
Guru mengumumkan secara tiba-tiba jika kelas sebelas akan melaksanakan camping bersama di sebuah tempat alam yang ada di luar kota. Banyak yang senang mendengar itu, tapi ada juga yang keberatan seperti Daniella.
"Kok cemberut gitu sih? Seru tahu camping. Pas kelas sepuluh kan kita gak keburu, makanya kelas sebelas ganti nya," tanya Mia yang merasa terganggu dengan ekspresi sahabatnya.
"Ck mending gak usah sih menurut aku, repot tahu kalau camping tuh. Belum lagi di sana bakalan tiga hari dua malam," keluh Daniella menggerutu.
Mia memicingkan matanya lalu menyenggol tangan Daniella. "Elah ngaku aja gak mau berjauhan sama Om Kai, kan?"
Ternyata sahabatnya sangat peka, membuat Daniella pun langsung tersenyum kuda dan Mia menyoraki nya. Ya memang benar, Ia kan sudah bilang tidak bertemu dengan pujaan hatinya sehari saja rasanya sangat berat.
Sepertinya nanti selepas pulang sekolah akan ke kantor Kai lagi, untuk berpamitan karena besok siang nya sudah berangkat ke luar kota. Setidaknya mereka harus melakukan perpisahan dahulu karena akan LDR.
Bukankah Daniella terlalu berlebihan?
"Jadi guys rencananya kita cewek-cewek satu tenda mau berapa orang nih?" tanya Mia membuka pertemuan di kelas. Ada sekitar sepuluh orang perempuan di kelas ini.
"Buat dua tenda aja, jadi satu orang berlima biar gak terlalu sempit juga," usul seseorang dan yang lain pun langsung setuju.
Mia menganggukan kepalanya lalu merangkul bahu Daniella. "Oke tapi aku se tenda sama Daniella ya, siapa lagi yang mau?"
Dan kebanyakan dari mereka ingin se tenda bersama, sayangnya hanya tiga orang lagi saja, itu pun yang paling dekat. Para pria pun sedang berdiskusi menentukan tenda, hampir sama seperti mereka namun ada yang lebih satu orang.
Hari ini memang tidak belajar seperti biasa karena para murid harus membicarakan perihal ini untuk camping besok. Di sana tentu akan banyak perlombaan yang harus diikuti, dan kelas mereka yang selalu hits tentu harus menang.
"Ella, kamu punya matras gak?" tanya Mia menegur, karena dari tadi sahabat nya itu hanya diam.
__ADS_1
"Hm punya, butuh berapa tinggal tulis aja. Terus aku bawa apa lagi? Mejikom juga gak?" celetuk Daniella yang malah diketawai teman-teman nya.
Mereka pun langsung meledeknya karena sempat terpikirkan akan membawa mejikom. Masalahnya, saluran listrik nya nanti dari mana? Daniella yang baru sadar pun hanya cengengesan.
Ya hal lain yang membuatnya malas menjelajah alam seperti itu ya karena akan kerepotan. Tidur di matras, kedinginan, susah mencari air dan harus masak juga.
Oh Daniella tidak terbiasa, karena Ia lebih suka di layani.
"Oke semua tugas nya sudah dibagi-bagi ya, jangan lupa besok per-alatannya dibawa dan jangan sampai ketinggalan. Nanti kalau misal tiba-tiba barangnya gak ada langsung chat di grup," kata Mia. Ya biasanya perempuan itu yang memimpin di kelas.
Yang lain pun memutuskan bubar, ada juga yang langsung beranjak pulang karena memang jam pelajaran sudah berakhir. Daniella melirik jam tangannya, sekarang Ia sedang dilanda perasaan bimbang.
"Kenapa masih di sini, gak mau pulang sekarang?" tanya Mia menghampiri bangku nya.
Daniella lalu mengangkat kepalanya. "Kira-kira sekarang aku mending pergi ke tempat les atau ke kantor Om Kai ya?"
"Tapi--"
Pletak!
"Ish dasar, jangan lebay deh. Les itu penting, lagian cuman satu jam aja. Nanti kan pulangnya baru bisa ke kantor Om Kai, pasti ke sana mau ngasih tahu kan?" Mia lalu membatin di dalam hati, padahal bisa diberitahu lewat pesan juga.
Tetapi Mia pun tahu se rempong apa Daniella itu pada Kai, maklum saja sudah sangat dibuat jatuh hati. Ia tidak pernah mengejek, karena Mia merasa Kai itu adalah definisi bahagia nya Daniella.
"Ya sudah deh sekarang les dulu, semoga aja pas selesai Om Kai belum pulang," gumam Daniella memutuskan dengan berat hati.
__ADS_1
Keduanya lalu keluar dari kelas menuju ke depan. Tumben sekali pikir Daniella si Andra tidak muncul lagi, biasanya saat bel pulang bunyi sudah menunggu di depan kelas. Mungkin sedang sibuk.
Jangan salah paham, Daniella bukan sedang menunggu nya!
Mereka lalu berpisah karena gojek yang Mia pesan sudah datang, begitu pun dengan jemputan Daniella. Untung saja dari tempat les nya ke kantor Kai tidak jauh, jalan kaki pun mungkin hanya sepuluh menit.
"Hallo Daniella selamat sore, Ibu kira kamu akan bolos lagi di pertemuan kita," sambut seorang guru wanita yang memakai kaca mata. Nada suaranya memang tenang, tapi menusuk sekali.
Daniella pun tersenyum kikuk, jadi malu karena beberapa kali pernah bolos. Habisnya Ia terlalu kangen pada Kai, sampai rela meninggalkan les nya.
"Hehe enggak kok Bu, hari ini datang. Oh iya Bu saya mau ngasih tahu kalau besok dan tiga hari ke depan saya gak akan datang les," ujar nya memberitahu.
"Hm memangnya kamu mau kemana lagi?" tanya Bu Wita sambil melipat kedua tangannya di dada. Jangan bilang alasan klasik?
Daniella pun menjelaskan tentang camping dari sekolah, jadi Ia tidak akan hadir les untuk beberapa hari ke depan. Untuk meyakinkan guru nya itu, Ia sampai menunjukkan kertas buktinya juga.
"Hm baiklah sekarang Ibu percaya, Ibu tadi sempat kira kamu sudah malas ikut les dan pengen santai di rumah." Lihatkan perkataan wanita itu benar-benar menusuk hati, ya walau tidak salah juga sih.
Mereka lalu masuk ke bangunan lumayan luas bertingkat dua itu. Saat memasuki kelas, Daniella langsung duduk di bangku kosong. Tersenyum menyapa teman-teman nya yang sudah hadir lebih dahulu.
"Sekarang jadwal mata pelajaran nya matematika ya, oke silahkan keluarkan buku nya," perintah Bu Wita berdiri di depan murid-murid nya.
Saat Daniella mengecek lagi ke dalam tas, langsung meringis pelan karena Ia lupa tidak membawa buku khusus untuk les nya itu. Kepalanya perlahan menoleh melihat seseorang mendekat, dan ternyata itu Bu Wita.
"Kenapa Daniella, kamu tidak bawa kah buku nya? Ckck kamu ini ya selalu saja ada tingkah nya, tidak niat les sekali," kata Bu Wita dengan nada sinis nya.
__ADS_1
Daniella menundukan kepala merasa malu, untungnya Bu Wita mau meminjamkan buku LKS nya sendiri dan kembali melanjutkan pertemuan itu. Ya Ia memang tidak niat les, orang tuanya yang menyuruh nya.
"Sekarang perhatikan ke depan, kalian harus mengerti karena nanti kita akan langsung buat soal!"