Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Sama-sama Hancur


__ADS_3

"Sudah puas kangen-kangenannya sama mantan?!" tanya Septian sinis.


Olivia mengangkat kepalanya menatap pria itu tidak suka. Terlihat tatapan tajam Septian, mungkin saat ini Septian sedang menahan marah karena dirinya tadi habis berdansa dengan Dilon. Ia saja tidak menyangka akan pindah ke pelukan pria itu, dan memang tadi sempat melepas rindu.


Olivia pun melepaskan tautan tangan mereka, dan mundur satu langkah, "Aku mau ke toilet dulu," izinnya.


Perempuan itu berbalik pergi dari sana, melewati beberapa orang yang masih menari. Saat ini Ia sedang butuh ketenangan dan ingin menumpahkan semua emosinya. Tetapi bukannya ke toilet, Olivia malah membuka pintu keluar. Ternyata itu taman belakang, di sana sepi sekali tidak ada siapapun dengan keadaan remang-remang.


Air matanya yang dari tadi Ia tahan pun luruh juga, tidak bisa menahan perasaan sedih di hatinya jika sudah menyangkut tentang Dilon. Tadi Ia pasti jahat sekali sudah mengatakan itu, nyatanya yang Olivia rasakan sekarang berbanding terbalik sekali. Dilon tetap yang terbaik di hatinya, dan mungkin sampai kapan pun tidak akan pernah tergantikan.


"Kenapa nangis? Kalau nangisin gue, mending gak usah deh." Kata seseorang yang suaranya terdengar familiar sekali.


Tangisan Olivia pun langsung terhenti, Ia menolehkan kepalanya berusaha mencari sosok itu. Perlahan seseorang keluar dari kegelapan, dan ternyata itu adalah Dilon. Ekspresi wajah pria itu tetap datar, tanpa emosi sedikit pun.


Dilon terlihat sedang merokok, tapi memilih membuang lalu diinjak nya di bawah, "Lo masih kangen sama gue?" tanyanya percaya diri.


"A-apa?"


"Kalau misal lo nangis cuman karena kita udah pisah, bukannya lo bodoh ya? Sekarang sudah punya pacar baru, belum move on heh?" tanyanya mengejek.


Olivia menghapus kasar air matanya kasar, "Apaan sih? Jangan kepedean ya, siapa juga yang nangisin kamu?!" ucapnya membela diri.


Rasanya memalukan sekali karena orang yang sedang dipikirkannya malah ada di sini, kenapa bisa kebetulan seperti ini ya? Olivia kan jadi malu, bahkan Dilon pun tahu alasan dirinya menangis. Tetapi tentu saja Ia tidak akan berterus terang.

__ADS_1


Saat Olivia berbalik untuk kembali, pergelangan tangannya malah ditahan membuatnya pun berhenti dan menoleh pada Dilon lagi. Melihat pria itu dua langkah mendekatinya, membuat detak jantungnya perlahan menjadi cepat.


"Kenapa harus dia Oliv? Kenapa harus Septian yang jadi pengganti gue?" tanya Dilon dengan nada suara rendahnya.


"Memangnya kenapa?" tantang Olivia yang ingin mendengar penjelasan Dilon.


Dilon malah tertawa kecil, menutupi perasaan kecewanya, "Lo kaya lagi bercandain gue Oliv, lo mainin perasaan gue. Lo tahu gimana buruknya hubungan gue sama dia, bahkan mungkin alasan kita putus juga sama dia!"


Olivia dibuat menelan ludahnya susah payah mendengar suara Dilon mulai meninggi, ekspresi wajah kecewanya pun tidak bisa pria itu sembunyikan lagi. Ya sudah pasti Dilon akan tersinggung karena pacarnya adalah musuhnya sendiri, bahkan jadian tidak lama setelah mereka berpisah.


Tetapi Olivia juga kan terpaksa, bukan maunya juga bersama Septian. Ia lalu melepaskan tangannya dengan pelan, untungnya Dilon pun tidak menahannya terus walau tatapannya tetap tertuju padanya. Sepertinya mereka harus benar-benar menyelesaikan ini.


