Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 24


__ADS_3

"Jadi gimana menurut kamu lebih cocok pakai logo baru yang mana?" Merasa tidak mendapat tanggapan, Mia menoleh menatap pada sahabat nya.


Helaan nafas panjang keluar lewat celah bibir Mia melihat Daniella yang kembali melamun, sudah Ia pergoki beberapa kali dan membuatnya semakin yakin jika memang sedang ada masalah yang dipikirkan.


Merasakan usapan lembut di bahu nya, membuat Daniella pun menatap pada si pelaku. "Kenapa sih hm? Ayo cerita, jangan di pendam sendiri," tanya Mia serius.


Tadinya Daniella memberi jawaban jika Ia baik-baik saja, tapi Mia yang sudah tidak percaya terus mendesak nya meminta jujur. Sepertinya Ia memang harus curhat, mungkin sahabatnya itu bisa memberikan sedikit masukan juga padanya.


"Apa tentang Om Kai?" tanya Mia yang sudah bisa menebak.


Ternyata sahabatnya itu langsung tahu, membuat Daniella pun mengangguk dan akan mulai cerita. "Kemarin aku ketahuan sama Kak Dilon, dia pun jadi tahu kalau aku ada rasa suka sama Om Kai," jelas nya.


Mia terlihat terkejut mendengar pengakuan itu, mulutnya yang terbuka pun langsung di tutup nya dengan tangan. "Ya ampun-ya ampun, terus gimana dong? Apa kamu di marahin?"


"Dia sih gak sampai marah-marah gitu, cuman nasehatin aku dan ya sudah aku duga akan ditentang," jawab Daniella dengan helaan nafas berat.


Kakak nya saja tidak setuju, apalagi kedua orang tuanya yang pasti ingin yang terbaik untuk nya. Untungnya Dilon masih bisa diajak kerja sama, tapi entahlah apa belum saat nya diberitahu atau memang ada alasan khusus.


"Terus kamu bilang nya apa sama Kakak kamu itu? Kamu emang sudah jujur ya sama perasaan kamu itu ke dia?" Mia terlihat ingin banyak tahu.


"Iya aku jujur emang suka sama Om Kai dari lama, tapi.. Yang lebih sedih karena Om Kai bilang langsung ke Kak Dilon kalau dia malah gak ada perasaan apapun ke aku," jawab Daniella sambil mengerucutkan bibir.


Mia yang merasa tidak tega dan ikut sedih lalu memeluk sahabat nya itu dari samping. Sayangnya waktu itu Ia tidak bersama Daniella, pasti saat itu sahabatnya ini kebingungan harus bagaimana.


Berbeda dengan tanggapan Kakak nya Daniella yang menolak, Mia malah setuju-setuju saja jika Daniella dengan Kai. Menurut nya mereka akan jadi pasangan hebat dan serasi saja, tapi yang paling utama adalah kebahagiaan Daniella.

__ADS_1


"Sabar ya Ella, aku yakin pasti akan ada jalan keluar nya," bisik Mia di sebelah nya. "Terus apa Kakak kamu itu langsung laporin ke orang tua kamu?"


"Enggak deh kayanya, Kak Dilon belum cerita ini sama Mama dan Papa. Aku harus ketemu dia lagi nanti buat minta penjelasan kenapa gak langsung laporin aku," sahut Daniella, Ia pun bisa merasakan anggukan pelan di bahu nya.


Tidak mau terus suasana mellow, Mia lalu beranjak dari duduk nya untuk membelikan sesuatu di salah satu pedagang kantin langganannya. Saat Ia menyimpan semangkuk bakso mercon di depan Daniella, Sahabat nya itu langsung tersenyum kuda.


"Habisin ya, aku yang traktir," kata Mia ceria.


"Serius nih? Padahal tadi sudah makan, tapi malah dikasih bakso lagi," tanya Daniella memastikan, tapi tidak bohong merasa senang.


