
Acara ulang tahun itu berakhir di sekitar pukul sepuluh malam nya. Tidak terlalu larut karena orang tua Daniella khawatir anak-anak muda itu kenapa-napa, apalagi jika ada yang tinggal jauh.
Tidak lupa sebelum pulang mereka pamitan dahulu kepada Daniella dan keluarganya. Melihat dari wajah sumringah semua orang, sepertinya benar-benar menikmati pesta.
"Om gak akan pulang sekarang juga kan?" tanya Daniella dengan tatapan memicing nya.
"Gak, Om mau tunggu dulu Kak Olivia dan Kak Dilon. Mereka katanya sebentar lagi sampai, langsung menuju kesini saat sampai di bandara," jawab Kai sambil melirik jam tangannya. Untungnya besok hari weekend.
Benar saja yang ditunggu-tunggu pun datang juga, suasana rumah pun dalam sekejap berubah menjadi ramai. Dilon dan Olivia bergantian memeluk anggota keluarganya itu, apalagi dengan Kai yang memang adik kandungnya sendiri.
Walaupun mereka sudah tidak lagi muda, tapi tidak gengsi menunjukkan kasih sayang.
"Kak Daniella selamat ulang tahun, ini kado dari aku dan Fania," ucap Filio sambil memberikan kado berukuran sedang.
Kembaran perempuan nya lalu menyahut. "Semoga Kakak cepet punya pacar ya, sekarang kan sudah tujuh belas tahun. Gak jomblo terus."
Yang lain mendengar itu dibuat menahan tawa, membuat Daniella meringis sambil tersenyum kiku. Ia pun mengusap kepala keponakannya itu bergantian, Filio dan Fiona adalah anak kembar dan usia mereka sekarang mau sebelas tahun.
Ada hal yang menarik dari si kembar, yaitu perbedaan sifat mereka. Berbeda dengan Filio yang kalem dan selalu tidak banyak tingkah, Fiona itu sepertinya Dilon versi mini. Agak pecicilan, padahal anak perempuan.
Walaupun begitu, si kembar sangat di sayangi semua orang.
"Makasih ya kado nya, Kakak terharu deh sampai disiapin begini. Apa kalian juga yang pilihin sepatunya langsung?" tanya Daniella setelah membuka kado yang ternyata berisi sepasang sepatu cantik itu.
__ADS_1
"Iya dong kita yang pilihin, tapi aku sama Filio sempat berantem karena pilihan kita beda. Tapi akhirnya dia yang ngalah dan setuju aku beli yang itu," jawab Fiona dengan senyuman penuh kemenangannya, ya Ia memang selalu tidak mau kalah.
Perhatian mereka teralih melihat Dilon dan Olivia mendekat, Daniella pun langsung mengubah ekspresi nya menjadi cemberut. Dilon yang peka kalau adik perempuannya itu pasti ngambek karena keterlambatannya pun langsung merangkul bahu nya.
"Hei sorry ya kita datang pas acara sudah selesai, pesawat kan sempat dellay jadi telat sampai. Tapi yang penting kita tetap datang di hari ini," ucap Dilon berusaha membujuk.
"Iya-iya aku maafin, tapi Kakak gak lupa kan siapin hadiah untuk aku?"
Olivia lalu menunjukkan sebuah paperbag bermerk Channel di depan wajahnya. Dengan senyuman lebar, Ia pun segera merebut nya dan membuka isi nya. Ternyata dompet cantik dengan warna cerah khas Channel.
"Aaa lucu banget dompet nya, hm sudah pasti sih ini yang pilihin Kak Olivia. Hehe makasih ya, Kakak emang tahu banget selera aku. Aku bakalan ganti dompet, yang itu sudah gak jaman," ucap Daniella yang tidak bisa menahan rasa senang.
Di banding dengan Kakak nya sendiri, Daniella lebih akrab dengan Olivia yang Kakak Ipar nya. Malahan biasanya Daniella selalu curhat pada Olivia. Keduanya sama-sama nyambung, kalau sudah mengobrol akan lama bersama.
