
Hari ini tidak ada kelas, jadi bisa istirahat di rumah seharian. Tetapi Olivia sudah janjian dengan Kirana, mereka akan shopping bersama di Mall. Ya keduanya sekarang jadi akrab, karena Olivia sudah tidak menutup diri terus.
"Kamu mau beli apa memangnya Kirana?" tanya Olivia.
"Lip cream sama shadow, kamu punya merek yang bagus gak? Mungkin akan aku coba, bisa saja cocok di aku," kata Kirana lalu menyenggol pelan tangannya, "Tapi kayanya make up yang kamu pakai selalu cocok, orangnya cantik sih."
"Hahaha bisa saja kamu Kirana, kamu juga cantik kok," balasnya memuji balik. Kebiasaan para perempuan.
Ternyata keduanya juga memang selalu shopping di Mall ini, jadi sudah tahu dimana saja tempat yang menjual barang-barang itu. Terlebih dahulu ke Sosiolla, tempat dimana dijual banyak make up dan kebutuhan perempuan di sana.
Olivia pun memperkenalkan make up yang sering dipakai nya pada Kirana, ternyata selera mereka pun mirip dengan brand yang sama juga. Membuat keduannya merasa semakin akrab dan nyambung saja.
"Kalau kamu pakai lip tin warna ini, kayanya Dilon bakalan makin klepek-klepek sama kamu," kata Kirana menggodanya.
"Ish apaan sih? Aku sama Dilon gak ada apapun!" bantah Olivia, walau hatinya tidak bohong merasa salah tingkah.
Kirana memiringkan sedikit kepalanya, "Masa sih? Kita malah kira kalian balikkan."
"Enggak kok, just friend," jawab Olivia dengan senyuman penuh maknanya.
Olivia juga tidak tahu dan bingung sendiri dengan hubungannya bersama Dilon. Tetapi merasa untuk sekarang seperti ini saja, karena Ia masih memikirkan ancaman Septian dan khawatir lelaki itu tahu lagi.
Mereka memang masih akrab, bahkan Dilon katanya tidak akan mundur lagi. Tetapi jika tidak ada hubungan pasti, Olivia pun setidaknya bisa mengelak dan membela diri dari tunangannya itu.
Kirana berdehem pelan, "Ekhem tapi Olivia, aku dengar katanya kamu sudah tunangan ya. Benar gak?"
Pergerakkan Olivia yang sedang memilih lip tin nya sampai terhenti mendengar itu, Ia pun menatap Kirana dengan perasaan tidak nyaman. Padahal sudah berusaha menyembunyikan dengan baik, tapi tetap ketahuan.
__ADS_1
Dan dengan terpaksa Olivia pun akan jujur saja, "Iya sih, kamu tahu dari mana?"
"Ada sih seseorang yang bilang, agak kaget juga pas dengar ini. Terus gimana dong hubungan kamu sama Dilon?"
"Ya gak gimana-gimana, aku sama dia kan cuman temen sekarang." Setelah mengatakan itu, Olivia melanjutkan lagi memilih make up, tanpa merasa di perhatikan Kirana dalam.
Jika perempuan sudah di tempat kesukaannya pasti selalu lama, dan itulah yang Olivia dan Kirana rasakan. Malahan jika dihitung hampir satu jam lamanya mereka di sana, baru keluar dengan menenteng paperbag nya masing-masing.
Selanjutnya mereka pergi ke sebuah toko pakaian terkenal, ada banyak desain yang cantik khas Korea di sana. Apalagi untuk anak muda seperti dua perempuan itu, sekarang kan sangat diminati. Olivia dan Kirana pun kembali sibuk melihat-lihat.
Setelah mendapat pakaian yang cocok, keduanya pun keluar dari sana dan berencana akan memesan tiket bioskop terlebih dahulu, sambil menunggu jam pemutaran diisi dengan makan dahulu di sebuah Kafe steak, mengganjal perut yang keroncongan.
"Olivia, kamu gak akan cerita siapa tunangan kamu itu? Penasaran siapa orang beruntung yang dapetin kamu," tanya Kirana kembali membuka obrolan. Entah kenapa, perempuan itu terlihat ingin banyak tahu tentang Olivia.
