
Hampir setengah hari Daniella berada di rumah Kakak nya, malam hari nya menjelang isya keluarga bersiap akan pulang. Rumah itu pun tidak akan terlalu ramai lagi, walau ada si kembar.
"Biar aku yang anterin Daniella pulang," ucap Kai berinisiatif lebih dahulu.
Kedua orang tuanya mengangguk setuju, kasihan juga kalau Daniella pulang naik taxi, lagi pula rumah nya se arah dengan apartemen Kai. Untungnya mereka sudah makan malam tadi, jadi nanti sampai di rumah bisa langsung istirahat.
Dengan gentle nya Kai pun membukakan pintu untuk Daniella, sedang gadis itu hanya meliriknya sekilas dengan tatapan yang masih sinis. Kai hanya tersenyum melihat tingkah nya yang pasti masih ngambek.
"Kita mau langsung pulang atau kamu mau kemana dulu gitu?" tanya Kai setelah duduk di kursi kemudi nya.
"Pulang lah, Om jangan culik aku ya, nanti aku aduin sama Ayana!" jawab Daniella ketus.
"Pffftt tumben, biasanya kalau sudah berduaan gini kamu pasti selalu pengen jalan-jalan dulu. Yakin nih mau langsung pulang?" tanya Kai memastikan sekali lagi, gadis itu masih gengsi.
Daniella pun menghembuskan nafasnya kasar. "Ya sudah deh terserah Om, yang penting pergi ke tempat yang gak ramai dan bisa buat aku rileks kalau bisa."
Ia pun menatap keluar kaca mobil dengan senyuman tertahannya, tidak bisa menyembunyikan perasaan senang karena Kai lah yang berinisiatif duluan. Entah kenapa, pria itu dari tadi seperti berusaha membujuknya yang sedang bad mood.
Ternyata Kai cukup peka apa yang harus dilakukan.
Entah kemana Kai itu akan membawanya, tapi yang pasti jalan ini tidak menuju ke rumahnya maupun apartemen lelaki itu. Daniella pun tidak peduli jika benar di culik, yang penting kan bersama Kai.
"Sampai, yuk turun," ajak Kai setelah mematikan mesin mobil nya.
Daniella pun ikut turun dan memperhatikan sekitar yang cukup ramai. Ia kira Kai akan mengajaknya ke tempat sepi, maksudnya agar mereka bisa mengobrol santai tanpa gangguan. Ternyata malah ke taman kota yang ramai.
"Om ngapain ngajak aku kesini?" tanya Daniella dengan suara malasnya.
__ADS_1
"Kamu kan suka jajan, di sini banyak jajanan," jawab Kai simple.
Rahang Daniella langsung jatuh mendengar itu. "Ish tapi kan tadi baru makan, perut aku masih kenyang," keluh nya.
Kai mengusap tengkuk nya sambil tersenyum kikuk, ternyata Ia salah ya? Tidak sengaja ada dua orang yang menaiki sepeda lewat, Ia pun jadi terpikirkan untuk melakukan itu.
Kai lalu menggandeng sebelah tangan Daniella dan menariknya pergi dari sana, mencari tempat penyewaan sepeda. Ternyata lumayan banyak, Kai pun langsung menyewa sepeda yang bisa di kayuh oleh dua orang.
"Ayo naik," perintah Kai pada Daniella yang masih berdiri di samping nya.
Sebenarnya Daniella tidak mengerti dengan tingkah lelaki itu, tapi Ia pun menurut saja dan duduk di bagian belakang. Tidak apalah menikmati waktu berduaan begini, karena kalau tidak sekarang bisa kapan lagi kan?
Daerah di sana memang sangat nyaman untuk jalan-jalan malam, berbagai stand makanan lah yang membuat banyak orang datang. Daniella dan Kai pun bersepedah mengelilingi alun-alun, mereka diberikan waktu satu jam oleh penyewa.
"Om, emangnya Ayana gak marah tahu kita sekarang lagi jalan-jalan berdua?" tanya Daniella berteriak dari belakang.
"Kenapa juga dia marah?" Tanpa diduga, Kai malah menanyakan hal itu.
