Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Membuat Heboh


__ADS_3

Olivia semakin panik melihat kedatangan Papanya. Papanya itu lalu menghampiri mereka dengan ekspresi wajah terkejut nya, apalagi pada seorang lelaki asing yang terkapar tidak berdaya di bawah, dengan wajah babak belur.


Kevin kembali menatap ke arah putrinya. "Olivia, ada apa ini?" tanyanya meminta penjelasan.


"Em Pah ini.."


Dilon tiba-tiba menyela, "Maaf Om saya yang buat keributan, saya gak bisa nahan diri karena merasa muak dengan tingkah dia," jawabnya tanpa takut.


"Memangnya alasan apa kamu sampai memukuli dia? Walaupun alasannya sekalipun yang buat kamu marah, tapi Om pikir ini terlalu berlebihan. Jangan sampai jadi boomerang untuk kamu." Kevin terlihat serius sekali saat mengatakan itu.


Kevin lalu meminta bantuan satpam rumahnya untuk membawa laki-laki muda yang sudah tidak berdaya itu ke mobilnya, Ia yang akan bawa ke rumah sakit langsung karena khawatir kenapa-napa. Kevin sempat menatap Dilon dalam, penuh arti hanya lewat tatapannya saja.


Sebelum benar-benar pergi, Kevin sempat berbisik di telinga Olivia. "Kamu bicara sama dia dulu, nanti Papa yang akan minta penjelasan kamu." Setelah mengatakan itu, Papanya pun masuk ke dalam mobil untuk menjalankan.


Selepas kepergian Papanya, suasana di sana terasa hening. Dilon dan Olivia sama-sama terdiam merasa canggung dan kikuk satu sama lain, tapi walau begitu hati mereka merasa sesak. Entah bagaimana hubungan mereka selanjutnya setelah ini.


"Aku gak salah, aku cuman ngasih pelajaran sama orang yang salah," kata Dilon dengan suara beratnya.


Olivia lalu berbalik menghadapkan tubuhnya pada Dilon, sebelah sudut bibirnya terangkat saat mendengar ucapannya tadi. "Lucu kamu itu, sudah tahu mukulin orang salah, kok gak mau ngaku juga?" tanyanya sinis.


"Tapi dia emang pantes, laki-laki pecundang dan gak tahu diri kaya si Septian emang harus dikasih pelajaran. Dia belum jera juga, aku gak bisa nahan diri lagi. Kamu itu pacar aku, aku cuman belain hak aku sebagai pasangan kamu." Terlihat tatapan getir di mata Dilon, perkataannya itu seperti ungkapan dari dalam hatinya.


Tetapi Olivia menggeleng, tidak bisa menerima apapun karena menurutnya Dilon juga salah dan selalu saja mengutamakan emosinya itu. Olivia juga lama-lama capek menghadapi pria itu yang banyak masalah begitu, dan merasa sekarang lah puncaknya.

__ADS_1


Saat Dilon akan menggapai tangannya, Olivia malah menghempaskan, "Dilon, sampai kapan kamu mau berubah?"


"Apa maksud kamu?"


"Aku capek harus hadapin orang pemarah kaya kamu, ada sedikit masalah pasti marah. Kamu itu sudah dewasa Dilon, seharusnya kamu bisa mengontrol emosi kamu," jawab Olivia.


Kernyitan dalam terlihat di kening Dilon, tidak menduga sendiri yang dikatakan Olivia. Kenapa suasananya sekarang terasa berbalik? Bukankah tadi Dilon pun emosi karena perempuan itu yang ketahuan berbohong juga padanya? Bagaimana juga Dilon tidak marah?


"Aku marah karena kamu berduaan lagi sama dia, kamu juga gak bilang itu sama aku," jelas Dilon menekan setiap katanya, merasa gemas. Jangan sampai Olivia di sini malah membalikan posisi.


Olivia yang merasa tidak terima pun segera membela diri, "Tapi aku juga belum jelasin apa-apa ke kamu dan kamu langsung main pukul Septian gitu aja. Berarti aku bener dong, kalau kamu itu yang diutamain ya emosi!"


