Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Tidak Direstui Lagi


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Olivia malah disambut oleh kedua orang tuanya. Mereka memanggilnya mendekat, Ia lalu duduk di depan Papa dan Mamanya itu. Melihat ekspresi wajah serius mereka, entah kenapa membuatnya gugup.


"Ada apa ya? Aku capek banget, pengen istirahat sebentar," tanya Olivia tidak bohong. Memang Ia senang bisa menemani Dilon jalan-jalan, tapi hatinya ini sangat lelah dan cukup tertekan.


"Ada yang ingin kami bicarakan, ini tentang Dilon. Apa kamu dan dia masih pacaran?" Kevin langsung bertanya tujuannya, merasa tidak tega juga melihat wajah lelah Olivia.


Dengan pelan Olivia pun mengangguk, sudah Ia duga jika kedua orang tuanya ini ingin membahas tentang pacarnya itu, "Iya kami masih pacaran kok, kenapa?"


Kevin dan Keisha saling bertatapan dengan raut wajah tidak nyaman mereka, ingin mengungkapkan tapi merasa sedikit canggung. Tetapi bagi mereka, inilah yang terbaik untuk putrinya ini.


"Kami dengar Dilon ditangkap polisi ya, apa yang melaporkannya itu orang yang dia pukuli di depan rumah waktu itu? Atau dia ada kasus lain?" tanya Kevin.


"Em iya kasusnya kekerasan, dan yang ngelapor Septian, orang yang Papa bawa ke rumah sakit," jawab Olivia. Ia memainkan jari tangannya, merasa gugup dengan maksud mereka menanyakan hal ini. Padahal Olivia pikir mereka tidak akan tahu.


Kevin terlihat menghembuskan nafasnya berat, "Olivia, Papa dan Mama tidak mau kamu ada hubungan dengan orang bermasalah seperti Dilon."


Kedua mata Olivia terbelak saat mendengar itu, tidak menyangka sendiri karena mereka mengatakan langsung. Tanpa meminta penjelasan lebih pun bisa langsung disimpulkan jika kedua orang tuanya tidak lagi merestui dirinya dengan Dilon.


Perlahan perasaan panik hinggap di dada Olivia, merasa sesak juga karena kini kedua orang tuanya sudah tidak terlalu mempercayai Dilon. Tetapi kalau dipikir lagi, sikap mereka ini sebenarnya wajar. Hanya saja, Olivia merasa Dilon tidak se buruk itu juga.


"Tapi dia sudah keluar kok, Septian sudah cabut gugatannya juga," ucap Olivia sekedar memberitahu jika pria itu tidak ditahan lagi.

__ADS_1


"Begitu ya? Bagus deh, lagian dia masih muda dan seharusnya setelah ini bisa introspeksi diri." Entah apa maksud perkataan Papanya itu, tapi dari nada suaranya terdengar agak ketus.


Keisha yang dari tadi diam pun akhirnya membuka suara juga, "Olivia, mungkin Dilon memang baik sama kamu dan pada kami juga. Cuman karena sekarang status dia mantan napi, jadi--"


"Bahasa Mama itu terlalu kasar, aku gak suka!" sela Olivia dengan suara agak kerasnya, tatapannya terlihat kesal pada kedua orang tuanya.


Memang benar Dilon itu mantan narapidana, tapi Olivia merasa tidak perlu sampai di bilang begitu juga karena pria itu tidaklah salah sepenuhnya. Kasihan sekali Dilon, tidak banyak yang tahu juga kejadian sebenarnya. Apakah setelah ini kehidupannya akan berubah?


Ingin sekali Olivia selalu berada di sisinya, menemani dan menghiburnya. Sayangnya kemungkinan itu hanya bisa sesaat saja, karena lagi-lagi Ia diberikan beban berat yaitu untuk mengakhiri hubungan dengan Dilon. Tidak terbayang bukan posisinya saat ini yang pusing?


"Iya maaf kalau Mama terlalu kasar, tapi intinya kami sudah tidak berharap kamu dan dia bersama. Jangan menganggap kami tidak menyukai Dilon, tapi kami rasa kamu bisa mendapatkan yang lebih baik," lanjut Keisha dengan tatapan dalamnya.


