Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 53


__ADS_3

Kedua mata Daniella terlihat berbinar saat melihat bayi Kenzo di pangkuan Kai. Tangannya gemas sekali ingin mengusap pipi kemerahan itu, tapi takut menyakiti nya dan tergores sanking terlihat lembut.


"Mirip banget sama Om," gumam Daniella sambil melirik lelaki dewasa itu.


Kai terlihat tersenyum tipis. "Masa sih, kenapa banyak yang bilang begitu ya, padahalkan wajah bayi itu belum jelas kalau baru lahir begini," tanyanya bingung.


"Gak tahu, tapi menurut aku mirip Om Aja. Hidung, alis, mata juga. Bibir nya cuman mirip Ayana, soalnya lebih tipis," jawab Daniella kembali memperhatikan bayi mungil itu.


Tetapi tatapannya menyendu menyadari jika bayi ini sudah tidak memiliki Ibu kandung, bahkan meninggal di hari kelahirannya juga. Sebelum air matanya menetes, Kai berdehem pelan membuatnya pun kembali mengangkat kepala.


"Kamu mau coba gendong dia, bisa gak gendong bayi?" tawar Kai.


"Bisa dong, emangnya aku anak kecil apa?" tanya Daniella balik agak sensi karena di remehkan, lelaki itu malah kembali tertawa.


"Ya sudah nih coba gendong, Om mau bawa barang-barang dia dan Ayana yang belum sempat diambil," perintah Kai mempercayakan pada gadis itu.


Daniella pun mengangguk menerima, dan dengan hati-hati Ia mengambil alih Kenzo di gendongan Kai. Sempat bayi itu terganggu dari tidur nya, untungnya kembali terlelap dan tidak menangis.


Setelah Kai keluar dari ruangan itu lagi sambil menenteng tas agak besar, keduanya pun berjalan bersisian menuju keluar dari rumah sakit. Banyak yang memperhatikan, apakah mereka menduga kalau dua orang itu adalah pasangan yang baru dikarunia anak?


"Aku yakin nanti dia sudah besar bakalan ganteng banget, jadi gak sabar nungguin Kenzo besar, pasti bakal di kejar banyak cewek juga," ucap Daniella kembali menggumi. Mereka sudah duduk nyaman di mobil.


Kai menoleh sekilas, bibirnya terlihat melengkungkan senyuman melihat bayinya itu yang terlihat tenang di tidur nya. Sepertinya nyaman juga di gendongan Daniella. Benar, gadis itu kan sekarang bukan anak kecil. Sudah dua puluh dua tahun.

__ADS_1


"Kenapa Om merhatiin aku terus? Jangan khawatir, bayi Om ini gak akan kenapa-napa di gendongan aku," tanya Daniella yang menduga begitu, namanya orang tua pasti khawatir pada anaknya, Ia bisa mengerti.


Kai dibuat tergelak di tuduh begitu, padahal Ia tidak keberatan sama sekali Kenzo digendong Daniella. "Enggak kok, Om percaya sama kamu, dia aja kelihatan nyaman gitu," jelasnya.


"Terus kenapa lihatin aku terus? Aku kan jadi malu. Sudah ah, yuk kita pulang sekarang. Kasihan Kenzo kalau kelamaan di mobil, nanti dia keburu bangun lagi," ajak Daniella.


Kai pun mengangguk dan mulai menghidupkan mesin mobilnya. Ia jadi sedikit malu ketahuan diam-diam memperhatikan Daniella, jujur saja gadis itu terlihat sudah cocok menggendong bayi nya. Ada kebanggaan sendiri juga yang Ia rasakan.


Semakin dewasa, Daniella semakin cantik dan sudah tidak pecicilan seperti dulu lagi. Bersikap dengan normal seperti gadis di usianya saja. Kai tanpa sadar tersenyum, jangan bilang Ia diam-diam merasa tertarik?


Jangan gila, istrinya saja baru meninggal kemarin!


"Ekhem Daniella, apa kamu akan kembali ke Singapura lagi nanti?" tanya Kai kembali membuka obrolan, lampu lalu lintas kebetulan sedang berwarna merah.


