
Jujur saja sebenarnya Daniella dibuat bingung dengan sikap Kai. Apakah sikap perhatiannya itu bermakna sesuatu atau tidak, pria itu sudah mempermainkan hati nya.
Tadinya Daniella kan berusaha ingin move on dan berpaling, tapi saat kemarin malam diajak jalan-jalan hatinya pun luluh lagi dan kembali dibuat jatuh cinta. Jangan bilang Kai memang tidak mengijinkannya untuk berpaling?
"Woy ngapa diem-diem aja nih?!" tegur Mia yang mengagetkan nya dari belakang.
Daniella pun langsung mencubit tangan Mia karena kesal sudah dikejutkan, sedang Mia hanya tertawa kecil saja merasa tidak bersalah. Perempuan itu lalu duduk di sebelah nya, dan malah menyomot keripik singkong nya.
"Makanya jangan ngelamun, tar kalau kesambet setan kan serem," kata Mia meledeknya.
"Huft habisnya sekarang aku lagi galau," desah Daniella dengan helaan nafas berat.
Mia menaikkan sebelah alisnya, "Ada apa lagi? Palingan juga galau nya sama Om Kai, gak akan jauh-jauh."
Ternyata Mia sudah tahu, membuat Daniella tersenyum kuda. Ya memang hanya lelaki itu saja yang Daniella galau kan, toh yang Ia sukai juga kan hanya Kai. Sepertinya Mia sudah bosan juga jika mendengar curhatannya yang tidak akan jauh-jauh.
Tetapi karena Mia ini adalah sahabat sejati nya, pasti tidak masalah dijadikan tempat curhat pun.
"Ada apalagi sama Om Kai? Tunggu, bukannya waktu itu kamu yang bilang sendiri bakal move on dari dia?"
"Nah itu, tadinya juga mau begitu, eh kemarin malam malah diajak jalan-jalan. Kita sepedahan berdua, terus makan jagung bakar. Ck gimana bisa berpaling coba? Emang dasar dia itu kurang ajar banget sudah mainin perasaan aku," keluh Daniella dramatis.
Mia menatap sahabat nya dengan perasaan campur aduk, namun ada sedikit rasa kasihan karena Daniella sampai tergila-gila seperti itu pada orang yang tidak menyukainya balik. Mungkin kalau Ia yang ada di posisinya sudah menyerah, memilih mencari kebahagiaan lain.
Mia lalu merangkul bahu Daniella, "Sudahlah kalau menurut aku mending move on aja, lagian dia juga sudah lamar pacarnya itu kan?"
Mia mengatakan ini bukan tanpa alasan, ya karena Ia peduli pada Daniella dan merasa tidak tega jika perasaan anak ini di permainkan begitu. Takutnya jika Daniella membuat keributan, nama baiknya jadi tercoreng.
"Aku sudah bilang sama dia bakalan move on dan cari pacar baru, tapi dia malah ledekin aku katanya gak akan bisa move on secepat itu," lanjut Daniella ingin mengeluarkan semua isi hatinya.
__ADS_1
"Nah makanya, kamu harus bisa buktiin sama dia kalau perkataannya itu gak benar. Kamu harus tunjukin siapa kamu, jangan kelihatan bodoh dan terlalu memuja dia. Biar Om Kai itu tahu rasa," usul Mia memanasi.
Daniella pun mengangguk mengiyakan, ya Ia tidak akan kalah dari Kai dan akan membuktikan jika dirinya pun bisa dapat yang lebih baik. Tetapi pasti akanĀ sulit, hanya sekarang Ia harus mencari dahulu lelaki lain.
"Gimana sama Andra, dia kayanya bisa tuh jadi saingannya Om Kai," usul Mia sambil menyenggol pelan bahu nua.
Daniella pun langsung melirik tajam sahabat nya itu. "Ck jangan dia dong, kan lagi deket sama kamu," tolak nnya.
"Pfftt deket gimana sih Ella? Aku sama dia gak ada hubungan apapun, sudah gak usah pikirin aku."
