Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Ekstra Chapter 2


__ADS_3

Karena sedang tanggal merah, Kai memutuskan akan jalan-jalan bersama keluarga kecil nya di Pantai. Sempat mereka mengajak Filio dan Fiona yang sekarang sudah tumbuh menjadi remaja, namun sayangnya mereka sedang ada kursus berkuda.


"Gak papa ya sayang main pasir nya nanti sama Mama saja," ucap Daniella membujuk Kenzo yang cemberut karena si kembar tidak ikut.


Kai lalu menyahut. "Sama Papa juga dong, masa Papa gak diajak."


"Hahaha iya-iya." Daniella dibuat tertawa dengan tingkah Kai, ya lelaki itu selalu tidak mau kalah dan mencari perhatiannya.


Ternyata suasana di sana cukup ramai, Kai jadi sedikit tidak nyaman karena memikirkan istrinya yang sedang hamil besar. Ia pun terus berjalan di sebelah Daniella, menjaganya saja takut bertabrakan dengan orang lain.


Pokoknya semenjak Daniella hamil dari awal trimester pertama sampai sebesar ini, Ia tetap menjadi suami yang protektif.


"Pakai topi dulu Kenzo sebelum ke pantai, matahari nya hari ini agak panas," tegur Daniella menahan tangan balita itu yang akan berlari pergi, tidak sabaran sekali.


Untungnya Kenzo menurut, setelah itu berlari lebih dahulu ke dekat tepi pantai. Daniella yang khawatir ketinggalan jauh pun segera memakai topi pantai nya sendiri, lalu menyusul anak nya itu.


Membiarkan Kai yang menggelar tikar dan menjaga bekal makanan mereka, yang terpenting sekarang adalah Kenzo. Lelaki itu sempat berteriak padanya untuk berhati-hati dan jangan berlari, Daniella pun hanya menyahuti dengan lambaian tangan.


Setelah mendekati Kenzo yang sudah duduk di atas pasir sambil bermain, Daniella pun dengan agak kesusahan mencoba duduk di dekat nya. Akan ikut bermain pasir juga. Posisi mereka lumayan tepi, jadi air terkadang mengenai tubuh.


"Ayo buat istana pasir sama Mama," ajak Daniella membawa mainan sekop kecil di sana yang kebetulan ada dua.


"Istana pasir yang besar?" tanya Kenzo dengan mata berbinar nya, merasa senang membayangkan itu.


Daniella pun mengangguk. "Iya, siapa yang istana nya paling besar dia yang menang. Mau?"


Melihat Kenzo yang mengangguk dan mulai asik bermain, membuat Daniella tersenyum tipis. Ia merasa senang melihat anak itu tumbuh dengan baik dan aktif, bahkan menurut nya perkembangan Kenzo lebih cepat di banding anak se-usia nya.

__ADS_1


Contohnya saja sudah bisa bicara normal dan lancar, padahal masih tiga tahun.


Melihat kekuatan air yang datang lebih besar, membuat istana pasir yang mereka buat pun harus hancur lagi dan terbawa arus. Bukannya menangis, Kenzo malah tertawa sambil menatap Daniella, membuat wanita itu pun jadinya ikut tertawa.


"Gak papa ya, bisa buat lagi," ucap Daniella mencoba menenangkan. Kenzo memang anak baik, jarang menangis juga.


Saat sedang asik bermain, perhatian keduanya teralih melihat kedatangan Kai. Di tangan lelaki itu membawa dua minuman berwarna yang terlihat menarik, rasa mangga dan jeruk. Kenzo pun langsung meminta buah Kesukaannya, yaitu jeruk.


"Nih untuk kamu," ujar Kai memberikan jus satu nya lagi.


Daniella pun menerimanya dengan senyuman lebar, tahu saja suaminya itu panas begini enaknya minum yang dingin. "Makasih sayang."


"Sama-sama," sahut Kai sambil mengusap topi yang dipakai nya.


