalu beralih menatap Ayana meminta penjelasannya.


Tetapi Ayana hanya tersenyum dan seperti tidak berniat cerita juga. Daniella yang merasa diabaikan jadi agak kesal, tapi Ia malah tidak sengaja melirik paperbag kecil di sebelah Ayana. Itu adalah nama brand perhiasan terkenal dari luar negeri.

__ADS_1


Sepertinya habis belanja, apa Kai membelikan Ayana perhiasan mewah? Bisa juga ternyata si Ayana itu memoroti Kai, Ia kira tidak matre. Daniella mengedikkan bahunya mencoba bersikap acuh dan tidak peduli karena tidak mau terlalu sakit hati.


"Ekhem jadi Andra ini teman kelas kamu atau gimana, pasti kalian ada sesuatu kan?" tanya Ayana menggoda.


Tadinya Daniella ingin langsung membantah, tapi entah kenapa Ia jadi ingin sedikit bermain-main dengan Kai. Merasa penasaran saja dengan tanggapan dan reaksi lelaki yang satu itu.


"Gak tahu, tanya Andra aja," jawab Daniella menyerahkan semua pada lelaki yang satu itu, Ia tidak peduli jika pun Andra jujur dengan perasaannya juga di hadapan Ayana dan Kai.


Ayana lalu beralih menatap remaja lelaki itu. "Jadi kalian ini temenan aja atau ceritanya lagi pdkt?"


Andra terlihat tersenyum-senyum lalu mengusap tengkuknya tanda salah tingkah. Tidak apalah mungkin jika Ia jujur dengan isi hatinya, lagi pula dua orang dewasa di depannya ini adalah keluarganya Daniella dan Ia harus bersikap keren supaya diberikan restu.


"Sebenarnya aku sudah dari lama Kak suka sama Daniella, sayangnya sampai sekarang status kita belum jelas. Tapi gak papa sih, deket sama Daniella aja udah cukup dan buat aku senang," jawab Andra.


Ukhuk!


Mendengar suara batuk keras di sebelahnya membuat Ayana menoleh dan segera menepuk-nepuk punggung sang kekasih. Ia pun memberikan minuman ocha nya yang hangat agar Kai itu berhenti batuk.


"Makannya pelan-pelan, sampai kesedak begini," tegur Ayana perhatian.


Daniella terlihat menyeringai pada Kai yang melirik nya dengan tatapan tajam. Apa pria itu batuk keras karena terkejut dengan pengakuan Andra? Penasaran sekali dengan perasaannya, jika Kai cemburu otomatis ada perasaan kepadanya.


Tetapi Daniella hanya bisa berangan-angan saja, karena Kai itu kan punya ego setinggi langit.

__ADS_1


Setelah melihat kekasihnya sudah tenang, Ayana kembali melirik Andra dengan senyuman manis nya. "Tapi kalian kelihatan cocok, Sama-sama cantik dan ganteng. Tante doakan yang terbaik aja, tapi kita pasti dukung," ucap nya.


Di dalam hati Daniella membatin, ya tentu saja si Ayana itu mendukung jika Ia jadian dengan Andra karena dengan begitu hubungan Ayana dengan Kai pun tidak akan ada gangguan. Mereka akan semakin mesra dan romantis.


__ADS_2