
Pagi itu suasana rumah terasa lebih ramai dari biasanya. Aiden dan Erika bahkan sudah bangun dari subuh untuk membantu menyiapkan sarapan bagi semua anggota keluarganya. Sebenarnya terasa lebih ramai karena ada kehadiran si kembar.
Sekitar pukul tujuh pagi nya, semua penghuni di rumah pun dipanggil untuk sarapan bersama. Menu nya nasi goreng seafood, membuat semua merasa tergiur dan tidak sabar mencicipi. Setelah Aiden memimpin doa, mereka pun mulai menyantap hidangannya masing-masing.
"Kai bagaimana apa tidur kamu malam tadi nyenyak?" tanya Erika yang paling care, takutnya belum terbiasa.
Terlebih dahulu Kai menghentikan makannya dan memfokuskan pandangan ke depan. "Lumayan Tante, tapi.. Tengah malam sempat kebangun karena ada gangguan," jawab nya.
"Hm gangguan apa?" Kini giliran Olivia yang bertanya pada adiknya itu.
Kai sempat melirik Daniella lewat ekor matanya, kebetulan posisi duduk mereka bersebelahan. "Ada deh, tapi gangguannya itu agak nyebelin karena lama pergi nya."
Semua tentu merasa bingung dengan maksud perkataan Kai, saling berpandangan meminta pendapat masing-masing. Sedangkan Daniella masih melanjutkan makan, berusaha merasa acuh dan tidak tersindir.
Fiona lalu menyeletuk, "Apa jangan-jangan yang ganggu tidur Om semalam hantu ya?"
Kai malah tertawa kecil merasa lucu, tapi sepertinya yang mereka anggap begitu jadi Ia akan ladeni saja. "Ya bisa dibilang begitu, tapi akhirnya Om bisa usir juga hantu gatel nya itu dari kamar Om."
Ukhuk!
Daniella tidak bisa menahan diri lagi karena dari tadi terus mendapat sindiran, Ia sampai tersedak makanannya sendiri bahkan beberapa nasi ada yang keluar lagi. Filio yang kebetulan duduk di sebelah nya lalu menggeser segelas air putih.
Ia pun langsung meminum nya rakus.
"Wah kok gitu sih hantu nya, padahal selama aku tinggal di sini belum pernah dapat gangguan gitu," kata Dilon sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, tanda bingung.
Erika lalu menyahut, "Mungkin hantu nya terpesona kali sama Kai, apalagi dia tamu di sini dan baru pertama kali tidur di kamar itu."
__ADS_1
Semua pun mengangguk-angguk setuju, merasa yang satu itu lebih masuk akal. Kai lalu menoleh pada Daniella, bisa melihat tatapan memicing tidak suka dari gadis itu karena sepertinya tersinggung Ia sebut hantu.
Habisnya Kai tidak mungkin berterus terang kalau semalam yang diam-diam masuk kamarnya dan mengganggunya tidur adalah Daniella. Yang pasti semua tidak akan percaya, karena baik Ia maupun Daniella tidak terlalu suka menunjukkan diri.
"Terus hari ini rencana kalian apa? Jangan dulu pulang ke rumah dong, Oma masih kangen sama Filio dan Fiona," ucap Erika dengan ekspresi sendu nya.
"Kita sebenarnya ada rencana hari minggu ini jalan-jalan ke Ancol, apa Mama mau ikut juga?" tanya Olivia.
Olivia tahu mertuanya ini masih kangen dengan cucu-cucu nya, semalam pun sudah membicarakan ini dengan suaminya. Mereka memang lumayan lama di luar kota, itu karena Dilon ada tugas penting yang mengharuskannya juga ikut. Untungnya tidak sampai mengganggu belajar anak kembar nya.
"Wah boleh-boleh, sudah lama juga Mama gak jalan-jalan keluar, maklum sudah tua," jawab Erika bersemangat.
Si kembar pun ikut senang mendengar itu karena acara jalan-jalan mereka akan lebih ramai. Sayangnya Aiden dan Dilon tidak akan ikut karena mau membicarakan perihal pekerjaan, entah apa nanti Daniella akan ikut atau tidak.