Selain itu kan kedua orang tua Olivia orang yang cukup berpengaruh dan memiliki lingkungan pergaulan yang luas. Takutnya dengan kabar ini, membuat citra mereka menjadi buruk, atau parahnya putri mereka yang dipojokkan karena masih mempertahankan hubungan dengan mantan narapidana itu.


"Hm."


"Kami ingin kamu bersikap dewasa dan memikirkan ini dengan matang. Kami cuman peduli sama kamu, dan kami juga tidak mau nama baik keluarga kita jadi tercoreng."


Pedih sekali hati Olivia saat Papanya berkata begitu, seolah Dilon tidak pantas bersamanya apalagi untuk masuk ke keluarga ini. Tidak ingatkah mereka bagaimana baiknya Dilon dan bahagianya pria itu jika sudah di sini? Hanya karena satu kesalahan, pandangan mereka pun langsung berubah.


Olivia lalu beranjak dari duduknya dan melenggang pergi dari sana dengan langkah gontai. Hari ini Ia benar-benar sangat lelah, entah itu fisik atau pun hatinya. Sekarang Ia hanya perlu waktu sendiri untuk menenangkan hati dan pikirannya, sambil memikirkan rencana lain. Apakah restu orang tuanya bisa dijadikan alasan nanti Ia memutuskan Dilon?

__ADS_1


Drrrttt!


Baru saja merebahkan tubuhnya di ranjang, ponselnya sudah berdering lagi tanda ada panggilan masuk. Awalnya Olivia mengira itu panggilan dari Dilon, tapi ternyata dari Septian. Dengan malas Ia pun mengangkat panggilan itu, menyimpan ponselnya di sisi telinganya.


["Hallo sayang, kamu dimana sekarang? Jangan bilang masih sama si Dilon lagi?"]


Olivia mengernyitkan keningnya tidak suka karena Septian itu memanggil dirinya dengan sebutan begitu. Sama sekali tidak romantis, malah membuatnya mual, "Enggak, aku sudah pulang dari tadi juga."


["Ya bagus deh, lagian kamu jangan terlalu lama berduaan sama dia, gimana bisa move on nya? Oh ya, apa kalian sudah putus?"] Septian memutuskan menanyakan langsung, karena hal itulah yang Ia tunggu-tunggu.


"Belum, lagian kan perjanjian nya juga maksimal setelah ujian minggu depan," jawab Olivia agak protes. Jangan bilang Septian akan memaksa lagi?


["Aku kira kalian sudah putus, kan kalau lebih cepat bisa lebih bagus. Tapi ingat ya, walaupun kalian sekarang masih berhubungan, kamu dan Dilon harus jaga batasan. Aku akan terus perhatikan kamu dan dia, jaga sikap kamu!"]


Olivia dibuat menelan ludah kasar mendengar nada suara Septian yang menjadi berat di sebrang sana, bisa membayangkan ekspresi wajahnya itu yang serius. Lagi-lagi Olivia pun hanya bisa menurut, karena takut Septian berbuat nekad lagi.


Merasa tidak ada hal lain yang ingin dibicarakan lagi, Olivia pun izin mematikan panggilan. Awalnya Septian protes dengan beralasan masih kangen, tapi Olivia bilang jika Ia sekarang ingin istirahat karena kecapean. Untungnya Septian mengerti, walau dengan setengah hati.


"Huft aku harus gimana ya nanti ketemu Dilon besok? Dia pasti bakal sekolah lagi karena ujian," tanyanya entah pada siapa. Matanya menatap kosong langit kamarnya.


Pasti tidak akan mudah untuk bersikap dingin pada Dilon dan mulai mengacuhkannya. Tetapi Ia harus biasakan diri dari awal agar nanti Dilon itu tidak terlalu kaget. Tetapi sekarang Olivia tidak ingin memikirkan itu dulu, Ia ingin fokus dulu pada ujian besok.

__ADS_1


Berharap semoga saja pelajarannya tidak terganggu hanya karena masalah percintaannya ini. Apalagi nilai dari ujian ini sangat penting juga untuk masa depannya. Olivia pun memutuskan akan istirahat sebentar, nanti bangun saat jam makan malam.


__ADS_2