
"Hahaha kamu ini ada-ada saja permintaannya Daniella," kekeh Kai yang sudah terbiasa di goda oleh keponakan nya itu.
Senyuman di bibir Daniella pun langsung luntur karena lagi-lagi dirinya di remehkan begitu. Merasa kesal, Ia pun menarik dasi pria itu mendekat membuat posisi wajah mereka kini berdekatan. Tawa Kai pun otomatis terhenti, berusaha menyeimbangkan tubuh agar tidak terlalu condong ke depan.
Bisa bahaya!
"Om aku sekarang sudah tujuh belas tahun, umur aku sudah legal dan pasti boleh mesra-mesraan. Anggap aja itu sebagai hadiah yang aku minta dari Om," kata Daniella serius.
"Ekhem tapi Om sudah siapin kado lain untuk kamu, sebentar." Dengan agak sedikit paksaan, Kai pun berhasil melepaskan diri dari cengkraman gadis itu.
Ia melangkah mendekati sebuah meja di nakas, membawa kotak cantik berukuran lumayan besar. Setelah di depan Daniella lagi, meminta nya membuka lewat tatapan. Kedua tangannya memegangi kotak besar itu jadi tidak akan bisa.
Dengan helaan nafas berat, Daniella pun membuka tutup kotak itu dan langsung melihat sebuah boneka beruang berukuran lumayan besar di dalam nya. Ia pun mengeluarkan boneka itu dan memperhatikannya dalam.
"Gimana kamu suka gak kado dari Om? Hehe pasti lucu kan boneka nya, Om loh yang pilih langsung boneka nya," tanya Kai percaya diri. Terlebih dahulu menyimpan kotak kosong itu di lantai, dan kembali berdiri tegak.
Melihat ekspresi datar Daniella sepertinya tidak merasa begitu. "Om kira aku anak kecil apa di kado in boneka?!" tanyanya ketus.
"Loh jadi kamu gak suka kado dari Om?" Kai mengerucutkan bibir agak sedih mendengar itu, padahal Ia sudah siapkan dengan baik.
"Bukan gak suka, boneka nya emang lucu juga. Tapi.. Tapi aku gak suka kalau Om terus anggap aku anak kecil, aku kan sudah tujuh belas tahun sekarang," jawab Daniella menggerutu.
Dandanannya pun tidak menunjukkan gadis di bawah umur, Daniella sudah pintar mempercantik diri dan make up. Zaman sudah semakin maju. Tetapi anehnya, Ia merasa Kai itu selalu menganggapnya anak kecil.
Dengan sedikit kesal Ia pun memberikan boneka itu ke pelukan Kai, lalu berbalik untuk kembali ke halaman belakang. Tetapi belum sempat menggapai pintu, tangan kirinya ditahan membuat nya pun tersenyum tertahan.
__ADS_1
"Oke Daniella, Om minta maaf kalau hadiahnya gak sesuai keinginan kamu. Jadi kamu maunya minta apa dari Om hm?" tanya Kai lembut di belakang nya.
"Seperti permintaan tadi aku, masih berlaku kok," jawab Daniella tanpa menoleh. Tidak mau pria itu melihat ekspresi wajah salah tingkah nya. Sepertinya kali ini akan berhasil.
Merasakan bahunya dipegang, lalu diputar untuk berhadapan membuat Daniella mulai dilanda perasaan gugup. Matanya memperhatikan wajah tampan itu dengan lekat, detak jantungnya pun perlahan mulai menjadi cepat.
Bibir nya lalu perlahan maju menjadi memanyun, tidak sabar mendapatkan first kiss dari orang yang disukainya itu. Ya Ia akan berikan pada Om nya sendiri, karena sudah jatuh cinta dari lama, bahkan mungkin dari saat Ia kecil.
Bukannya mendapat ciuman di bibir nya, Kai malah hanya mengecup sekilas kening nya setelahnya di usap lembut seperti menghapus bekas nya. Rahang Daniella langsung jatuh tidak menduga hanya mendapat itu.
"Apa itu tadi?!" pekik Daniella sambil melotot.