"Perasaan aku milik aku, terserah aku mau sama siapa saja. Mungkin dulu aku memang gak ada perasaan apapun sama Septian. Tapi bukannya perasaan seseorang bisa berubah-ubah ya?" tanya Olivia.


"Oh begitu ya, selamat kalau begitu. Semoga hubungan kalian langgeng," Kata Dilon dengan suara sinisnya, "Gue juga pasti bisa lupain lo, bahkan bisa cari lebih baik dari lo!"


Apa maksud Dilon mengatakan itu? Membuat Olivia tersinggung saja.


Olivia memperhatikan Dilon yang pergi lebih dahulu, hembusan nafas lirih keluar lewat celah bibirnya. Dadanya masih sesak jika sudah bicara dengan Dilon, masalah di antara mereka seperti tidak ada habisnya bahkan sudah berpisah pun.


Tidak mau terlalu larut dalam kesendirian dan semakin memikirkan banyak hal, Olivia pun memutuskan kembali ke aula. Musik dansa sudah berakhir, dan si MC sedang mengumumkan siapa pemenang Raja dan Ratu pada malam ini.


"Kok lama banget? Kenapa mata kamu juga merah, habis nangis ya?" tanya Septian sambil memeluk pinggang kekasihnya itu.

__ADS_1


"Gak papa kok," jawab Olivia membantah.


Suasana di dalam aula semakin heboh saat si MC mengumumkan beberapa kandidat pasangan yang akan menjadi pemenang, bahkan salah satunya ada Olivia dan Septian. Tetapi kedua pasangan itu tidak mempermasalahkan, hanya hal mengejutkan terjadi karena ternyata yang menang adalah Septian dan Olivia.


Suara tepuk tangan meriah pun langsung terdengar, semua pun menatap ke arah pasangan Raja dan Ratu itu. Sebenarnya Olivia malu dan tidak mau naik ke atas panggung, tapi Septian menarik tangannya membuatnya pun pasrah saja.


Dari atas panggung yang tidak terlalu tinggi itu, bisa melihat teman-teman seangkatan yang lain. Tatapan mereka pun terlihat berbeda-beda, tapi lebih banyak yang terlihat tidak menduga jika sekarang Olivia bersama Septian, padahal baru beberapa hari lalu mesranya dengan Dilon.


"Selamat untuk Septian dan Olivia yang malam ini memenangkan voting sebagai Raja dan Ratu di acara prom night ini. Ingat ya ini bukan nilai dari juri saja, tapi dari teman-teman semua juga," kata si MC itu yang energinya dari awal seperti belum habis juga.


Si MC lalu memberikan salah satu mic pada Septian, "Bagaimana perasaannya bisa menjadi pemenang?" tanyanya.


"Tentu saja senang, tapi saya sudah menduga juga sih dari awal bakalan menang," jawab Septian percaya diri, membuat yang lain tergelak tertawa terhibur, "Apalagi kan pacar saya ini cantik banget, kayanya dia deh yang bawa keberuntungan."


Olivia hanya menghela nafas panjang lagi-lagi mendengar siulan menggoda dari teman-teman nya saat Septian memujinya begitu. Mungkin yang lain mengira ini sangat romantis, tapi nyatanya Olivia merasa tertekan dan tidak suka.


Di tengah Septian masih menyampaikan kata-kata nya, Olivia malah tidak sengaja melihat seseorang yang berdiri jauh di bagian pojok. Itu Dilon, ternyata pria itu belum pergi dan masih di sini, bahkan menonton dirinya bersama Septian. Kira-kira bagaimana perasaan Dilon saat ini?


"Apa Olivia ada yang mau disampaikan juga?" tanya si MC.


Septian lalu mengarahkan mic itu padanya, tapi Olivia menggeleng menolak karena tidak ada yang ingin disampaikan juga, moodnya sudah hancur dan sekarang ingin cepat-cepat pulang saja. Setelah si MC mempersilahkan turun, kembali suara tepuk tangan meriah terdengar.


"Aku mau pulang sekarang!" pinta Olivia tanpa penolakan.

__ADS_1


__ADS_2