
"Aku ikut masuk ya?" pinta Septian dengan tatapan penuh harap.
Olivia yang sedang membuka seatbelt nya menoleh, "Kemana? Maksudnya ke rumah aku?"
"Iya, aku pengen ketemu sama keluarga kamu, kenalan," jawabnya.
Tetapi Olivia merasa ini terlalu cepat, selain itu Ia merasa ragu mengenalkan Septian pada kedua orang tuanya. Mamanya mungkin sudah tahu, tapi bagaimana reaksi Papanya nanti? Bukankah ini pun terlalu cepat?
Melihat Septian yang sudah turun lebih dulu, membuat Olivia menghembuskan nafasnya berat, sepertinya tidak ada pilihan lain. Keduanya pun berjalan bersisian menuju ke dalam rumah, entahlah apa kedua orang tuanya ada di dalam atau tidak.
Entah kebetulan atau bagaimana, Mama dan Papanya sedang di ruang tamu. Otomatis kedatangan mereka pun langsung menjadi pusat perhatian. Olivia lalu mengajak Septian menghampiri kedua orang tuanya.
"Mah Pah kenalin ini Septian," ucap Olivia memperkenalkan.
Kernyitan dalam terlihat di kening Papa Olivia memperhatikan lelaki muda yang wajahnya tidak asing itu, "Tunggu, bukannya kamu yang--"
"Iya Om saya yang Om bantu waktu itu ke rumah sakit. Terima kasih banyak ya Om sudah siaga dan tolongin saya," sela Septian berusaha se ramah mungkin.
Septian lalu menyalami kedua tangan pasangan paruh baya itu, senyuman pun terus terukir di bibir nya agar terlihat ramah dan disukai. Pokoknya Ia bertekad di dalam hati bisa menarik perhatian orang tua Olivia, agar hubungan mereka pun bisa direstui.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang, sudah baik-baik saja kan?" tanya Kevin basa-basi.
"Iya sudah sehat lagi kok Om, patah hidungnya juga cuman sebentar," jawab Septian, lalu kedua lelaki itu tertawa kecil bersamaan merasa lucu mengingat waktu itu.
Keisha mendekati putrinya lalu menyenggol bahunya pelan, "Kamu kenalin dia ke kita, apa itu berarti kalian sudah resmi pacaran?" tanyanya meminta penjelasan.
__ADS_1
"Em itu--"
"Om gak tahu kamu juga dekat dengan Olivia, apa kalian teman se kelas?" tanya Kevin.
Septian tidak langsung menjawab, Ia sempat melirik Olivia dengan senyuman penuh artinya. Perempuan itu pasti inginnya Ia membantah dan masih menyembunyikan status mereka, tapi Septian rasa malah ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan.
"Awalnya kami memang teman, tapi sekarang kami pacaran. Saya sudah lama suka sama Olivia, senang sekali karena sekarang bisa menjadi pasangan dia," jawab Septian dengan suara bass nya.
Kedua orang tua Olivia terlihat terkejut mendengar itu, lalu melirik putri mereka seolah meminta penjelasan lebih. Bukankah Olivia baru putus dengan Dilon? Kenapa cepat sekali mendapatkan pasangan baru?
Mereka semakin yakin jika Olivia dan Septian itu pacaran saat si lelaki tanpa malu menggandeng tangan Olivia menunjukkan keromantisan mereka. Sepertinya nanti harus bicara langsung dengan Olivia.
"Benarkah? Wah Om agak kaget," kata Kevin bereaksi sambil melonggarkan dasi nya.
Septian harap kedua orang tua Olivia itu bisa menerima dirinya, juga menyukainya. Akan Ia lakukan berbagai cara untuk mendapatkan hati dan restu dari mereka. Karena Septian memang serius dengan Olivia.
Olivia menghempaskan tautan tangan mereka dengan kasar, "Septian, kamu kenapa bilang gitu sih ke Mama sama Papa aku?!" protesnya.
