
Malam ini cukup spesial karena akan diadakan api unggun bersama, moment seperti ini cukup romantis menurut beberapa murid. Terlihat semua sedang ber siap-siap berdandan, pesta api unggun akan dimulai setengah jam lagi.
"Mau kemana Ella?" tanya Mia melihat sahabatnya itu akan keluar tenda.
"Mau cari sinyal, hari ini sibuk banget belum nelepon Om Kai," jawab Daniella sambil tersenyum kuda, Mia hanya menggeleng pelan ikut tersenyum.
Batrai ponselnya tinggal tiga puluh persen lagi, Daniella tidak yakin apa akan menyala sampai besok atau tidak. Tetapi yang terpenting, sekarang Ia ingin video call dulu dengan Kai. Sudah benar-benar rindu.
Agak kesusahan mencari tempat yang sesuai dan sinyal nya penuh, akhirnya Daniella sampai naik ke atas pohon yang untungnya tidak terlalu tinggi. Di sana juga tidak gelap, ada lampu-lampu kecil menggantung.
Drttt!
"Ck lama banget lagi, jangan bilang dia lagi malam mingguan bareng Ayana?" tanyanya sambil menggerutu pelan.
Untung nya beberapa detik kemudian panggilan nya pun diangkat. Daniella langsung menunjukkan ekspresi senang nya di layar melihat Kai. Jika di perhatikan, sepertinya pria itu masih di kantor.
"Hallo Om Kai, maaf ya baru ngasih kabar soalnya dari pagi susah pegang ponsel, sibuk banyak kegiatan," ucap Daniella memulai obrolan.
Kai terlihat tersenyum tipis di sebrang sana. Mungkin berpikir jika Daniella itu terlalu berlebihan, padahal tidak menunggu kabar dari nya juga. ["Pasti kamu capek ya di sana, sudah berapa hari?"]
"Hm iya capek banget, badan aku juga pegal-pegal. Kayanya nanti selain ke klinik kecantikan, mau di pijet juga," keluh Daniella menunjukkan ekspresi memelas nya.
["Sabar ya, besok kan katanya pulang. Gak papa, masa kaya gitu gak akan ke ulang lagi. Om malah kangen pengen muda lagi, soalnya sudah dewasa gini sibuk kerja."]
Cukup lama mereka mengobrol, Daniella seperti biasa selalu lebih banyak bicara menceritakan apapun yang di lakukannya hari ini. Kai juga mendengarkan dengan baik, walau sambil mengetik di laptop nya.
Daniella memperhatikan Kai yang terlihat fokus bekerja, jika sudah serius begitu ketampanannya jadi semakin bertambah. Bagaimana dirinya tidak semakin jatuh cinta coba?
__ADS_1
"Kenapa Om belum pulang? Ini sudah malam loh," tanyanya.
["Sebentar lagi pekerjaan Om selesai kok, besok kan hari libur jadi bisa istirahat seharian."]
Biasanya Daniella tidak akan membiarkan itu terjadi, karena Ia ingin menghabiskan waktu bersama Kai. Memonopoli Kai sebelum direbut Ayana. Tetapi kalau seperti ini, membuatnya jadi tidak tega sendiri.
Sepertinya besok juga setelah Ia sampai di rumah akan langsung istirahat, jadi mereka belum bisa bertemu. Tidak apalah, masih banyak waktu juga. Sayang sekali, padahal Ia sudah sangat rindu.
"Aku kira Om lagi malam mingguan sama pacar Om, soalnya tadi lama angkat vc dari aku," ucap Daniella dari dalam hati.
Kai terlihat tertawa kecil lalu kembali menatap ke layar ponsel nya di sebelah. ["Tadi nya sih ngajak makan malam gitu, tapi Om tolak soalnya masih banyak kerjaan."]
Mendengar itu tentu saja membuat Daniella senang, bisa juga ternyata Kai menolak ajakan kekasihnya itu. Baguslah, karena mereka tidak ada waktu berduaan untuk bermesraan.
"Hm kalau aku jadi pacar Om, aku bakalan berusaha ngertiin Om yang super sibuk itu. Aku juga bakal jadi penyemangat Om saat kerja," ujar Daniella mengkhayal.
