Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Mau Berdamai


__ADS_3

Saat Olivia sedang mengobrol asik dengan Tasya dan Syifa, perhatian mereka teralih melihat kedatangan Vanessa. Tatapan dua sahabatnya pun langsung sinis pada perempuan itu, ya mereka memang tidak menyukai Vanessa karena tidak akrab juga dengan Olivia.


"Mau ngapain kesini? Mau nyari ribut lagi sama Olivia? Gak bisa gak bisa, kalau mau hadepin gue sama Syifa dulu! " kata Tasya galak.


Vanessa terlihat berdecak pelan, "Apaan sih? Enggak juga. Aku mau bicara berdua sama Olivia, kalian mending pergi aja."


Syifa yang mendengar itu merasa tidak terima, Ia lalu mendorong bahu Vanessa, "Enak aja ngusir-ngusir, kita yang duluan di sini. Lagian lo mau bicara apa sama Olivia? Sudahlah, jangan mulai cari masalah lagi. Muak kita lihatnya!" dengusnya.


"Bukan urusan kalian aku mau bicara apa sana Olivia, ini kan urusan aku sama dia. " Vanessa lalu beralih menatap Olivia, "Oliv, aku mau bicara sama kamu, tapi cuman kita berdua!" Setelah mengatakan itu, Ia pun pergi keluar kelas.


Olivia yang dari tadi hanya diam memperhatikan dibuat sedikit bingung mendengar ajakan itu. Kira-kira apalagi yang direncanakan Vanessa ya? Hubungannya saja dengan perempuan yang satu itu semakin buruk karena kejadian di rumahnya beberapa hari lalu.


Tetapi dilihat dari ekspresi wajahnya, sepertinya cukup serius. Olivia lalu memberitahu pada dua sahabatnya jika dirinya akan pergi, Syifa dan Tasya sempat akan ikut, tapi langsung Ia cegah. Olivia lalu mengatakan kalau dirinya akan baik-baik saja, karena Vanessa itu bukan tandingannya.


Cukup lumayan agak lama menemukan Vanessa, tapi ternyata menunggunya di taman dekat lapang. Kebetulan nya lagi sedang ada anak basket yang main, dan salah satunya ada Dilon. Olivia lalu duduk di sebelah Vanessa, mereka malah terdiam beberapa saat merasa bingung.


"Ada apa?" tanya Olivia dengan nada suara malasnya.


"Aku tahu kamu pasti gak suka sama aku karena selalu cari perhatian Dilon, tapi seharusnya kamu juga mengerti kalau aku dan dia sudah temenan dari kecil. " sebelum Olivia protes, Vanessa pun dengan cepat membuka suara lagi, "Tapi setelah aku pikir lagi, kayanya sikap aku terlalu berani."

__ADS_1


Kernyitan terlihat di kening Olivia, sebelah sudut bibirnya lalu terangkat. "Oh jadi sekarang sudah sadar diri ya? Bagus deh, sikap kamu itu emang kurang ajar banget!" ketusnya.


Olivia tidak tahu apakah Vanessa itu serius menyesal begitu kepadanya atau tidak, berharap semoga saja benar Vanessa mengakui kesalahannya. Kerasukan apa perempuan itu sampai mau minta maaf kepadanya? Selama ini kan gengsi sekali.


Melihat uluran tangan Vanessa, membuat Olivia menaikkan sebelah alisnya tanda bingung. Tetapi Ia terkejut karena Vanessa malah mengambil tangan kanannya begitu saja, lalu membalas jabatan tangannya tadi.


"Aku minta maaf, aku ngaku salah. Aku memang gak mau kehilangan perhatian Dilon, tapi aku juga harus sadar kalau aku dan dia hanya sebatas teman. Kamu selama ini pasti cemburu karena dia punya sahabat cewek kaya aku," ucap Vanessa dengan ekspresi wajah datarnya.


Olivia malah tertawa sinis, lalu melepas jabatan tangan mereka. "Kamu serius atau cuman bercanda nih? Di lapangan ada Dilon, apa cuman mau cari perhatian dia aja?" tuduh nya jahat. Ia tidak mudah percaya, apalagi pada orang yang dulunya jahat.