"Belum tahu sih kapannya, gak akan buru-buru juga. Untungnya semua urusan aku di sana sudah selesai, jadi nanti tinggal ikut wisuda aja," jawab Daniella menyahut.


Daniella tersenyum tipis dan jadi terpikirkan Cindy yang waktu itu sampai menangis tidak mau di tinggalnya pulang ke Indonesia. Baru berhenti menangis pun setelah Ia bujuk akan bawakan oleh-oleh makanan yang banyak khas Indonesia.


"Iya ada, dia kemarin saja sudah telepon aku dan nanyain terus kapan aku kembali."


Senyuman di bibir Kai terlihat menghilang saat mendengar jawaban yang padahal sudah Ia duga dari awal juga. Entah kenapa hatinya merasa tidak nyaman, tapi Kai tidak ingin berprasangka kalau perasaan tidak nyaman ini adalah cemburu.


Tidak mungkin, Ia tidak ada perasaan asmara kepada Daniella.

__ADS_1


"Oh begitu ya, kasihan dia pasti kangen banget sama kamu. Kapan-kapan kalau sudah mau ke tahap serius ajak dia ke Indonesia, ketemu keluarga besar," sahut Kai dengan suara berat nya.


Kernyitan terlihat di kening Daniella mendengar itu, merasa bingung dengan perkataan Kai yang menurut nya tidak nyambung sekali. Tetapi Ia juga malas menanyakan, melihat ekspresi serius di wajah lelaki itu membuatnya sungkan.


Sesampainya di rumah Kai, Daniella pun turun dengan hati-hati sambil tetap menggendong Kenzo. Ia tidak bisa menyembunyikan perasaan kagum melihat rumah tempat tinggal Kai dan Ayana yang mewah dan cantik, gayanya khas dengan di Amerika.


"Aku tebak yang desain rumah ini pasti Om kan?" tanyanya setelah lelaki itu mendekat.


"Iya, rumah ini dibangun beberapa bulan setelah Om dan Ayana menikah, kita langsung pindah ke sini," jawab Kai sambil ikut memperhatikan rumah nya yang menyimpan banyak kenangan.


Dadanya tiba-tiba menjadi sesak mengingat almarhum istrinya itu, ke depannya suasananya tidak akan sama, mungkin akan sangat sepi dan Ia tidak memiliki teman mengobrol. Walaupun Ia pun sibuk bekerja, tapi tetap saja rumah menjadi tempat pulang.


"Om kenapa?" tanya Daniella sambil mengusap tangannya, bisa menyadari perubahan ekspresi wajahnya yang menjadi sedih. Pasti sedang memikirkan Ayana.


"Gak papa kok, Om cuman lagi nostalgia aja. Maaf ya. Yuk kita masuk, kasihan kamu pasti berat banget gendong dia." Kai pun merangkul bahu Daniella dan masuk besama ke dalam rumah nya.


Berbeda dengan tadi pagi yang sangat ramai karena banyak nya pelayat, siang ini lebih sepi dan hanya ada beberapa anggota keluarga saja yang masih tinggal. Orang tua Kai pun yang melihat kepulangan mereka langsung beranjak dan mengambil alih cucu nya itu.


"Daniella ternyata kamu yang ikut sama Kai, makasih ya, kalau kamu gak ikut kayanya dia bakal kerepotan," kata Mama nya Kai dengan senyuman manis nya.


"Hehehe sama-sama Tante, gak papa. Aku juga soalnya penasaran banget sama Kenzo, belum lihat dia," ucap Daniella sambil mengusap tengkuk nya.


Mama nya Kai lalu pamit ke kamar untuk menidurkan cucu nya itu, sedang Kai bergabung bersama keluarganya yang lain di ruang utama. Daniella sendiri tidak, Ia ke dapur untuk minum.

__ADS_1


Langkahnya lalu terhenti melihat sebuah pigura besar tepat di bawah tangga. Itu adalah foto pernikahan Kai dengan Ayana, bibirnya tanpa bisa ditahan melengkungkan senyuman. Kedua orang itu benar-benar terlihat cocok.


Tidak ada perasaan cemburu yang Ia rasakan, malah merasa kagum. Apakah itu berarti Ia sudah move on sekarang?


__ADS_2