Tetapi reaksi Kai malah tertawa, membuatnya mengerucutkan bibir karena pasti sedang di ragukan. Padahal kenyataannya Ia sering mengganggu jika datang ke kantor, tapi Daniella juga bisa kok jadi pacar yang penurut.
"Aduh siapa tuh?!" pekik Daniella mengalihkan perhatian merasakan kakinya seperti di lempar batu kecil.
Saat menurunkan pandangan ke bawah, terlihat Mia di sana sedang berkacak pinggang. "Astaga Daniella, sampai segitu nya yang mau lepas rindu. Ckck benar-benar pengorbanan besar," katanya.
"Hahaha habisnya di sini sinyal nya paling bagus, makanya naik ke pohon," sahut Daniella membela diri. Ia juga agak kaget karena bisa naik pohon, perjuangannya ini jangan di remehkan walau hanya ingin video call saja.
"Sudah yuk turun, api unggun nya mau dimulai. Pembina sudah manggil!" ajak Mia sambil melambaikan tangan.
Daniella mengangguk mengiyakan, tapi Ia akan pamit dulu pada Kai. Pria itu juga katanya sudah selesai mengerjakan tugasnya, mau ber siap-siap pulang. Kebetulan sekali mereka.
__ADS_1
"Nanti kalau aku sudah di Jakarta, aku bakalan peluk Om terus soalnya kangen banget. Awas ya jangan marah," kata Daniella lalu segera mengakhiri panggilan karena malu sendiri.
Dengan hati-hati dan dibantu Mia, Daniella pun turun dari pohon yang tidak terlalu tinggi itu. Setelah meloncat ke bawah, Ia langsung tertawa konyol sendiri, sedang Mia hanya menggeleng melihat tingkah random nya.
Keduanya pun berjalan menuju lapangan sambil memasukan tangan di saku jaket karena merasa dingin. Langit malam itu terlihat cerah, ada bulan dan bintang. Seperti mendukung acara ini.
Langkah keduanya terhenti saat tidak sengaja melihat seorang lelaki yang lewat. Andra yang sadar pun langsung menoleh, tersenyum lebar dan berjalan mendekati.
"Dari mana kalian, kirain sudah di lapang," tanya Andra basa-basi.
"Ini nih tadi habis jemput dia yang naik pohon cuman nyari sinyal," jawab Mia sambil menunjuk Daniella di sebelah nya.
Andra terlihat tertawa merasa konyol mendengar cerita itu. "Serius Daniella kamu sampai naik pohon cuman nyari sinyal?"
Daniella hanya tersenyum canggung menanggapi. Ia malah lebih tertarik membahas hal lain, menyenggol pelan tangan Mia sambil melotot sebentar memberi kode. Melihat ekspresi Mia yang kebingungan, Ia pun akhirnya berbisik.
"Aku mau pergi, kamu ngobrol berdua ya sama Andra. Harus berterima kasih sudah nganterin waktu itu," bisik Daniella di telinga nya
"Tapi--"
Sebelum Mia protes enggan, Daniella memutuskan segera berlari pergi dari sana dan beralasan jika perut nya sakit. Setelah pergi lumayan jauh, Ia sempat menoleh ke belakang dan tersenyum melihat Mia yang sepertinya sudah mulai bicara dengan Andra.
"Hehehe misi berhasil, pokoknya mereka harus jadian biar si Andra tuh gak gangguin aku terus," gumam Daniella dengan senyuman penuh arti nya.
Ia pun berjalan dengan riang ke lapangan, mencari teman-teman kelas nya dan tidak sulit juga menemukannya. Beberapa menit kemudian, Mia pun ikut bergabung dan duduk di sebelah nya.
Melihat Mia yang datang sambil tersenyum-senyum begitu, membuat Daniella pun menduga jika sepertinya semua sesuai rencana. Ia pun menyenggol agak keras tangan Mia.
__ADS_1
"Cie, tadi ngobrol apa aja? Lama banget," tanyanya menggoda.
"Gak apa-apa kok, cuman bilang makasih aja," jawab Mia sambil mengusap tengkuk nya tanda salah tingkah. Plus nya ya mereka saling follow instagram dan tukar nomor ponsel.