"Kamu bisa saja ah Kirana, aku yakin nanti tunangan kamu juga beruntung dapetin cewek cantik kaya kamu," balas Olivia sambil mengunyah daging nya.
"Namanya Septian, dulu se sekolah SMA juga. Cuman sekarang dia kuliah di Amerika, di Harvard," jawab Olivia ogah-ogahan, agak malas memperkenalkan pria itu pada temannya. Tidak mau saja berita ini semakin tersebar.
"Wah hebat juga ya tunangan kamu bisa kuliah di sana, masuknya kan gak gampang dan cuman orang-orang terpilih aja."
Olivia hanya tersenyum tipis tidak menanggapi lagi. Memang Septian itu sangat hebat, tapi kehebatan itu bukan berarti bisa dengan mudah mendapatkan hatinya juga. Cinta memang tidak bisa dipaksakan.
Setelah itu pun Olivia terlihat menjadi pendiam, membuat Kirana jadi segan bertanya lagi karena merasa sudah merusak mood Olivia. Apakah karena membahas tunangannya? Sepertinya begitu. Sepertinya Kirana akan bertanya hal lain saja.
"Filmnya sebentar lagi dimulai ya, bentar aku ke toilet dulu pengen buang air kecil, titip tas ya." Kirana beranjak dari duduknya lalu pergi dari sana mencari toilet terdekat.
Olivia sendiri sudah menghabiskan makanannya dan kini perutnya tidak terlalu lapar lagi. Saat sedang memperhatikan sekitar, telinganya mendengar deringan ponsel dari tas di depannya, tentu saja milik Kirana.
__ADS_1
Cukup lama berdering nya, lalu berhenti, tapi kembali berbunyi. Olivia jadi bingung karena Kirana tidak ada di sini, sepertinya panggilan dari orang penting karena berbunyi terus.
Dengan memberanikan diri, Olivia membawa ponsel milik Kirana yang terlihat dari atas itu karena tas nya terbuka. Kernyitan terlihat di keningnya melihat nama si penelepon adalah Septian. Mirip sekali dengan nama tunangannya.
"Olivia, kamu lagi apa?" tanya Kirana yang sudah kembali.
Olivia lalu memberikan ponsel itu kepada si pemilik, "Maaf gak sopan ambil ponsel kamu, habisnya dari tadi berdering terus, mungkin penting coba deh kamu angkat."
Kirana pun menerima ponselnya itu, sempat melirik ke layar ponselnya lalu melirik bergantian Olivia, begitu terus beberapa kali. Perempuan itu memilih agak menjauh untuk mengangkat panggilannya, membuat Olivia pun jadi tidak bisa mendengar.
Ekspresi wajah Kirana terlihat serius saat berteleleponan dengan Septian itu, membuat Olivia jadi penasaran saja. Tidak lama Kirana sudah kembali, dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Yuk ke bioskop sekarang, sudah ada panggilan tuh katanya film mau diputar," ajak Kirana sambil menyampirkan tas selempang nya di bahu.
Olivia mengangguk dan berdiri dari duduknya, lalu keduanya pergi dari sana menuju lantai Mall teratas dimana tempat bioskop berada. Sesekali Ia melirik Kirana yang berjalan di sebelahnya, entah kenapa merasa penasaran akan sesuatu.
"Siapa tadi, pacar kamu ya?" tanya Olivia sedikit menggoda, padahal nyatanya Ia ingin mendapat informasi.
"Haha bukan, sepupu," jawab Kirana singkat tanpa berniat menceritakan lebih.
"Kenapa katanya? Nyuruh pulang atau gimana?"
Kirana pun akhirnya membalas tatapan Olivia, "Bukan itu, cuman bahas sesuatu yang penting, pekerjaan lah."
Sebenarnya Olivia merasa belum puas mendengar itu, tapi kalau bertanya terus pasti akan dianggap kepo. Hanya merasa akan lucu saja jika Septian sepulu Kirana adalah tunangannya.
Tidak mungkin sekebetulan itu kan?
__ADS_1