Lagi pula Mia merasa Andra itu tidak memiliki ketertarikan secara romantis kepadanya, hanya menganggap sebagai teman saja. Ia juga tidak mau membebani Daniella, atau sampai menghalangi nya.
Kembali Mia menggenggam tangan Daniella. "Kamu berhak bahagia Ella, jangan bohongi hati kamu. Pokoknya aku gak mau ya jadi penghalang kamu, aku akan baik-baik aja."
Tatapan Daniella terlihat melembut pada Mia, merasa terharu saja dengan sikap sahabat nya itu. Keduanya lalu berpelukan erat sambil tertawa kecil, merasa sama-sama bersyukur memiliki sahabat yang baik.
"Apa aku ada kesempatan untuk deketin Daniella lagi?" Batinnya senang.
Ia tahu Daniella menjaga batasan dengan nya karena ingin menjaga perasaan Mia. Syukurlah Mia itu bisa mengerti dan membicarakan ini, sepertinya peluang Andra pun kembali terbuka.
Dan Ia sudah pasti tidak akan mensia-siakan kesempatan ini.
***
Tin!
"Butuh tumpangan nona?" tawar Andra menghentikan motor nya tepat di depan Daniella yang berdiri di samping trotoar.
Daniella tersenyum melihat kedatangan pria itu yang tiba-tiba. Memang tidak mudah ditebak sekali. "Beneran nih mau nganterin pulang? Kan kalau ke rumah kamu harus putar balik lagi, jauh," tanyanya menguji.
__ADS_1
"Gak papa, gak masalah sama sekali," jawab Andra cepat.
Daniella pikir tidak buruk juga jika menerima tawaran Andra, lagi pula Ia juga belum menghubungi Papa nya. Kebetulan hari ini sekolah pulang lebih cepat karena semua guru ada rapat penting bersama guru dari sekolah lain.
"Ya sudah deh boleh," angguk Daniella.
Andra terlihat tidak bisa menyembunyikan senyumannya mendegar itu, Ia pun langsung mempersilahkan perempuan itu naik ke atas motor nya.
Sempat Daniella melihat Mia di gerbang. Sempat Ia menatapnya tidak enak, tapi Mia malah tersenyum sambil memberikan jempol tangan. Kenapa sahabat nya itu sekarang jadi terlihat mendukung nya dengan Andra ya?
Memangnya Mia sudah tidak menyukai Andra lagi?
"Mau langsung pulang nih? Gak akan kemana dulu gitu," tanya Andra mengkode.
"Memangnya mau kemana? Nonton?"
"Boleh-boleh, kebetulan banyak film baru bulan ini, katanya seru-seru," jawab Andra cepat, senang sekali karena tidak Ia cari topik dahulu.
Daniella pun mengangguk setuju saja, Ia juga kalau pulang cepat akan bosan di rumah. Sesampainya mereka di Mall besar, langsung menuju lantai paling atas menuju bioskop.
Ternyata film nya diputar setengah jam an lagi, keduanya harus menunggu. Tidak mau diam saja dan bosan, Andra pun mengajaknya membeli es krim dahulu sambil mengobrol di dekat pembatas.
"Kenapa lihatin aku terus?" tanya Daniella yang baru menyadari saat mengangkat kepala. Ia jadi agak malu, apakah laki-laki itu memperhatikan cara makan es krim nya yang digigit?
Andra menggeleng dengan senyuman terus terukir di bibir nya. "Gak papa, cuman senang aja bisa jalan berdua lagi sama kamu. Daniella, apa itu berarti kamu nyaman sama aku? Aku gak buat kamu tertekan kan?"
Daniella yang ditanyai begitu terdiam, Ia sedang menata kata karena tidak mau salah bicara sampai membuat salah paham. Ia pun memilih menatap lagi ke bawah, memperhatikan banyak nya orang-orang di Mall siang ini.
"Nyaman kok, aku juga gak pernah jaga image dan pura-pura di depan kamu," jawab Daniella singkat, namun sudah membuat Andra lega.
__ADS_1