Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Ekstra Chapter 4


__ADS_3

Sebulan kemudian..


Bibir Kai terlihat terus menyunggingkan senyuman sambil menatap lembut bayi di pangkuannya. Akhirnya Daniella melahirkan juga, dengan cara normal dan berjalan lancar. Mendengar mertuanya ingin menggendong, Ia pun memberikan bayi itu.


Terlihat senyuman di bibir semua orang, menandakan mereka pun merasa senang dengan kedatangan keluarga baru ini. Membuat Kai lega, karena putri nya akan mendapatkan cinta yang banyak. Ya anaknya dengan Daniella berjenis kelamin perempuan.


"Kamu sudah menyiapkan nama untuk dia kan Kai?" tanya Erika yang sedang menggendong cucu nya.


Kepala Kai pun mengangguk pelan. "Sudah kok Mah, namanya Devina Gista." Dan tidak lupa Ia juga menyematkan marga keluarganya di akhir.


Mertuanya pun memuji nama itu karena memang cantik, cocok juga untuk cucu mereka ini. Perhatian Kai lalu teralih ke arah ranjang, kernyitan terlihat di kening nya melihat Daniella memejamkan mata.


Perlahan perasaan tidak enak hinggap di dadanya. Kai pun memutuskan menghampiri.


"Sayang, kamu tidur?" panggil nya setelah berdiri di sisi ranjang.


Tetapi tidak ada tanggapan apapun, Kai lalu menggoyang kan pelan bahu perempuan itu sambil memanggil namanya lagi. Melihat tidak ada tanggapan juga, membuatnya semakin takut.


Mertuanya yang tadi sedang asik dengan cucu mereka pun sampai menotis, mereka lalu menghampiri nya juga dengan perasaan bingung. Kai lalu berlari ke arah pintu dan memanggil dokter dengan suara keras nya.


"Kai tunggu, ini Daniella sudah bangun!"


Teriakan Aiden membuat kepala Kai kembali ke dalam. Melihat Daniella tidak menutup matanya lagi, membuatnya pun kembali masuk dengan perasaan berdebar. Ia lalu memeluk istrinya itu dengan nafas memburu nya.


Sungguh Ia tadi takut sekali Daniella kenapa-napa.


"Sayang, kamu gak papa kan?" tanya KaiĀ  tanpa melepaskan pelukan. Ia tidak malu menunjukkan romantis nya di depan mertuanya.

__ADS_1


Sebelah tangan Daniella terulur mengusap punggung nya. "Aku gak papa kok, aku tadi cuman lelah aja makanya nutup mata. Kamu kenapa hm kelihatan panik gitu?"


Merasakan gelengan pelan di lehernya, tanpa Kai mengatakan apapun, membuat Daniella pun bisa paham. Sepertinya Kai takut kejadian dulu terulang, kehilangan istrinya lagi setelah melahirkan. Ia seolah bisa merasakan emosi lelaki itu saat ini.


Daniella lalu mengecup pipi suaminya itu sambil berbisik. "Aku gak papa sayang, aku gak akan tinggalin kamu. Yang tenang ya."


"Aku takut, aku gak akan bisa kalau sampai kehilangan kamu, jangan buat aku takut lagi," lirih Kai sambil menahan air mata nya.


Aiden dan Erika saling bertatapan dengan perasaan sedih, ya mereka bisa mengerti apa yang sedang terjadi pada Kai. Kasihan sekali, lelaki itu dibuat parno dengan kejadian seperti ini. Padahal sudah bertahun-tahun berlalu, tapi ketakutannya masih terbayang.


Perhatian mereka teralih melihat seorang dokter yang masuk dan bertanya apa yang terjadi. Aiden pun langsung menjelaskan tidak ada apa-apa, tadi hanya salah paham saja. Dokter wanita itu hanya tersenyum tidak mempersalahkan lalu berjalan ke ranjang untuk mengecek Daniella.


"Ibu hamil yang baru melahirkan memang maklum kalau kelelahan, apalagi secara normal. Tapi Bu Daniella ini termasuk hebat karena sangat lancar melahirkan nya, mungkin selama hamil pun selalu menjaga pola makan dan kesehatan jadi tidak ada halangan apapun," kata dokter wanita itu setelah mengecek darah.


Daniella terlihat tersenyum tipis lalu melirik Kai. "Iya dokter, suami saya yang selalu jagain dan atur dengan baik, dia yang paling berperan banyak di sini," jawab nya.


