
Olivia sudah di depan gerbang rumah Dilon, Ia akan pulang dan tidak jadi menemuinya. Ingatannya kembali pada pria itu yang tadi terlihat asik berduaan dengan perempuan lain. Apa mungkin pacar barunya ya?
Grep!
"Eh?!" Olivia terpekik pelan merasakan ada yang menggenggam tangannya.
Saat menoleh untuk melihat, terdiam beberapa saat karena ternyata itu adalah Dilon. Dengan cepat Ia pun mengubah ekspresi wajahnya menjadi datar, entah kenapa menatap wajah Dilon membuatnya menjadi kesal.
Apa karena tadi? Sepertinya begitu.
"Huft untung aja kamu belum pergi, ternyata benar tadi kamu," kata Dilon yang terlihat mengatur nafasnya, sepertinya berlari dari dalam rumah keluar.
Terlebih dahulu Olivia melepaskan tangannya lalu memalingkan wajah, "Kenapa kesini? Sudah sana masuk lagi, nanti pacar kamu salah paham lagi," ucapnya ketus mengusir.
"Hah pacar siapa?" tanya Dilon bingung.
Olivia pun melirik sinis lelaki itu, "Perempuan tadi lah yang berduaan sama kamu di halaman belakang, kalian kelihatan cocok."
Mendengar nada ketus Olivia, membuat Dilon malah merasa terhibur dan dibuat senyum-senyum sendiri. Sepertinya tadi Olivia memang sempat melihat dirinya dengan Poppy, Ia pun bisa menyimpulkan sesuatu. Jika perempuan itu cemburu.
"Kamu salah paham, aku sama dia gak ada apa-apa kok, cuman teman," jelas Dilon meluruskan.
"Teman tapi kelihatan deket gitu, sampai sentuh-sentuhan juga ya," sindir Olivia, nada suaranya masih ketus.
Dilon lalu merangkul bahu Olivia menariknya agar mendekat, "Kenapa hm kamu cemburu ya lihat aku sama cewek lain? Ayo jujur aja, gak papa kok."
"Ish apaan sih? Siapa juga yang cemburu, enggak tuh!" bantah Olivia sambil berusaha melepaskan diri, tapi pelukan Dilon sangat erat.
__ADS_1
Merasa percuma saja membuat Olivia pun berhenti memberontak dan diam saja saat kini tubuhnya diputar agar berhadapan dengan Dilon. Ia menundukan kepala saja karena enggan menatap, tapi Dilon tidak kehabisan akal dan malah menundukan kepala juga.
"Jangan cemberut dong, aku sama Poppy beneran gak ada apa-apa. Lagian kayanya yang lebih parah kamu deh, kamu sampai tunangan sama cowok lain. Kamu bisa bayangin gak giman sakit hatinya aku?" tanya Dilon dengan wajah memelas nya.
Kenapa mereka seperti adu nasib?
Olivia menghela nafas berat merasa kalah kalau dibandingkan begitu, karena Ia tahu dirinya memang yang lebih jauh. Ia pun akhirnya mengangkat kepala baru membalas tatapan Dilon.
"Tadinya aku kesini mau bicarain sesuatu sama kamu, tapi lihat kamu lagi berduaan sama cewek lain buat aku gak jadi," ungkapnya.
"Ya sudah yuk masuk lagi, ke kamar aku aja," ajak Dilon kembali menggandeng tangannya.
Sebelum perempuan itu kembali menolak dan kekeuh akan pulang, Dilon pun langsung menariknya masuk lagi ke dalam gerbang. Terdengar suara gelak tawa dari ruang tamu, tamu Papanya belum pulang dan sepertinya Poppy pun sudah bergabung di sana.
Dilon segera mengajak Olivia naik ke lantai atas menuju kamarnya. Keduanya tanpa sadar menghela nafas lega karena tidak sempat tertahan di bawah, sekarang sedang butuh waktu berdua untuk bicara.
Setelah keduanya duduk di ujung ranjang, Dilon pun kembali membuka suara, "Jadi kamu mau bicarain apa sama aku?"
Bola mata Dilon terlihat melebar, pria itu pun ikut tersenyum dengan perasaan membuncah di dadanya, "Tunggu, kamu serius sudah putus dengan dia?" tanyanya memastikan lagi.