"Memangnya kenapa? Kita kan sekarang memang pacaran. Lagian mereka juga tahu kan kamu sama Dilon sudah putus? Ya sudahlah biarkan, kamu juga berhak bahagia sama orang baru," kata Septian santai tidak mau diambil pusing.
Sebelah sudut bibir Olivia terangkat, "Bahagia? Gak ada Septian, yang ada aku tertekan jalin hubungan sama kamu. Ingat ya dari awal kamu itu ancam aku, dan aku terpaksa jadi pacar kamu!" ketusnya.
Septian sempat melirik ke arah koridor, takut kedua orang tua Olivia mendengar hal ini karena pasti akan gawat. Padahal tadi Ia sempat senang karena bisa memperkenalkan diri di depan orang tuanya Olivia, tapi kekasihnya ini malah menghancurkan mood nya.
"Terserah kamu mau bilang apa, tapi sekarang kamu pacar aku. Sudah waktunya juga semua orang tahu ini, kamu selalu saja berlindung di balik kata takut!" tegas Septian yang tidak mau kalah lagi.
__ADS_1
Olivia berdecak pelan melihat sikap boss Septian, kalau sudah seperti itu selalu menjadi menyebalkan. Memang dasar tidak sabaran sekali, kenapa juga sih Septian itu kekeuh sekali ingin mengakui dirinya sebagai pacar barunya?
Mereka pun kembali ke ruang utama, kedua orang tuanya pun masih di sana dan sepertinya tadi sempat mengobrol, tapi terhenti melihat dua orang itu kembali. Sayangnya Septian tidak bisa lama di sana karena mendapat panggilan dari asisten pribadinya.
"Om Tante, gak papa kalau misal nanti aku berkunjung lagi kesini?" tanya Septian meminta izin dahulu.
Keisha mengangguk pelan dengan senyuman ramahnya, "Iya gak papa kok, main saja, jangan sungkan," jawabnya.
"Makasih ya Om Tante, kalau gitu saya permisi pulang dulu. " Karena Septian tahu Olivia tidak akan mau mengantarnya sampai ke depan, Ia pun sempat mengusap puncak kepala kekasihnya itu lalu pergi dari sana.
Selepas kepergian Septian, suasana di sana tiba-tiba menjadi canggung. Olivia sempat melirik kedua orang tuanya, dibuat menelan ludah susah payah melihat mereka sedang memperhatikannya dalam. Sudah Ia pastikan jika sekarang mereka pasti butuh penjelasannya.
"Olivia, bagaimana bisa?" tanya Kevin dengan helaan nafas berat.
"Bagaimana bisa apanya?" tanya Olivia balik pura-pura tidak mengerti, Ia juga bingung harus menjawab bagaimana.
Keisha lalu berdehem pelan, "Tentu saja bisa, toh tadi Septian bilang sendiri kalau dia sudah dari lama suka sama Olivia. Mungkin setelah tahu dia putus dengan Dilon, Septian itu terus berusaha deketin kamu kan?"
Olivia yang dianggap begitu hanya tersenyum kikuk, mungkin alasan itu paling masuk akal di banding Ia jujur kalau sebenarnya menjadi pacar Septian karena diancam. Entahlah apa kedua orang tuanya ini akan menyetujuinya atau tidak, melihat respon santai mereka membuat Olivia sedikit khawatir.
"Atau jangan-jangan Septian itu penyebab hubungan kamu sama Dilon kandas?" tanya Papanya menduga.
"Bukannya Papa sama Mama ya yang gak setuju aku sama Dilon lagi? Makanya aku putusin dia, kenapa juga jadi berpikir ke Septian?" tanya Olivia menohok kembali mengingatkan kedua orang tuanya itu.
Jangan salah paham, Olivia bukan berarti sedang membela Septian di depan orang tuanya. Tetapi kedua orang tuanya juga ada hubungannya, Ia masih kesal karena mereka memandang Dilon jadi buruk begitu. Padahal selama ini hubungan mereka sangat baik.
__ADS_1
"Sudahlah aku capek, mau ke kamar," ucap Olivia dengan helaan nafas berat, lalu melenggang pergi dari sana.