Salah satu hal yang harus di syukuri dalam berpasangan itu ya saat di posisi hamil dan suami bersikap baik. Daniella pun sangat mensyukuri itu, karena Kai terlihat sekali sangat menjaganya dan bayi mereka.


Daniella tidak pernah menyesali keputusannya menikah dengan lelaki itu. Ya walau Ia harus menanti bertahun-tahun lamanya, tapi semua terbalaskan dengan kebahagiaan.


Kai pun menepati janjinya waktu itu saat melamar nya di Singapura. Masih teringat jelas sekali kenangan indah itu dimana mereka saling menyatakan perasaan.


"Bu Daniella susah bisa pulang nanti sore, kalau dihitung jahitan nya di jam segitu pun sudah lumayan kering," kata dokter itu memberitahu.


"Baik dokter, terima kasih banyak ya," ucap Erika mewakilkan. Ia sudah tidak menggendong lagi cucu nya karena giliran Aiden.


Beberapa menit kemudian, keluarga Dilon pun baru datang. Mereka terlihat ceria dan bersemangat melihat anggota baru, apalagi si kembar. Kai pun langsung merentangkan tangannya pada Kenzo, dan anak itu pun langsung memeluk nya dengan erat.

__ADS_1


Kai kembali berdiri sambil menggendong Kenzo, lalu berhadapan dengan Kakak Ipar nya. "Makasih ya Kak sudah jagain Kenzo, maaf ngerepotin," ucap nya.


Olivia yang mendengar itu membelakan matanya sebentar lalu memukul pelan tangan adik laki-laki nya itu. "Apaan sih? Gak ngerepotin sama sekali, Kenzo anak baik dia gak nakal sama sekali. Kami malah senang dititipin, apalagi si kembar tuh bisa ngasuh."


Dari kemarin malam Kenzo memang Kai titipkan dahulu pada Kakak nya itu, ya untungnya Kenzo mau karena ada Fiona dan Filio. Obrolan mereka terhenti mendengar suara gelak tawa dari si kembar, kedua anak itu terlihat gemas pada bayi yang sedang digendong Dilon.


Sedangkan Olivia menghampiri Daniella terlebih dahulu, ingin memberikan selamat dan hadiah berupa bukrt bunga dari nya. Tentu saja jangan melupakan Ibu yang baru melahirkan, harus mendapat apresiasi juga. Karena Ia pernah merasakan di posisi seperti ini.


"Kenzo lihat ini adik kamu, lucu ya?" tanya Fiona melirik sepupu kecil nya itu.


Kepala Kenzo mengangguk, kedua matanya terlihat berbinar menatap bayi mungil yang dibungkus selimut warna pink itu. "Adik," panggil nya pelan, membuat yang lain kembali tertawa merasa gemas.


Kai lalu mengecup sekilas pipi putranya itu sambil memberikan pengertian nanti untuk saling menyayangi dan menjaga dengan saudari nya. Walaupun mereka tidak satu Ibu, tapi tetap saja memiliki darah yang sama di dalam tubuh dari dirinya.


Kai pun tidak akan membeda-bedakan, akan menyayangi anak-anaknya dengan tingkat yang sama.


Melihat Daniella melambaikan tangan padanya, membuat Kai pun mendekat ke arah ranjang sambil tetap menggendong Kenzo. Setelah dekat Kenzo langsung merengek ingin pada Mama nya itu, dan Kai pun berikan. Setelah Kenzo duduk di atas ranjang, langsung memeluk Daniella dengan manja dan menyenderkan kepala nya.


"Sayang kamu gak mau ucapin selamat sama Mama?" tanya Daniella seraya mengusap kepala anak itu dan menatap nya lembut.


Kenzo pun mengangkat kepalanya membalas tatapan. "Selamat ya Mama, Mama hebat sudah lahirin adik yang lucu. Aku sayang sama Mama," ucap nya lalu mengecup pipi Daniella.


Kebahagiaan mereka ini terasa semakin lengkap saja, Daniella dan Kai memiliki anak laki-laki dan perempuan. Berharap bisa menjadi orang tua yang baik, agar nanti anak-anak mereka pun setelah besar mungkin bisa membalas kebaikan mereka dengan merawat balik.


TAMAT


***

__ADS_1


Terima kasih banyak kepada semua teman-teman yang sudah baca sampai sejauh ini. Memberikan cinta dengan like dan komennya juga. Buku ini saya tutup sampai di sini, sampai bertemu lagi di cerita lain.


__ADS_2