
"Pak tolong masukin semua barang-barang aku ke dalam rumah ya, nanti biar Mama aja yang naikkin ke atas," perintah Daniella lalu turun dari mobil.
Dengan berjalan lesu Ia pun memasuki rumah nya, ternyata Mama nya sudah menyambut di dalam. Tetapi baru saja akan memeluk, Erika malah menahan bahu nya dan memperhatikan wajahnya dalam.
Tidak lama Mama nya itu malah tertawa, membuat Daniella menjadi bingung. "Kenapa Mah?" tanyanya.
"Pffftt padahal kamu cuman camping tiga hari, tapi wajah kamu udah belang begini ya," kata Erika sambil berusaha menghentikan tawa nya.
Mendengar itu membuat Daniella jadi kesal, Ia pun mundur memberikan jarak. "Dasar, nyebelin banget!" dengus nya.
Di sana kan Daniella terus panas-panasan, tapi sepertinya Ia tidak terlalu parah menjadi hitam langsung karena aslinya warna kulit nya sudah putih. Namun tetap saja, Daniella akan tetap perawatan nanti.
Setelah Mama nya itu puas menertawai nya dan mengejek nya yang menjadi jelek, keduanya pun naik ke lantai atas bersama. Saat Daniella berkaca di cermin besar, ternyata benar penampilannya jelek sekali. Apalagi wajahnya yang kumal.
"Jadi gimana selama camping, seru kan?" tanya Erika yang duduk di ujung ranjang, sedang mengeluarkan satu persatu barang di tas nya.
"Seru sih, banyak pengalaman, tapi capek banget," jawab Daniella mengeluh jujur.
"Ya gak papa, jadi pengalaman. Malahan kayanya kamu harus ikut aktifitas begitu, biar gak terlalu manja," celetuk Erika membuat Daniella berdecak pelan.
Daniella lalu melirik jam di dinding, masih menunjukkan pukul sembilan pagi. Tadinya Ia akan langsung tidur, tapi Mama nya menahan dan menyuruhnya mandi dahulu agar tidur pun nyenyak.
Awalnya Daniella menolak karena sudah ngantuk berat, tapi Erika sampai menarik tangannya masuk ke kamar mandi dan akan memandikan langsung. Setelah selesai, Wanita paruh baya itu juga memakaikan baju untuk nya.
Seperti anak kecil saja.
"Nah kalau tidur nya sudah mandi pasti lebih nyenyak, sudah sekarang tidur." Setelah mengatakan itu, Erika pun keluar dari kamar.
Daniella tidak langsung tidur, Ia malah membawa ponselnya di samping ranjang yang tadi sempat di charger. Tidak ada pesan apapun atau panggilan dari Kai, selalu saja harus dirinya yang inisiatif lebih dulu.
__ADS_1
Dengan perasaan sedikit kecewa Ia pun menyimpan ponselnya lalu menyamankan posisi tidur dan mulai memejamkan mata. Nanti agak sore rencananya Daniella akan keluar perawatan.
Ternyata Daniella cukup lama tertidur, baru bangun sekitar pukul satu siang nya. Tetapi Ia merasa tubuhnya lebih ringan, energi nya kembali penuh. Dengan perasaan riang menuruni tangga menuju dapur untuk minum.
"Lagi apa mbok?" tanya Daniella menghampiri pembantu di rumahnya yang kebetulan sedang di dapur juga.
"Eh Non Daniella sudah pulang lagi ya, mbok kangen hehe," kata pembantu nya.
"Haha mbok bisa saja, aku juga kangen sama mbok. Aku pulang dari pagi sih jam sembilanan, terus tidur lama banget dan baru bangun," jawab nya sambil menghabiskan jus di gelas nya.
Daniella memperhatikan wanita tua itu yang sedang membersihkan kerang-kerang, katanya Mama nya sedang ingin makan seafood saus pedas manis. Ia pun memutuskan pergi dari sana karena tidak mau mengganggu.
