Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 32


__ADS_3

Daniella berdiri lagi dari duduk nya. "Seragam nya jadi terawang gak?" tanyanya meminta pendapat.


"Lumayan sih, bagian yang basah aja. Tapi kayanya ditutup jas juga bisa," jawab Andra.


"Tapi aku gak bawa jas hari ini," desah Daniella.


Ia lalu melirik lelaki itu yang membuka jas nya dan malah memberikan padanya, Daniella pun langsung mengerti akan hal itu. Ia sempat memperhatikan sekitar, sekarang mereka menjadi pusat perhatian.


Telinganya bisa mendengar beberapa bisikan, sepertinya mereka menggoda nya karena mendapat sikap gentle man dari Andra. Pasti para perempuan iri. Daniella jadi bingung sekarang harus bagaimana, jangan sampai salah sikap.


"Pakai punya aku aja gak papa, dari pada seragam kamu bagian dalam nya jadi kelihatan," ucap Andra dengan senyuman manis nya.


Sepertinya Daniella harus menerima, karena Ia juga tidak nyaman jika seragam nya jadi terawang. "Makasih Andra," ujar nya pelan.


Tidak lama suara siulan menggoda pun semakin terdengar di sekitar sana, membuat Daniella dan Andra menunduk merasa malu. Berbeda dengan Andra yang senang, Daniella malah terbebani.


Karena makanan mereka pun sudah hampir habis, memutuskan tidak melanjutkan dan akan kembali ke kelas saja. Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan, merasa canggung karena kejadian tadi.


"Jas nya kebesaran ya? Tapi kamu jadi lucu pakai itu," kata Andra kembali membuka suara, tidak tahan sekali ingin mengatakan ini.


Daniella menoleh sekilas pada lelaki itu yang berdiri di sebelah nya, Ia lalu menundukan kepala melihat jas yang dipakai nya memang lebih besar dan panjang. Tetapi sepertinya dipakai nya tidak terlalu buruk, Andra tadi malah memujinya.


Sesampai nya di depan kelas, mereka pun harus berpisah. Daniella akan meminjam jas pria itu mungkin sampai pulang sekolah, Andra pun terlihat tidak masalah, malahan mungkin di dalam hatinya merasa senang.


"Mia, kamu tadi gak jajan ke kantin?" tanya Daniella menghampiri sahabat nya itu di bangku nya.


Mia yang sedang mencatat di buku pun mengangkat kepala. "Gak sempat, benar-benar sibuk karena besok kan ada perlombaan pramuka," jawab nya.


"Ck tahu gitu tadi titip makanan aja ke aku, eh tapi kayanya di tas aku ada susu kotak deh." Daniella pergi ke bangku nya sendiri, saat melihat isi dalam tas nya ternyata benar dan memberikan pada Mia.


Sahabat nya itu langsung berterima kasih dan membuka nya karena lapar. Sambil meminum susu kotak itu, matanya memperhatikan Daniella yang berdiri bersandar di meja nya. Ada yang aneh dengan penampilannya.

__ADS_1


"Bukannya tadi pagi gak pakai jas ya?" tanyanya.


"Hah? Em iya, ini minjem soalnya seragam nya ketumpahan jus sedikit," jawab Daniella terlihat agak kikuk saat menjawab.


Mia mengernyitkan kening, hidung nya lalu mengendus-endus wangi tidak asing di jas itu. Wangi yang maskulin dan membuat nyaman, tidak butuh waktu lama Ia pun bisa tahu.


"Itu jas milik Andra ya?" tanya Mia sambil menunjuk.


"I-iya, tadi dia minjemin," Jawab Daniella jujur.


Mia hanya ber-oh saja lalu melanjutkan lagi mencatat di buku nya, namun raut wajahnya yang berubah tidak bisa disembunyikan. Ya perempuan itu merasa cemburu pada sahabat nya karena crush nya sangat perhatian.


Tetapi untuk saat ini sepertinya harus menahan rasa cemburu itu, karena Mia mengerti Daniella pun saat ini sangat butuh. Ia tidak akan marah tidak jelas, tidak berhak juga, toh Andra kan bukan siapa-siapa nya.