Jika diingat lagi, hubungan mereka saat awal-awal menikah cukup lucu. Seperti pengantin baru, masih malu-malu dan kikuk, apalagi masa lalu mereka yang cukup rumit. Tetapi karena Daniella memiliki sifat yang ceria, membuat Kai pun mulai rileks.


"Papa aku mau berenang ya," pinta Kenzo sambil berdiri dari duduk nya, "Pakai bebek-bebekkan."


"Aduh gimana yah, tapi Papa gak mau berenang, gak bawa baju ganti," ucap Kai agak keberatan.


Kenzo pun menggeleng. "Sendiri, aku bisa," katanya percaya diri.


Sempat pasangan suami istri itu saling bertatapan, meminta pendapat satu sama lain. Daniella yang merasa tidak terlalu tenang jika Kenzo sendirian di pantai, menyuruh Kai menaikkan celana nya saja sampai lutut agar tidak basah.


Kai pun setuju dan beralih menyuruh istrinya itu untuk beristirahat di dekat pohon tempat di gelar nya matras tadi. Kasihan juga kalau lama di bawah sinar matahari, takut nya terlalu kelelahan. Kenzo ini kan masih kecil, jadi sangat aktif sekali.


Setelah duduk di tikar nya yang ada di bawah pohon, Daniella pun langsung bernafas lega merasa nyaman. Dari posisinya masih terlihat suami dan anaknya itu yang sudah bermain air. Kai terlihat memegangi pelampung bebek yang dinaiki Kenzo.

__ADS_1


"Daniella, apa itu kamu?"


Kepala Daniella menoleh mendengar ada yang memanggil namanya. Kernyitan terlihat di kening nya melihat seorang lelaki jangkung berdiri, tapi lama kelamaan wajahnya itu Ia kenali juga.


Bibirnya langsung melengkungkan senyuman. "Andra, apa benar itu kamu?" tanyanya.


"Hahaha iya benar ini aku, ternyata benar itu juga kamu. Tadi aku butuh waktu untuk mastiin di kejauhan, akhirnya aku coba datengin aja," ujar Andra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Daniella yang merasa senang bisa bertemu dengan teman lamanya itu lalu memintanya duduk bergabung di matras yang sama. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu, mungkin hampir tujuh tahun.


Keduanya pun pasti terlihat sudah ada perubahan, apalagi Andra sekarang memakai kaca mata.


"Daniella, kamu sudah hamil ya ternyata. Berapa bulan sekarang?" tanya Andra melirik perut besar wanita itu di balik dress nya.


"Sudah delapan bulan, dokter bilang kemungkinan bulan depan aku melahirkan," jawab Daniella sambil mengusap perut nya.


"Wah semoga lancar ya lahirannya, terus dimana suami kamu?"


Daniella pun menunjuk ke satu arah, dan dengan cepat Andra pun bisa mengenal nya. Ya Andra pun tahu waktu itu Daniella menikah dengan Om nya itu, Ia tidak datang karena sedang tugas di luar kota. Hanya tidak menyangka saja, ternyata Daniella berhasil juga menikah dengan Om nya yang disukai nya itu.


"Apa itu anaknya dari almarhum istri pertama?" tanya Andra yang kembali melihat ke arah pantai.


Daniella pun mengangguk pelan. "Iya, namanya Kenzo. Sekarang dia sudah tiga tahun, dia ganteng banget sih, pinter juga. Mama nya pasti akan bangga sama dia."


Andra pun kembali menatap Daniella, merasa hatinya mengganjal dengan sikap wanita itu. "Kamu hebat ya bisa menerima anaknya itu, pasti dia pun sudah bergantung sama kamu."


Daniella hanya tersenyum, entah sudah berapa banyak orang yang memuji kelapangan hatinya bisa menerima Kai dan juga putranya dari istri pertamanya itu. Sedangkan dirinya adalah seorang gadis, umurnya pun terpaut cukup jauh.

__ADS_1


"Karena aku cinta sama dia, makanya bisa menerima semuanya dengan kebahagiaan. Bagi aku, mereka itu adalah sebagian hidup aku," jawab Daniella dari dalam hati.


__ADS_2