"Iya," angguk Olivia, "Malahan yang bikin aku kaget, karena Papa dan Mama yang minta aku putusin hubungan sama Septian."
Olivia pun kembali melanjutkan permasalahan apa yang sampai membuat kedua orang tuanya itu tidak lagi merestui hubungannya dengan Septian. Ya karena pria itu yang sudah membocorkan data perusahaan keluarga sampai membuat Papanya rugi.
Dilon pun mendengarkan dengan baik, matanya tidak beralih sedikit pun dari perempuan yang duduk di dekatnya. Merasa tidak bisa menahan rasa bahagia lagi, Dilon pun memeluk Olivia dengan erat dengan senyuman lebar di bibirnya.
"Akhirnya kamu bisa lepas juga dari dia, itu berarti sekarang gak ada yang bisa halangin kita untuk bersama lagi," kata Dilon dengan suara kerasnya sanking bahagia.
__ADS_1
Olivia hanya ter senyum-senyum di pelukan pria itu, ya Ia pun senang makanya memberitahu Dilon. Melihat reaksi pria itu membuatnya terharu sendiri, karena sesuai harapannya.
Dilon pun kembali meregangkan pelukan mereka, "Terus kamu sudah bicara kan dengan Septian? Dia bilang sesuatu gak ke kamu?"
"Iya dia bilang lakuin itu karena katanya gak mau kehilangan aku, tapi aku pikir dia memang sudah berlebihan sampai menyenggol perusahaan Papa, " Jawab Olivia.
"Hm benar, si Septian itu emang orangnya sinting, kamu emang harus lepas dari orang gila macam dia," sahut Dilon setuju.
Bukan karena Dilon tidak menyukai Septian makanya menjelekkan nya dan mendukung berpisah, tapi sifat pria itu menurutnya memang gila dan sudah terobsesi pada Olivia.
Katanya orang seperti itu memang mencintai dengan tulus, tapi kalau sampai melakukan hal aneh-aneh juga ya pasangannya tidak akan bahagia. Bukankah lebih baik Olivia dengan Dilon saja? Pasangan itu akan sangat bahagia.
"Papa juga katanya kecewa banget sama Septian, tapi belum sempat bicara dengan dia. Aku gak tahu mereka akan ngobrol apa nanti, tapi semoga Papa gak luluh lagi dengan Septian," gumam Olivia.
Dilon mengangguk setuju dan berharap begitu juga. Bisa saja si Septian itu memiliki rencana lain, pria itu kan sangat licik dan pandai mengatur permainan. Ya semoga saja tidak sampai, karena bisa saja kemungkinan Septian mendapatkan Olivia lagi.
Restu orang tua itu sangat kuat, tidak akan bisa dikalahkan hanya karena perasaan cinta.
Keduanya lalu kembali bertatapan dan saling melemparkan senyuman. Entah siapa yang memulai, perlahan wajah keduanya pun mendekat. Tetapi baru saja pangkal hidung yang bersentuhan, suara ketukan pintu membuat dua orang yang hampir berciuman itu kembali menjauhkan diri.
"Ekhem biar aku yang buka pintunya," ucap Dilon agak gagap karena sedang salah tingkah. Ia pun beranjak untuk membuka pintu kamarnya.
Kedua alisnya sempat naik karena ternyata itu adalah Poppy, "Ada apa?"
"Ternyata kamu dari tadi ngurung di dalam kamar, aku nyariin," jawab Poppy. Tetapi senyumannya terlihat luntur tidak sengaja melihat ada seorang perempuan di dalam kamar, "Apa itu yang tadi?"
Dilon pun mengangguk mengiyakan. Dua perempuan itu tidak saling mengenal, tapi Dilon sedikit cerita pada Poppy jika Olivia adalah mantan pacarnya dan mereka masih saling mencintai.
__ADS_1
"Sebenarnya aku kesini mau pamit pulang, keluarga aku juga mau pulang sekarang," kata Poppy sambil berusaha tersenyum lagi.
"Oh begitu ya, oke deh bentar aku ijin dulu sama Olivia. Kita ke bawah bareng." Dan Dilon pun kembali masuk ke dalam, membuat Poppy hanya menunggu di luar dengan sabar.