"Hehe dengarkan sayang pilihan aku itu gak salah, Daniella beneran suka sama dompet nya," ujar Olivia sambil menyenggol bahu suaminya.
Kembali semua pun tertawa, membuat Daniella merengek kesal di ledek Kakak laki-laki nya. Enak saja mau membelikannya barang murahan begitu, sama sekali bukan mencerminkan sosok Daniella.
Mereka lalu pindah ke meja makan karena keluarga kecil harmonis Dilon belum makan malam. Melihat si kembar yang makan dengan lahap, membuat Oma dan Opa nya merasa tidak tega dan terus menambahkan makanan di piring cucu nya itu.
Beralih pada Kai yang juga sedang ikut makan, kepalanya menoleh sekilas merasakan tatapan dari seorang gadis yang duduk di sebelahnya. Ia pun membalas tatapan Daniella dengan bertanya, tapi hanya ditanggapi dengan senyuman.
"Om mau nginep gak malam ini di sini? Nginep aja ya, Kak Olivia juga pasti bakalan nginep," ajak Daniella, karena Ia masih kangen.
__ADS_1
Dilon yang kebetulan duduk di depan mereka dan mendengar pun menyahut. "Iya Kai nginep aja, di jalan sudah malam dan bahaya. Besok juga kan libur gak ke kantor."
Setelah Kai pikirkan lagi, akhirnya Ia pun mengangguk mengiyakan. Kalau di jalan ke rumahnya juga lumayan jauh, tubuhnya cukup lelah dan ingin segera istirahat. Mendengar sorakan pelan di sebelahnya, sudah pasti Daniella itu merasa senang.
Selesai makan malam semua pun beranjak ke kamar masing-masing, bahkan di rumah ini pun sudah disediakan kamar khusus untuk si kembar. Kai sendiri akan menempati kamar kosong di lantai dua, Daniella yang mengantar langsung.
"Gimana kalau Om tidurnya sama aku aja?" tanya Daniella dengan senyuman lebar nya.
Kai menaikkan alis nya mendengar itu, tidak menyangka kalau gadis itu akan semakin berani ke padanya. Tetapi Ia tidak pernah menanggapi serius, menganggap kalau Daniella hanya bermain-main saja.
Ia mendekat lalu menyentil kening Daniella, hingga terdengar ringisan dari bibir nya, "Kalau orang tua kamu tahu kita tidur se kamar, aku yakin mereka bakalan langsung nikahin kita."
Kedua mata Daniella malah berbinar mendengar itu, Ia lalu memeluk tangan Kai. "Gak papa dong bagus, jadi langsung sat set hehe," katanya.
Kai terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar itu, sepertinya Ia salah bicara karena gadis ini malah semakin menjadi-jadi. Ia lalu melepaskan pelukan Daniella dan berjalan ke ranjang, saat duduk di sana langsung menghela nafas lega.
Merasa lumayan gerah, Kai pun melepas jas dan dasi nya. Membuka kancing kemeja bagian atas dan tangan, lalu menarik bagian tangan hingga ke siku. Menyadari masih ada orang di sini, Ia pun kembali menatap ke depan.
Daniella malah terpukau dengan sikap Kai tadi, padahal hanya hal kecil namun terlihat keren. Maklum saja pria yang sudah matang itu sangat tampan, punya badan atletis juga jadi siapa yang tidak tertarik kan?
"Hei Daniella, tutup mulut kamu nanti air liur nya jatuh ke lantai," ledek Kai lalu tertawa kecil.
Kesadaran nya pun langsung kembali, Ia pun menutup mulutnya sambil berdehem pelan menghilangkan perasaan gugup. "Jadi Om serius nih gak akan tidur di kamar aku? Hm sayang banget, Om ini kayanya gak normal!"
__ADS_1
Daniella pun berbalik dan keluar dari kamar itu dengan senyuman tertahannya. Percayalah Ia memang suka menggoda Kai, tapi tidak bisa bayangkan jika pria itu sampai menanggapi.
Pasti akan panik sendiri.