Kai malah tertawa kecil sambil tetap fokus memimpin jalan. "Lagian kita gak ngapa-ngapain, Ayana juga pasti mengerti."
Daniella lalu membatin, mungkin Kai sekarang seperti sedang mengasuh keponakannya yang sedang ngambek. Pria itu menganggap mereka hanya bersenang-senang biasa, tidak memakai perasaan. Berbeda dengan Daniella yang sebalik nya.
Tetapi karena tidak mau terlalu sedih dan galau, Daniella memutuskan meredam perasaan sedih di hatinya. Sekarang Ia hanya ingin menikmati waktu berdua dahulu dengan Kai, tidak mau memikirkan apapun.
Sepeda mereka lalu terhenti tepat di pedagang jagung bakar. Kai mengajaknya makan dahulu, dan Daniella pun mengangguk setuju saja. Mereka lalu turun dari sepeda, dan beralih duduk di bangku panjang.
"Pak jagung bakar nya dua ya, rasanya yang original aja, jangan pedas," pinta Kai pada pedagang itu.
__ADS_1
"Oke Mas siap, tunggu sebentar ya," kata pedagang itu sambil memberikan jempol tangan.
Untungnya mereka tidak menunggu lama walau banyak pembeli, setelah mendapat jagung masing-masing langsung menikmati nya. Sesekali keduanya tertawa saat merasakan panas tapi tetap memaksakan makan sanking enak nya.
"Om pernah ngajak Ayana jalan-jalan malam begini? Maksudnya ke tempat kaya begini," tanya Daniella. Kenapa Ia malah membahas ini ya? Padahal pasti akan sakit hati.
Kai terlihat berpikir beberapa saat. "Kayanya belum pernah deh kalau ngedate di tempat begini," jawab nya.
Daniella lalu mendengus kasar dan meledek. "Kenapa, malu ya kalau kencan di tempat begini? Padahalkan seru, eh tapi jangan deh, nanti Om malah jadi inget nya ke aku."
"Hahaha kamu bisa saja Daniella," kekeh Kai, memang ada-ada saja pemikiran anak itu.
Saat Kai sedang menikmati jagung bakar nya sambil memperhatikan Daniella, matanya turun melihat ada satu butir jagung di sudut bibir gadis itu. Repleks sebelah tangannya terulur membersihkan, membuat Daniella terkejut dan menatapnya bingung.
"Kenapa, Om mau cium aku?" tanya Daniella polos.
Kai sampai tergelak sendiri mendengar itu. "Bukan, itu tadi ada jagung nempel," ucapnya meluruskan.
Daniella pun langsung mengusap-usap sekitar bibirnya dan tersenyum kikuk. Ia kira tadi Kai mau mencium nya, sampai Ia menanyakan langsung. Sungguh berani sekali kan dirinya?
Setelah jagung bakar keduanya habis, mereka pun memutuskan melanjutkan jalan-jalan mengelilingi tempat itu. Sekarang suasana terasa lebih rileks karena Daniella pun sudah tidak ketus. Ya rencana Kai berhasil, Ia tidak suka saja jika gadis itu sudah cemberut.
Hampir pukul sembilan malam nya, Daniella pun baru sampai di rumah nya. Terlihat bibirnya dari tadi melengkungkan senyuman, membuktikan jika Ia sangatlah senang.
"Makasih ya Om udah ngajak aku jalan, kalau bisa kapan-kapan kita begini lagi ya?" pinta Daniella dengan ekspresi berharap nya.
Kai mengangguk pelan lalu mengusap puncak kepala Daniella. "Iya kapan-kapan, kalau Om juga gak sibuk. Sudah sana masuk, nanti orang tua kamu khawatir lagi. Salamin ya sama mereka."
__ADS_1
"Oke nanti aku salamin. Om juga hati-hati di jalan, nanti sampai di apartemen langsung mandi terus tidur. Besok kan kerja," sahut Daniella perhatian.
Setelah Daniella turun dari mobilnya, Kai tidak langsung menjalankan dan malah memperhatikan gadis itu dengan tatapan sulit di artikannya. Melihat Daniella yang sudah masuk ke gerbang rumahnya, Ia pun baru menjalankan mobilnya pergi.