Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Sedang Manja


__ADS_3

Tidur nyaman Olivia terganggu merasakan usapan di pipinya. Perlahan matanya terbuka, saat pandangannya sudah jelas, bibirnya langsung melengkungkan senyuman tipis melihat siapa yang sudah mengganggunya itu.


"Dilon," panggil Olivia lalu membawa tangan pria itu ke genggamannya.


"Hei gue ganggu ya? Sorry," ucap Dilon tidak enak, padahal Ia tadinya tidak berniat sampai membangunkan.


"Enggak kok, aku juga dari tadi tidur terus. Kamu dari kapan di sini?"


Sebelum menjawab, Dilon membantu kekasihnya itu untuk duduk dan bersandar di kepala ranjang. Merasa senang karena wajah Olivia sekarang tidak terlalu pucat, tadi saat Ia cek suhu tubuhnya pun tidak panas.


"Baru beberapa menit sih, tapi pembantu lo yang nyuruh gue langsung masuk. Orang tua lo dimana? Kok rumah sepi banget," tanya Dilon.


"Mama katanya ada urusan, tapi ternyata dia belum pulang juga ya. Kayanya Kai juga ikut sama Mama, kalau Papa mungkin belum pulang kerja," jawab Olivia.


Dilon menganggukan kepalanya lalu mengeluarkan makanan yang dibelinya tadi sebelum kesini, pesanan Olivia, tapi Ia tambahkan dengan cemilan lain. Saat Dilon sedang asik memperkenalkan makanan, Ia tersentak merasakan sudut bibirnya di pegang.


Saat Dilon menatap Olivia, bisa melihat tatapan perempuan itu yang terlihat bingung tapi juga khawatir. Setelah ini Ia pasti akan ditanyai banyak hal, tapi Dilon merasa tidak mampu berbohong juga.


"Dilon, kenapa sudut bibir kamu robek gitu? Terus pipi kamu juga ada lebam, kamu habis berantem ya?" tanya Olivia dengan nada khawatir nya.


"Enggak kok," bantah Dilon.


"Jangan bohong, terus kenapa wajah kamu babak belur gini?" Olivia lalu menduga sesuatu, "Kamu berantem lagi sama Septian? Tapi bukannya dia masih dirawat ya?"


"Ck bukan dia, gue gak berantem!" jawab Dilon kekeuh.


Dengan terpaksa Dilon pun cerita jika luka di wajah yang Ia dapat dari Papanya. Kemarin malam setelah mengantar Olivia, Dilon menghadap Papanya itu. Ternyata Papanya tahu jika Ia membuat masalah di sekolah, karena terlalu kesal sampai memukul wajahnya.

__ADS_1


"Ya ampun, kok Papa kamu sampai mukul begini sih? Apa sakit?" tanya Olivia sambil mengusap pelan wajah tampan itu.


Dilon malah tersenyum tipis, merasa terharu dengan reaksi Olivia. Luka di wajahnya sih sudah tidak terlalu sakit, tapi yang lebih sakit itu ya hatinya. Dilon kira Papanya sudah tidak galak lagi, tapi Ia juga mengerti mungkin Aiden terlalu kecewa.


"Aku sudah biasa kok, kalau misal aku bandel di sekolah, Papa pasti suka marahin dan mukul aku," jawab Dilon lalu mengecup punggung tangan Olivia.


"Tetep aja gak boleh, menurut aku terlalu berlebihan kalau Papa kamu itu sampai mukul," gumam Olivia.


Olivia sebagai kekasih merasa tidak terima, walau Aiden memang lebih berhak atas Dilon. Ia tahu pria itu kemarin memang agak kurang ajar sampai membuat Septian harus masuk ke rumah sakit, tapi Olivia pikir Papanya Dilon tidak perlu sampai menghukum nya dengan fisik.


Melihat pria itu yang sok kuat, membuat Olivia jadi kasihan sendiri. Walaupun Dilon terlihat baik-baik saja, tetap saja Ia yakin Dilon pasti sedih dan sakit hati. Apa mungkin sikap emosional pria itu juga karena luka batinnya ini?


"Hei jangan natap gue kasihan begitu, gue gak papa kok. Sudahlah mending dimakan nih pudding nya, gue beli beberapa yang rasanya beda. Ada buah-buahan sama coklat," ucap Dilon mencairkan suasana.


