
Baru saja keluar dari kelas, Daniella dan Mia dibuat terpekik keras melihat Andra yang mengejutkan mereka dari balik pintu. Pria itu langsung tertawa kecil karena rencananya berhasil, tapi berubah menjadi senyuman kikuk karena ekspresi kesal Daniella dan Mia.
"Daniella, aku anterin kamu ke tempat les yuk," ajak Andra menawarkan diri lebih dulu. Ia kan harus pantang menyerah untuk bisa mendapatkan hati perempuan itu.
"Enggak usah deh, aku mau naik taxi aja," tolak Daniella, karena kalau sampai Andra mengantarnya ke perusahaan pasti akan curiga.
Sebelum pria itu membujuk lagi, Daniella pun segera melanjutkan perkataannya. "Mending kamu anterin aja Mia nih pulang, kasihan dia suka naik gojek," ucap nya.
Mia awalnya menolak, tapi karena diberikan tatapan tajam Daniella membuatnya pun akhirnya pasrah. Sebenarnya Mia mau, tapi malu-malu dan khawatir ditolak Andra, sekarang mereka sedang menunggu kepastian pria itu.
"Kenapa kamu yang naik taxi, mending biar aku aja anterin biar cepat sampai." Andra terlihat gigih dan belum menyerah membujuk Daniella.
"Soalnya taxi pesanan aku sudah datang di depan, gak enak lah kalau cancel. Sudah ya kamu mending anter Mia aja nih, rumah kalian kan se arah." Daniella melambaikan tangan dan segera pergi dari sana.
Setelah beberapa langkah, Ia kembali menoleh ke belakang dan memberikan kedipan mata nya pada Mia. Seharusnya sahabatnya itu bisa memanfaatkan waktu, Ia akan mendukung dua orang itu bersama. Alias menjadi mak comblang nya.
Daniella terlihat berjalan riang menuju keluar dari sekolahnya, beberapa orang yang menyapa nya pun langsung Ia balas dengan senyuman. Itulah kenapa banyak yang menyukai nya, walau crush para murid perempuan pun menyukai Daniella.
Setelah menunggu pesanan taxi nya beberapa menit, Daniella pun langsung masuk dan minta di antar ke perusahaan tempat Kai bekerja. Rasanya tidak sabar, Ia kangen pada pria itu walau kemarin juga sudah bertemu.
"Selamat siang Daniella, apa kamu mau bertemu Pak Kai?" tanya resepsionis nya yang sudah bisa langsung paham.
"Iya, Om Kai ada di kantor kan jam segini?"
"Ada kok, silahkan naik saja ke lantai paling atas." Resepsionis itu pun tidak pernah merasa curiga, karena berpikir dirinya hanya harus bersikap baik pada keluarga atasannya.
__ADS_1
Melihat pintu lift hampir tertutup, Ia pun segera menyela dan ikut bergabung dengan yang lain. Beberapa karyawan di dalam yang mengenalnya pun tersenyum ramah, sudah dikatakan jika mereka semua mengenal dirinya.
Sesampainya di lantai paling atas gedung ini, Ia pun langsung berjalan menuju ruang kerja Kai. Tetapi senyumannya terlihat menghilang melihat Ayana di meja kerja nya yang tepat di depan ruang kerja Kai.
Dengan dagu terangkat sombong, Ia pun berjalan percaya diri dan tidak akan menyapa lebih dahulu. Benar saja, Ayana pun menyadari kehadirannya dan langsung berdiri dari duduk nya.
"Daniella, selamat sore, kamu kesini lagi," sapa Ayana seperti biasa selalu tersenyum ramah.
"Memangnya kenapa kalau aku sering kesini, mengganggu kamu ya atau kamu cemburu karena aku sering ngunjungin Om Kai?" tanya Daniella sinis, Ia malah menduganya begitu.
Ayana terlihat menaikkan alis nya, tidak terlalu terkejut dengan respon gadis remaja itu karena dari dulu juga selalu ketus pada nya. Tanpa melunturkan senyuman, Ia selalu menghadapi dengan hati tenang.