"Nanti pulang sekolah main yuk, ke Timezone gitu," ajak Daniella mengalihkan obrolan, berusaha mencairkan suasana.


"Sorry kayanya gak bisa, aku ada latihan sepulang sekolah. Besok juga gak akan sekolah, kan ada perlombaan," jawab Mia berusaha tersenyum.


Obrolan mereka pun terhenti melihat guru datang dan pelajaran selanjutnya akan dimulai. Daniella juga duduk di bangku nya yang tepat di belakang Mia, berusaha fokus mengikuti pelajaran dan mengesampingkan masalah.


***


Lagi-lagi Papanya tidak bisa menjemputnya, kali ini alasannya karena sedang bertemu dengan teman kerjanya dulu dan membicarakan pekerjaan. Daniella pun tidak masalah, Ia bisa pulang dengan naik apapun.


Tiba-tiba Ia jadi kepikiran Kai, biasanya setelah pulang sekolah akan ke kantor pria itu dan mengganggunya. Bibirnya tanpa sadar melengkungkan senyuman, ingin melakukan itu lagi tapi hatinya menahannya.


Tin!


"Astaga!" pekik Daniella terkejut mendengar klakson tepat di depan nya. Saat Ia melihat Andra di atas motor yang tertawa, membuatnya mendengus kecil.


"Hehe sorry Daniella, habisnya kamu ngelamun sih dari tadi," kata Andra. "Kenapa belum pulang?"

__ADS_1


"Mau ini juga," jawab Daniella singkat.


"Sama siapa? Kalau Papa kamu gak jemput sama aku aja yuk, tapi gimana kalau kita main dulu?"


Daniella yang tadinya tidak minat pada pria itu pun perlahan melirik nya. Biasanya Ia akan menolak jika berduaan dengan Andra, tapi entah kenapa hari ini ingin menghibur diri dan bersenang-senang.


Sepertinya tidak apa jika sekali-kali pergi dengan Andra.


"Kemana?" tanyanya.


"Kamu maunya kemana? Bebas sih," kata Andra yang menyerahkan semua padanya.


Daniella pun menjawab jika dirinya sekarang sedang ingin main di Timezone. Di tempat itu kan untuk segala umur, apalagi jika sudah di sana suka lupa waktu sanking asiknya bermain.


Andra pun langsung menyuruhnya naik, pria itu terlihat bersemangat. Harus memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, kapan lagi bisa berduaan dengan Daniella. Setelah perempuan itu duduk nyaman di belakang nya, Ia pun segera menjalankan motor nya.


Jarak dari sekolah ke Mall besar itu tidak terlalu jauh, namun sudah bisa dipastikan sore ini pasti akan ramai di sana. Setelah sampai langsung naik ke lantai paling atas, tempat dimana khusus permainan tersedia.


"Mau main apa dulu nih, mau tanding kah?" tanya Andra yang menantang lebih dulu.


"Boleh-boleh, nanti akhirnya yang dapet tiket paling banyak yang menang," jawab Daniella tanpa ragu, merasa tertarik dengan tawarannya.


Mereka pun memulai permainan dengan bola basket, bagi keduanya ini adalah hal yang sangat mudah. Daniella yang sempat menduga akan membosankan pun perlahan mulai menikmati waktunya bersama Andra.


Cukup sengit pertandingan di antara dua orang itu, mereka sama-sama jago dalam hal apapun dan tidak mau kalah. Tidak terasa waktu pun berjalan dengan cepat, sudah hampir satu jam lamanya keduanya di sana.


"Kayanya tiket kita sama banyak nya," kata Andra melirik Daniella di depannya yang sedang melipat tiket nya agar lebih rapih.


Daniella menanggapinya dengan senyuman sinis. "Enggak, lebih banyak aku. Pokoknya nanti pasti aku menang, siap-siap aja terima kekalahan ya."


"Hahaha iya deh terserah kamu," sahut Andra.

__ADS_1


__ADS_2