"Kenapa belinya banyak banget? Kan aku cuman minta satu," tanya Olivia melihat ke bawah, di pangkuan Dilon banyak makanan.


Dengan baiknya pria itu lalu menyuapi Olivia, terkadang juga membantu membersihkan bibirnya yang belepotan. Syukurlah perempuan itu sudah ceria lagi, walau terlihat masih agak lemas. Dari pada kemarin yang tidak bisa apa-apa.


Saat keduanya sedang asik bermesraan, perhatian teralih mendengar pintu kamar yang terbuka dan masuklah Keisha. Wanita itu terlihat terkejut melihat ada Dilon di sana, tapi bibirnya langsung tersenyum dan Ia pun menghampiri.


"Loh Dilon, ada kamu ternyata. Dari kapan di sini?" tanya Keisha setelah lelaki itu menyalami tangannya.


"Sudah dari tadi Tante, pas pulang sekolah langsung kesini," jawab Dilon dengan senyuman ramahnya.


"Kamu ini perhatian banget ya, pasti khawatir pacarnya lagi sakit," ucapnya menggoda.


"Hehe iya Tante, biasanya kan setiap hari selalu bareng-bareng di sekolah, gak ada dia jadi sepi," celetuk Dilon sambil melirik kekasihnya.

__ADS_1


Olivia pun memukul pelan tangan pacarnya itu, merasa Dilon terlalu berlebihan, Ia kan jadi malu. Tetapi jika benar begitu, tentu saja Ia merasa senang karena kehadirannya benar-benar sangat dianggap.


Keisha sempat melihat putrinya yang terlihat sudah semakin baik, apalagi pasti ada Dilon di sini. Keisha lalu kembali melihat Dilon, tapi kernyitan langsung terlihat di keningnya melihat ada sesuatu di wajah tampannya itu.


"Dilon wajah kamu kok--"


"Em Mah aku laper, aku pengen makan malam sekarang, bisa gak?" tanya Olivia menyela.


"Hah? Iya nanti Bibi anterin makanan kesini. Dilon juga mau makan di sini?" tawar Keisha yang tidak jadi bertanya.


"Enggak usah Tante, aku masih kenyang habis nyemil. Olivia aja yang makan, nanti aku suapin dia," jawab Dilon.


Keisha mengangguk dan tidak memaksa, Ia pun pamit keluar kamar untuk menyuruh pembantu membawakan makan malam ke kamar putrinya. Keisha pun jadi melupakan apa yang akan ditanyakan nya tadi pada Dilon.


"Lo udah laper lagi? Terus ini nyemil apaan?" tanya Dilon terkejut. Biasanya kan katanya orang sakit tidak nafsu makan, tapi Olivia berbeda.


"Sebenarnya aku belum laper, nyemil ini aja sudah kenyang. Tapi tadi Mama mau tanya kenapa wajah kamu itu babak belur, terus kamu mau jawab apa?"


Dilon langsung terdiam mendengar itu, Ia pun menelan ludahnya kasar tanda gugup. Jadi begitu ya, Olivia hanya mau menyelamatkannya. Benar juga, jika tadi sampai ditanyai Dilon bisa jawab apa?


"Tapi gimana kalau Nyokap lo malah nuduh gue berantem sama orang? Kan lebih buruk," tanya Dilon.


"Hm kalau itu gak tahu, tapi nanti kalau misal Mama tanya aku mau jawab jujur aja deh," sahut Olivia.


Obrolan mereka lalu kembali terhenti karena kedatangan pembantu tua yang membawakan makan malam untuk Olivia. Dilon sempat akan menyuapi, tapi Olivia menolak karena dirinya kan masih kenyang.


Pasangan kekasih itu pun kembali mengobrol, Dilon kali ini yang banyak cerita tentang apapun. Katanya sebentar lagi akan ada acara bazar makanan di sekolah, dan yang memabuat makanan adalah kelas tiga.

__ADS_1


"Olivia, gue pulang dulu ya udah malem, lo juga pasti butuh istirahat. Besok jangan dulu masuk sekolah, nanti besok gue kesini lagi," ucap Dilon berpamitan.


__ADS_2