"Om juga mau ikut kan?" tanya Daniella pada Kai.
"Hm kemana? Jangan sok sibuk deh, ini kan hari libur," ledek nya membuat Kai tertawa kecil.
"Siang ini saya mau nemenin Ayana ke salon, sekalian nonton film baru. Semalam kan gak malam mingguan karena saya datang ke acara ulang tahun kamu, jadi dibayar nya hari ini," ungkap Kai santai.
Kedua mata Daniella terlihat berkedip pelan, merasa agak sakit hati mengetahui laki-laki yang disukainya malah akan kencan dengan perempuan lain, ya walau tidak salah karena pacarnya sendiri.
Tetapi yang lebih menyebalkannya, Daniella tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya pun bukan siapa-siapa Kai. Pernah waktu itu mengintili pasangan kekasih itu sedang jalan di Mall, tapi Ia malah dibuat menangis karena memergoki mereka berciuman di dalam mobil.
Daniella merasa patah hati, membuatnya pun trauma dan memilih tidak kepo lagi.
Tepukan di tangannya, membuat lamunan Daniella pun terhenti. "Kak Ella juga mau ikut kita ke Ancol kan? Ayo dong ikut, biar lebih ramai," ajak Filio.
__ADS_1
"Em itu--"
Belum sempat Daniella menyetujui, Dilon sudah menyahut dengan suara keras nya. "Iya nanti Tante kalian ikut kok, jadi bisa jagain kalian yang gak bisa diem itu kalau lagi main. Pokoknya nanti jangan nakal ya."
Si kembar pun langsung mengangguk, "Iya Papa."
Helaan nafas panjang keluar lewat celah bibir Daniella, merasa bimbang apakah dirinya harus pergi dengan keluarganya atau ingin mengintili Kai lagi. Sebenarnya kalau bisa ingin sekali bisa menahan Kai agar tidak pergi dan memilih bersamanya.
Tetapi ujungnya sudah dapat di prediksi jika dirinya akan langsung mendapat penolakan mentah-mentah.
"Ekhem Tante Erika dan Om Aiden, makasih banyak ya sudah ijinin saya menginap di sini. Sepertinya saya harus pulang sekarang," ucap Kai berpamitan.
Semuanya langsung menahannya untuk tidak buru-buru pergi karena masih pagi juga. Tetapi setelah Kai berikan alasan jika dirinya ada kencan dengan Ayana, membuat mereka semua pun baru mengijinkan.
Ya keluarga besarnya juga sudah kenal dengan Ayana, dan mereka bilang menyukai perempuan itu yang baik dan ramah.
"Biar aku yang anter Om Kai ke luar," ujar Daniella ikut berdiri dan segera mengikuti pria itu yang belum terlalu jauh.
Karena langkahnya lumayan cepat, Daniella pun jadi bisa mengimbangi nya. Tatapannya terlihat sinis dengan bibir tertekuk ke bawah tanda sedang kesal, tapi Ia akan menahan diri dan tidak mau terlalu menunjukkan.
"Kenapa Tante girang itu pengen di anter Om sih ke salon? Aku kasih tahu ya, di sana nanti Om bakalan bosen nungguin dia perawatan berjam-jam. Mending pergi bareng aku sama si kembar aja ke Ancol, lebih seru," kata Daniella dengan nada ketusya.
Kai dibuat menahan tawa dengan perkataan gadis itu. "Tante girang siapa?"
"Ya pacar Om lah, dia kan orangnya centil dan haus belaian Om," jawab Daniella. Memang sih sangat tidak sopan, tapi Kai tidak pernah marah.
Kenapa? Ya asal jangan terdengar ke telinga pacarnya saja, karena pasti akan sakit hati.
__ADS_1
"Nanti lain kali lagi aja ya sama kalian mainnya, karena Om juga sudah lama gak jalan sama dia. Sudah ah jangan cemberut gitu, nanti kita pasti ketemu lagi kok," ucap Kai mengusap puncak kepalanya berusaha membujuk.