
Sudah beberapa hari ini Daniella tidak mengunjungi Kai di kantor nya, terakhir mereka bertemu saat tidak sengaja di Mall saja waktu itu. Apa itu berarti Daniella memang sudah bertekad untuk move on?
"Daniella, Mama masuk ya," teriak Erika dari luar meminta izin.
Daniella yang dari tadi berbaring sambil bermain ponsel mendudukan tubuhnya. Menaikkan sebelah alis melihat Mama nya itu datang sambil menenteng paperbag, lalu di simpan di hadapannya.
"Apa ini Mah?" tanyanya bingung.
"Buka aja," kata Erika dengan senyuman penuh artinya.
Ia pun menuruti perintah itu dan mengeluarkan isi nya, ternyata sebuah dress cantik warna cream. "Mama beliin ini untuk aku?"
"Bukan, itu baju seragam Mama sama kamu, Papa juga kemeja nya pakai warna cream. Bukan cuman keluarga kita sih, yang lain juga," jawab Mama nya.
"Maksud?"
Erika terlebih dahulu mendudukan tubuhnya di ranjang. "Malam ini kan pesta ulang tahun perusahaannya Kai, kita sekeluarga hadir dong pasti di sana. Tapi acara malam ini akan lebih spesial dari beberapa tahun lalu."
"Oh ya, emangnya ada apa?"
"Soalnya Kai mau melamar Ayana," jawab Erika riang.
Senyuman di bibir Daniella seketika itu juga langsung luntur, detak jantungnya bahkan seperti berhenti beberapa saat. Melihat ekspresi wajah Mamanya yang terlihat berbinar bahagia begitu, sepertinya sangat mendukung hubungan dua orang itu.
Daniella menundukan kepala dengan ekspresi wajah lesu, Ia berusaha menahan air matanya karena tidak mau Mama nya itu curiga. Tetapi rasanya sangat sulit, dadanya sekarang sesak, bahkan untuk bernafas saja terasa berat.
"Akhirnya ya Kai itu mau serius juga dengan Ayana, mereka memang sudah waktunya menikah. Selain karena usia sudah matang, hubungan mereka pun sudah lama. Mama yakin, setelah ini karir Kai pasti akan lebih bagus," ucap Erika yang tidak menyadari perubahan eskpresi putrinya.
Daniella hanya tersenyum kecut mendengar itu. "Kayanya Om Kai sudah bicarain ini dengan kalian dari lama ya? Cuman aku yang gak tahu," gumam nya sedih.
__ADS_1
Mungkin Kai tidak mau Daniella mengacau dan membuat rencananya jadi berantakan, itulah kenapa Ia paling akhir diberi tahu. Tega sekali pria itu, tiba-tiba merencanakan hal ini, membuat Daniella patah hati.
"Aku gak mau ikut ah," ucap Daniella tiba-tiba sambil menyimpan kasar dress nya lagi.
"Eh kenapa gitu? Kamu harus ikut dong Daniella, masa gak ikut!" protes Eriks mulai mengomel.
"Em aku.. Aku pusing, pengen istirahat aja di rumah."
Erika yang merasa tidak percaya pun menyentuh kening putrinya, merasa suhu tubuhnya normal Ia pun langsung menyentil kening Daniella pelan hingga membuat anak itu meringis pelan.
"Gak bisa, jangan buat alasan aneh-aneh ya. Keluarga besar semua harus hadir di acara penting begitu, harus menghargai dong. Pokoknya nanti jam setengah tujuh malam kita berangkat, jangan banyak drama! " tegas Erika tidak menerima penolakan apapun.
Daniella mengerucutkan bibirnya sambil memperhatikan kepergian Mama nya itu. Setelah pintu tertutup, Ia pun mengerang keras sambil melempar paperbag kosong ke bawah ranjang.
Perlahan kedua matanya berkaca-kaca, tidak bisa menahan rasa sedih lagi karena mengetahui Kai akan melamar Ayana, setelah itu hubungan mereka akan semakin dekat dan sebentar lagi pun pasti menikah.
***
Malam nya Daniella terpaksa harus tetap ikut pergi ke acara yang diadakan di perusahaan Kai itu. Mamanya bahkan sampai memantaunya terus, mendandani nya juga supaya benar ikut pergi.