Tetapi saat akan menaiki tangga, Mama nya memanggil membuatnya pun tidak jadi naik. "Sudah bangun lagi kamu, kirain bakalan tidur sampai sore," ujar Mama nya.
"Enggak, sudah kenyang tidur nya. Sekarang aku mau siap-siap keluar, pengen perawatan sama pijet di tempat biasa, harus kembali cantik," ucap Daniella.
Daniella akan mandi lagi, setelahnya memakai baju rapih dan make up tipis. Sayang sekali hari ini minggu, jadi Kai pun tidak ada di kantor. Kalau ke apartemennya malah takut mengganggu waktu istirahat.
***
Singkat ceritanya sudah besok lagi. Walau kemarin baru perawatan dan tidak akan langsung terlihat hasil perawatannya di klinik kecantikan, tapi Ia merasa lebih segar.
Sesampai nya di kantor besar itu, tidak lupa menanyakan dahulu pada resepsionis. Setelah mendapat ijin, Ia pun berjalan riang menuju lantai atas. Sebentar lagi jam pulang kerja, jadi karyawan pun terlihat sudah bebas dan tidak terlalu sibuk.
"Daniella!" panggil Ayana.
Daniella yang tadi nya akan membuka pintu ruang kerja Kai jadi terhenti. Menoleh pada Ayana yang mendekat sambil membawa dua cangkir kopi di nampan. Tiba-tiba Ia jadi terpikirkan sesuatu.
Setelah dekat, Ayana pun kembali membuka suara. "Daniella, kamu mau ketemu Pak Kai ya? Kayanya gak bisa sekarang, soalnya lagi ada tamu."
__ADS_1
"Apa tamu nya penting? Tunggu, kamu mau bawa kopi itu ke dalam kan?" Dengan lancang nya, Daniella pun merebut nampan itu dan untung nya tidak sampai tumpah. "Biar aku saja."
"Tunggu Daniella, tapi--"
Tidak mau Ayana itu semakin mengomel dan membuat telinga nya sakit, Ia pun membuka pintu ruang kerja dan masuk begitu saja. Pandangan pertama nya langsung tertuju pada Kai yang berdiri tidak jauh di depannya.
"Om Kai, aku datang!" sapa nya dengan suara keras.
Daniella lalu menyimpan nampan itu asal begitu saja di nakas di sebelah nya, Ia berjalan cepat menghampiri Kai dan memeluk nya erat. Kedua mata nya sampai terpejam mencium wangi parfume yang dirindukannya ini.
"Om aku kangen banget sama Om, tiga hari kita gak ketemu. Apa Om juga kangen sama aku?" bisik nya.
"Em Daniella, tolong lepasin," pinta Kai dengan suara pelan nya, seperti ikut berbisik.
"Hm kenapa? Om gak kangen juga ya sama aku. Sudah lah gak usah bohong, aku tahu Om juga pasti kangen sama aku," ucap Daniella percaya diri lalu tertawa kecil sendiri.
Saat sedang menikmati pelukan hangat itu, telinga nya tidak sengaja mendengar seseorang memanggil namanya. Kedua matanya pun repleks terbuka, merasa familiar dengan suara itu. Dengan perlahan kepalanya menoleh ke asal sofa.
"Daniella, apa-apaan ini?"
Mengetahui jika itu adalah Kakak nya-Dilon, membuat Daniella terkejut sendiri dan repleks melepas pelukan mereka. Ia berdiri kikuk dengan raut wajah cemas nya. Sial, kenapa Kakak nya ada di sini?
Tunggu, jadi tamu nya itu Dilon? Astaga, bagaimana ini sekarang?
Dilon masih terlihat kebingungan dengan kejadian yang ditonton nya tadi, merasa tidak menyangka saja. Tetapi itu benar adalah adik perempuan nya, dan kenapa terlihat sedekat itu dengan adik Ipar nya?
"Daniella, jelaskan apa maksudnya ini?" tuntut Dilon setelah hatinya lebih tenang.
Apa jangan-jangan..
__ADS_1