"Bukan begitu, kamu juga bisa kapan saja kesini asal tidak sampai menggangu pekerjaan Pak Kai. Sepertinya sekarang beliau sedang sibuk, jadi--"
Daniella yang tahu perempuan itu ingin menahannya pun segera menyela. "Jangan menahan ku ya, terserah aku mau datang kapan saja kesini, lagian Om Kai juga gak akan masalah!"
Daniella pun masuk dan tidak lupa menutup pintu lagi, jangan sampai deh si Ayana itu mengganggu. Sepertinya Kai pun belum menyadari nya, Ia terlebih dahulu merapihkan dahulu penampilan.
"Om Kai!" panggil nya keras sambil berlari kecil menghampiri.
Perhatian Kai dari kertas di meja pun teralih, tapi suaranya tertahan karena Daniella malah memeluk lehernya dari belakang dengan tawa khas nya itu. Kai pun menepuk tangan Daniella minta dilepaskan.
"Daniella, kapan kamu di sini? Om sampai gak sadar," tanya Kai sambil menatap remaja itu yang masih memakai seragam sekolah nya, bisa dipastikan langsung kesini.
"Barusan kok, habisnya Om terlalu sibuk sama kertas-kertas itu sampai abain aku," jawab Daniella dengan bibir mengerucut tanda merajuk.
__ADS_1
Kai hanya tersenyum, "Jadi kamu mau apa kesini? Om lagi baca artikel, untuk nanti."
"Ya aku kangen aja sama Om, makanya pengen ketemu Om di sini hehe."
Kai yang mendengar alasan itu berulang kali hanya tersenyum tipis sudah biasa, setiap Daniella kesini alasannya pasti kangen pada nya. Lucu sekali, padahal hari minggu juga mereka sudah bertemu bahkan Ia menginap di rumah nya.
Pria itu terlihat tersentak melihat Daniella tiba-tiba malah duduk di pangkuannya. Kedua tangannya di udara sampai berhenti, tubuhnya pun menjadi kikuk tidak tahu harus berbuat apa. Posisi duduk Daniella sendiri menyamping, sambil menghadap ke depan.
"Emangnya Om lagi baca apa sih kayanya serius banget." Daniella pun membawa kertas itu dan membacanya, berusaha memahami dengan baik.
"Ekhem tentang perusahaan sih, ada rencana kayanya kami akan buat proyek di luar kota," jawab Kai sambil berdehem pelan berusaha menghilangkan perasaan gugup nya.
"Ah kalau yang kaya gitu aku gak terlalu ngerti sih, Om Kai kan emang pinter. Tapi kalau misal ada proyek di luar kota, bukannya nanti Om bakal lebih sibuk? Terus kita jadi jarang ketemu deh," tanya Daniella sedih.
Bagi Daniella, sehari tidak bertemu Kai saja sangat menyiksa batin nya. Ia pun berpura-pura merengek sedih dan mengalungkan tangannya di leher pria itu, sedang kepalanya di senderkan di dada bidang nya.
Senyuman lebar terlihat di bibir Daniella saat bisa mendengar detak jantung Kai yang menjadi cepat, apa gugup dengan tingkah berani nya ini? Tetapi seharusnya Kai sudah biasa, toh kan Ia memang orang yang tidak punya malu.
Tok tok!
"Permisi Pak Kai, saya mau mengantar dokumen yang perlu anda tanda tangani," ucap Ayana dari luar ruangan meminta izin masuk.
Kai yang mendengar suara kekasihnya itu menjadi khawatir, Ia pun meminta Daniella turun tapi gadis itu menolak dan malah mengeratkan pelukan mereka. Daniella juga malah berteriak meminta Ayana masuk,
"Masuk saja!"
__ADS_1
Saat pintu terbuka menunjukkan Ayana, Kai langsung dihinggapi perasaan tidak enak karena pacar nya itu malah melihat hal tidak pantas ini. Kedua mata Ayana pun terlihat terbelak, sepertinya terkejut juga.