"Kiss lah, nah Om sudah kasih untuk kamu. Jadi sekarang jangan ngambek lagi," jawab Kai dengan senyuman polos nya.
Tetapi mulutnya langsung dibekap pria itu sambil melotot memintanya jangan bicara terlalu keras karena khawatir ada yang mendengar. Daniella pun segera menurunkan tangan pria itu di bibir nya.
"Shhht Daniella kamu ini bicaranya jangan keras-keras dong, gak enak kalau didengar orang. Nanti mereka salah paham lagi," kata Kai sambil memperhatikan sekitar, untungnya di sana sepi.
Walau hanya mengecup kening Daniella saja, Kai merasa kurang nyaman dan khawatir dianggap kurang ajar walau gadis itu yang meminta sendiri. Ia benar-benar dibuat pusing dengan tingkah keponakannya ini.
Sebenarnya bukan keponakan juga, tapi mereka masih satu keluarga karena Daniella adalah adik dari Kakak Ipar nya, Dilon. Kai pun tahu sikap Daniella yang selalu menggoda nya ini karena menyukai nya.
Tetapi perbedaan usia mereka bisa dikatakan jauh, bahkan Kai sudah mau menginkak usia tiga puluh tahun. Sikap Kai yang ramah dan baik bukan berarti meladeni, Ia juga tidak mau dianggap pedofil yang memanfaatkan gadis cantik itu.
"Tapi--"
__ADS_1
"Nah itu Daniella, ternyata kamu di sini ya sedang dengan Kai," ucap seseorang dengan suara menggema nya, membuat perhatian dua orang itu teralih.
Kai pun langsung menghadapkan tubuhnya ke depan, tersenyum lebar melihat kedatangan kedua orang tua Daniella. Ia pun tidak lupa menyalami tangan mereka dahulu sambil mengucapkan salam.
"Untung aja saya gak datang terlambat, jadi dia belum terlalu ngambek," ujar Kai memulai obrolan, kedua orang tua Daniella pun langsung tertawa kecil menanggapi.
"Iya dia itu terus nanyain kamu dari pas dandan juga, Daniella benar-benar pengen kamu hadir di acara ulang tahun nya ini," sahut Erika yang sudah mengerti.
Kedua orang tua Daniella sendiri menduga putrinya itu bersikap wajar, karena dari kecil pun sangat suka bermain bersama Kai. Dan sampai sebesar ini pun tidak mau berjauhan, mereka sama sekali tidak merasa mengganjal dengan sikap Daniella.
Ya karena baik Daniella maupun Kai tidak suka menunjukkan di depan orang lain, apalagi kedua orang tua mereka. Pasti akan membuat kehebohan.
"Loh terus itu boneka besar punya siapa, kenapa di bawah?" tanya Erika menunjuk.
Aiden pun membawanya dan sedikit menepuk bagian bawah boneka khawatir kotor. Ia lalu memberikan boneka itu pada Daniella, dan putrinya itu menerima saja dan memeluknya erat.
Kedua orang tuanya pun langsung bisa menduga jika sepertinta boneka itu pemberian dari Kai. Mereka dibuat tersenyum-senyum sendiri, merasa sikap Kai memang selalu baik kepada putri mereka.
Akhirnya mereka semua pun kembali ke halaman belakang untuk ikut merayakan acara, tidak enak juga meninggalkan tamu. Ada teman-teman nya yang sudah berenang. Musik dj membuat suasana malam di sana terasa lebih ramai.
"Om nih kue buat Om, aku siapin khusus potongan ke dua ini untuk orang spesial aku," ucap Daniella sambil memberikan wadah kecil dari alumunium itu, di atasnya ada potongan kue tart.
Tetapi baru saja akan menerima nya, Daniella malah menjauhkan dan malah akan menyuapi pria itu. Kai pun hanya menghela nafas pasrah tidak menolak. Kegiatan mereka tentu di perhatikan Andra, yang merasa aneh dengan kedekatan dua orang itu.
Sepertinya harus ditanyakan nanti.
__ADS_1