Sesampai nya di tempat itu, keluarga kecil itu berjalan memasuki gedung bersama para tamu spesial yang di undang. Acara di adakan di sebuah aula besar, sudah dihias dengan mewah dan rapih. Terlihat para tamu pun terus berdatangan, sepertinya banyak juga yang di undang.
"Kamu cari tempat duduk duluan ya, Mama sama Papa mau temuin dulu tamu. Kayanya Olivia sama Dilon juga sudah datang, cari mereka saja." Erika lalu melambaikan tangan padanya dan pergi meninggalkannya.
Daniella hanya mendengus kasar, seperti biasa kalau diajak ke acara seperti ini selalu ditinggalkan. Ia pun berjalan ke arah meja paling depan khusus untuk keluarga, dikejauhan melihat Olivia dan memutuskan menghampiri nya.
"Kak Olivia," panggil Daniella setelah duduk di sebelah nya.
Olivia pun menoleh dan langsung tersenyum lebar. "Hai Ella, akhirnya kamu datang juga. Wih cantik banget dress nya, siapa yang desain?"
__ADS_1
"Mama, aku bahkan gak tau sama sekali. Untung aja ukurannya pas, ya walau agak sesak di bagian dada," jawab Daniella sambil sedikit melonggarkan bagian itu.
Olivia terlihat tertawa kecil. "Mungkin sekarang dada kamu makin besar, usia segitu emang pertumbuhannya cepat," goda nya.
Perhatian mereka teralihkan melihat kedatangan Filio dan Fiona, ternyata si kembar sudah membawa makanan dari meja panjang. Padahal baru datang, tapi sudah nyemil lagi. Maklum saja anak-anak.
Ternyata benar keluarga diberikan kain dengan warna senada, sedang untuk gaya baju nya sesuai selera mereka saja. Berbeda dengan Daniella yang dijadikan dress, Olivia terlihat lebih agak mewah karena seperti gaun. Walau begitu, keduanya tetap sama-sama cantik.
"Daniella, kamu sudah tahu kalau nanti Kai akan melamar Ayana?" Tanpa diduga, Olivia menanyakan lebih dahulu.
"Hm tahu kok, tadi sore Mama ngasih tahu. Dan aku kaget, karena memang gak tahu apapun," jawab Daniella sambil berusaha tersenyum, padahal hatinya bagai tersayat belati tajam.
Olivia mengulurkan tangannya menggenggam sebelah tangan adik ipar nya itu. "Kakak gak tahu harus bilang apa, tapi Kakak mau kamu jangan terlalu sedih akan hal ini, menerima semuanya dengan lapang dada. Karena kalau kita ikhlas, pasti akan dapat pengganti yang lebih baik," ujar nya.
Benarkah nanti Daniella akan mendapatkan yang lebih baik dari Kai jika ikhlas melepaskannya?
Daniella hanya menanggapi dengan senyuman dan tidak mengatakan apapun karena takut kalau bicara malah menangis. Untungnya kecanggungan itu terhenti melihat Dilon datang bersama kedua orang tuanya.
"Ella, Kakak kira kamu gak akan datang," ucap Dilon melirik adiknya itu dengan tatapan sulit di artikan.
"Memangnya kenapa kalau misal aku gak datang? Lagi nangis di kamar?" tanya Daniella agak sensi.
Erika yang mendengar itu mengernyitkan kening bingung. "Kenapa kamu nangis?"
"Hah? Gak papa," bantah Daniella lalu pura-pura sibuk dengan ponsel nya.
Dilon dan Olivia saling menatap satu sama lain dengan senyuman tipis, mereka sih bisa langsung mengerti jika Daniella tidak ikut karena pasti berat harus melihat Kai melamar sang kekasih. Daniella sekarang sedang patah hati, tapi berusaha kuat dan pura-pura baik-baik saja.
"Nah itu Kai sudah datang dengan Ayana," kata Dilon mengalihkan pandangan semua orang ke arah pintu utama. Bintang acara malam ini terlihat bersinar dan paling menarik dari yang lain.
__ADS_1