"Hei Olivia, kalau kamu yang ada di posisi aku gimana? Kamu juga pasti gak terima dan marah!" Dilon kembali terpancing emosi, merasa Olivia itu manipulatif.


Keributan mereka baru berhenti saat melihat gerbang rumah terbuka dan muncullah Keisha. Wanita paruh baya itu mendengar keributan dari depan rumah, suaranya yang familiar itu membuatnya pun memutuskan segera mengecek.


Keisha lalu menghampiri mereka. "Ada apa ini? Kalian kenapa?" tanyanya.


Olivia menghembuskan nafasnya kasar, tanpa mengatakan apapun Ia pun melenggang pergi dari sana dan masuk ke dalam. Keisha yang melihat sikap judes anaknya itu jadi bingung sendiri, dugaannya semakin kuat jika mereka sempat ada masalah.


Perlahan Keisha pun menatap Dilon, "Dilon, sebenarnya ada apa? Kamu sama Olivia kenapa ribut?" tanyanya pelan.


"Kami ada sedikit masalah Tante, maaf ya." Dilon menundukkan kepala, merasa malu sendiri karena kedua orang tua Olivia sampai harus tahu. Ia jadi merasa khawatir pandangan mereka kepadanya pun akan berubah.

__ADS_1


Tidak sengaja Keisha melihat bercak darah tidak jauh dari sana, "Loh itu darah siapa? Kaya masih baru."


"Em bukan apa-apa Tante." Dilon lalu menyalami tangan Keisha dan pamit pulang. Anggaplah Ia pengecut karena sekarang sedang menghindar, tapi Dilon pasti ingin menyelematkan namanya di depan orang tua Olivia.


Keisha memperhatikan Dilon sampai pria muda itu pergi, setelahnya Ia pun masuk ke dalam rumahnya lagi untuk menemui Olivia. Sayangnya pintu kamarnya dikunci, Olivia bilang jika dirinya tidak ingin diganggu dulu.


Keisha pun berusaha mengerti, lalu beranjak pergi dari sana. Saat menuruni tangga, Ia malah berpapasan dengan suaminya yang sudah pulang. Keisha pun menyalami tangannya, tapi merasa bingung melihat raut wajah Kevin yang terlihat muram.


"Kamu kenapa?" tanya Keisha tidak bisa menyembunyikan penasarannya.


"Aku habis nganterin orang yang dipukul Dilon ke rumah sakit, ternyata lukanya lumayan parah sampai harus dirawat di rumah sakit. Aku sudah telepon keluarganya, katanya akan datang nanti," jawab Kevin.


"Hah? Dilon mukulin orang, siapa?!" pekik Keisha terkejut sendiri mendengar ini. Apa jangan-jangan darah di depan tadi itu karena keributan tadi? Keisha dibuat gemetar sendiri tidak bisa membayangkan itu.


Kevin mengangguk dengan helaan nafas berat, "Papa datang pas Dilon lagi mukulin orang itu, kayanya dia teman laki-laki Olivia juga. Tapi Papa gak tahu masalah yang terjadi sampai Dilon itu mukulin dia, kayanya ada masalah."


Kedua orang itu terdiam dengan pikiran yang berbeda, sekarang mereka merasa penasaran inti permasalahan apa yang membuat pasangan kekasih muda itu sampai bertengkar hebat. Jika pun ada laki-laki lain, itu berarti bisa saja ada orang ketiga. Tetapi mana mungkin Olivia selingkuh kan?


"Olivia di kamarnya, tapi pintunya dikunci dan dia bilang pengen sendiri dulu," ucap Keisha bercerita.


Kevin mengangguk pelan. "Nanti aku juga harus bicara sama dia, minta penjelasan. Aku pikir tadi Dilon terlalu berlebihan, aku sampai gak nyangka sendiri dia se kasar itu sama orang lain," ucapnya.


Mereka pun menuju ke kamar bersamaan, tanpa mengobrol lagi karena merasa kepala mumet sendiri. Pertanyaan nya adalah, kenapa putrinya itu sampai bisa membuat keributan sebesar ini?

__ADS_1


__ADS_2