"Ck serius lah, kalau enggak mana mau aku minta maaf begini, gengsi banget," jawab Vanessa kesal lalu melipat kedua tangannya di dada. Kesal sekali karena dari tadi Ia sudah bicara panjang lebar, tapi malah dianggap bercanda.


"Kenapa mau minta maaf sama aku? Sudah tobat atau ada yang nyeramahin?" tanya Olivia sedikit bergurau walau agak menusuk hati.


"Pas ngerjain tugas kelompok di rumah aku, kamu dan Raisa pulang duluan. Aku dan Dilon sempat bicara, dan dia nyuruh aku untuk jaga perasaan kamu. Sebenarnya aku sudah nyatain perasaan sama dia, tapi.. Dia tolak dengan alasan cuman nganggap aku sebagai keluarga." Vanessa agak malu menceritakan ini, tapi Ia kan sudah berjanji akan berubah.


Olivia agak tersentak mendengar Vanessa sempat menyatakan perasaan waktu itu pada Dilon, saat dirinya pun sudah pergi. Tetapi ke khawatirannya tidak lama karena Vanessa pun langsung melanjutkan cerita. Sekarang Olivia jadi yakin, jika Vanessa serius minta maaf.


"Terus Dilon bilang apalagi sama kamu?" tanya Olivia penasaran. Waktu itu di rumah Olivia sempat overthinking, tapi ternyata mereka memang tidak benar melakukan hal aneh-aneh, malah menyelesaikan masalah.

__ADS_1


Vanessa pun terlihat menghela nafasnya berat. "Dia bilang suatu saat aku juga pasti akan ketemu orang yang tepat, yang bisa menyayangi aku juga. Aku sebenarnya maunya Dilon, tapi dia bilang sudah punya kamu," jawabnya.


Olivia pun kembali dibuat tersenyum mendengar itu, hatinya jadi lega sendiri karena Dilon tidak sampai berkhianat. Ia memang tidak bisa menyimpulkan cerita dari satu orang, nanti juga akan Olivia tanyakan lagi kepastiannya pada Dilon agar hatinya semakin yakin.


Perhatian keduanya teralih melihat seseorang yang keluar dari lapangan, lalu berlari kecil menghampiri mereka. Vanessa pun memutuskan beranjak, perempuan itu tidak mau mengganggu ataupun menonton pasangan kekasih itu. Sekarangkan hatinya masih tahap pengobatan dan move on dari Dilon.


"Loh Vanessa mau kemana? Padahal aku mau bicara sama dia," tanya Dilon setelah sudah dekat, pria itu berdiri di depannya sambil mengatur nafasnya yang memburu.


Olivia lalu menarik tangan Dilon agar duduk di sebelah nya, dengan perhatiannya Ia membawa selembar tisu di saku seragamnya lalu mengusapkan di wajah pacarnya itu. Tidak ada rasa jijik sedikit pun, malahan saat Dilon berkeringat begini terlihat lebih tampan.


"Tadi kamu lihat kita lagi ngobrol gak dari lapang?" tanya Olivia tanpa menatap, pura-pura sibuk dengan kegiatannya.


Dilon langsung mengangguk, "Iya lihat, tapi gue gak bisa langsung samperin karena waktunya belum habis. Jadi kalian tadi habis mgobrolin apa? Gak berantem lagi kan?" tanyanya khawatir.


Olivia malah terkekeh kecil, tidak tersinggung dengan pertanyaan Dilon karena memang Ia dan Vanessa kan dulu punya hubungan yang buruk. Rasanya pasti seperti keajaiban saja mereka bisa mengobrol berdua, tanpa Dilon yang biasanya menengahi.


"Enggak lah, kita habis bicara serius tadi," jawab Olivia. Ia lalu membawa kedua tangan Dilon ke genggamannya dan menatap matanya dalam, "Dilon, makasih ya untuk semuanya."


"Hah kenapa tiba-tiba?" tanya Dilon bingung sendiri. Terima kasih untuk apa?

__ADS_1


"Kamu pasti gak suka lihat aku dan temen kecil kamu itu ribut terus, pasti kamu pengen kita punya hubungan baikkan? Kayanya setelah ini aku dan Vanessa bisa berteman, tadi dia minta maaf sama aku." Olivia menceritakan itu dengan senyuman tipisnya, merasa senang sendiri.


__ADS_2