Mia mengangguk dan duduk lagi di sebelah nya. "Iya santai aja, dulu juga kamu sering beliin aku makanan pedas kalau lagi galau, kita harus gantian," kata nya.


"Hehe makasih ya Mia." Daniella sempat mengecup pipi Mia sebagai tanda sayang. Ya persahabatan perempuan memang sangat manis.


***


"Aduh Mia udah pulang duluan lagi, jadi gak ada temen," gumam nya seorang diri.


Saat melirik jam tangan sudah pukul lima sore, Ia pulang agak lama karena sudah mengikuti ekskul bahasa Inggris. Sebenarnya Daniella tidak takut hantu karena lama dijemput Papa nya, malah Ia lebih khawatir Papa nya terlambat karena kenapa-napa di jalan.


Drrtttt!


Merasakan getaran ponsel di tangannya, Ia pun segera melihatnya dan ternyata itu dari Mama nya. Segera Ia pun mengangkat. "Hallo Mah, Papa udah jemput aku belum sih? Apa dia masih di rumah?" tanyanya langsung.


["Sayang maaf banget, tadi Papa nelepon katanya ban mobil bocor dan lagi di bengkel. Dia juga lupa gak bawa HP, jadi pinjem ke orang dan cuman inget nomor Mama. Terus Mama disuruh ngasih tahu kamu."]

__ADS_1


Bahu Daniella terlihat melemas agak kecewa mendengar itu, pantas saja Papa nya lama di perjalanan. Ia pun menutup panggilan itu setelah beralasan akan memesan taxi online saja.


Daniella memperhatikan koridor sekolah yang sunyi, sepertinya sudah tidak banyak murid di sekolah. Merasa agak takut, Ia memutuskan akan ke depan dan menunggu taxi di gerbang saja.


"Tunggu, apa aku minta jemput Om Kai aja ya?" tanyanya seorang diri tiba-tiba terpikirkan itu.


Jika ada yang beranggapan kalau Daniella ngambek karena kejadian kemarin, jawabannya tidak. Tidak apa jika ada yang mengatai nya bodoh, namanya juga sudah jatuh cinta.


Dengan perasaan berdebar Daniella pun menghubungi Kai, sayangnya nomor pria itu tidak aktif sepertinya sedang sibuk. Akhirnya Ia pun hanya mengirim pesan dengan penuh makna, berharap tidak lama dibaca.


[Om Kai jemput aku di sekolah dong, tinggal aku sendirian di sini, aku kan takut. Kalau Om Kai jemput aku, nanti aku maafin deh.]


Setelah mengirim pesan itu, Daniella tertawa kecil merasa lucu dengan dirinya sendiri. Ia pun agak mundur untuk melindungi tubuhnya dari rintikan hujan, untungnya sekarang sudah tidak terlalu deras lagi.


Perhatiannya lalu teralih melihat ada sebuah motor yang di naiki dua orang lelaki berpakaian agak berantakan berhenti di depannya. Perasaan Daniella pun langsung tidak enak, tapi Ia berusaha bersikap acuh.


"Sendirian aja neng, mau ditemenin kita gak?" tanya si pengemudi yang duduk di depan.


Melihat senyuman mesum dua lelaki urakan itu, membuat Daniella berusaha menahan jijik. "Gak usah!" tolak nya ketus.


"Wih sombong banget, tapi gak papa sih soalnya makin menarik. Ternyata anak-anak sekolah di sini emang beneran cantik ya," kata yang duduk di belakang.


Temannya yang duduk di depan pun menyahut, "Iya lah cantik-cantik, selain itu mereka semua anak orang kaya. Pasti punya banyak uang, iya kan neng?"


Daniella tanpa sadar menelan ludah kasar karena merasa suasana semakin tidak aman, sepertinya dua orang itu pun akan berniat jahat dengan merampok. Tetapi saat kedua lelaki itu turun dari motor nya, sebuah panggilan dengan suara berat dari belakang mengalihkan perhatian mereka.

__ADS_1


"Daniella, maaf Om terlambat."


__ADS_2