Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Akan Sengit Persaingannya


__ADS_3

Kabar Dilon yang ditangkap polisi menyebar dengan cepat di sekolah, membuat heboh semua murid apalagi ternyata yang melaporkan adalah Septian. Mereka jadi penasaran sebenarnya apa yang terjadi, sampai ingin menanyakan pada Olivia.


"Hei minggir-minggir, balik sana ke kelas kalian!" usir Tasya galak pada beberapa murid yang menghalangi di ambang pintu.


"Iya ngapain sih? Gak sopan banget ngintip-ngintip ke kelas orang!" sahut Syifa sinis.


Dan berhasil, beberapa murid kepo itu pun beranjak pergi dari sana tidak mau semakin disindir. Tasya dan Syifa lalu menutup pintu kelas dengan kasar, dan mereka segera menghampiri Olivia yang duduk di bangkunya. Ekspresi wajahnya terlihat kacau, matanya bahkan bengkak.


"Olivia kita sudah dengar, yang sabar ya. Semoga masalah Dilon cepat selesai, kita doa in yang terbaik," ucap Syifa sambil mengelus bahu perempuan itu.


Olivia mengangkat kepalanya lalu berusaha tersenyum pada kedua sahabatnya itu, "Iya makasi ya, kalian jangan tinggalin aku ya?"


"Ck enggak lah, teman itu harus selalu ada di saat apapun," jawab Tasya dengan tegas.


Sepertinya PR mereka lebih banyak sekarang, karena selain harus selalu berada di sisi Olivia, harus menghiburnya juga agak tidak terlalu kesepian. Beberapa hari ini Olivia jadi pendiam dan sering melamun, rindu sekali dengan Olivia yang selalu ceria dan tersenyum.


Jam pelajaran pertama pun dimulai, kebetulan pelajaran matematika dan yang mengajar adalah wali kelas mereka. Selama pelajaran berlangsung, Olivia berusaha fokus karena tidak mau tertinggal pelajaran untuk ujian nanti. Hanya saja tetap tidak terlalu bisa, karena nama Dilon terus terbayang di kepalanya.


"Pelajaran dari Ibu selesai di sini, sekaligus ini adalah hari terakhir kalian belajar matematika. Ujian hanya tinggal tiga hari lagi, kalian harus mempersiapkan diri dan serius belajar ya?" Kata Bu Rita.


"Baik Bu," jawab murid serentak.

__ADS_1


Bu Rita menatap semua muridnya itu dengan senyuman lembut, "Terima kasih juga sudah menjadi murid yang baik-baik, Ibu senang sekali diberikan amanah untuk bisa menjadi wali kelas kalian."


Dalam sekejap suasana di sana pun menjadi haru, para murid juga merasa senang bisa mendapat wali kelas yang baik seperti Bu Rita. Mereka memang tidak akan langsung berpisah, tapi waktu perpisahan itu terasa semakin cepat saja. Apalagi belajar pun hanya tinggal beberapa hari lagi.


Sebelum Bu Rita keluar, sempat memanggil Olivia, "Jam istirahat ke ruangan Ibu ya, bisa kan?" tanyanya.


Sebenarnya Olivia bingung karena tidak tahu alasan wali kelasnya itu memintanya bertemu, tapi mungkin saja akan membicarakan sesuatu yang penting dan Olivia pun mengangguk menerima saja. Karena jam istirahat pun tinggal lima menit lagi, para murid sudah mulai bebas dan keluar kelas.


Begitu pun dengan Olivia, Ia tidak ikut kedua sahabatnya ke kantin dan akan langsung ke ruangan guru. Tidak lupa mengetuk pintu, setelah diizinkan masuk langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Bu Rita. Untuk beberapa saat suasana di sana hening, membuat Olivia semakin gugup.


Bu Rita berdehem pelan lalu membuka obrolan, "Olivia, kamu dari kapan tahu kalau Dilon ditangkap polisi?" tanyanya.


Sudah Olivia duga jika wali kelasnya ini ingin bicara dan membahas tentang Dilon, apalagi kan Ia pacarnya dan pasti menduga kalau dirinya banyak tahu tentang peia itu. Tidak apalah cerita juga, mungkin juga Bu Rita bisa memberikan jalan keluar.


Bu Rita mengangguk pelan, "Lalu apa kamu sudah jenguk dia ke sana? Bagaimana keadaannya?"


"Iya sudah, kemarin malam saya langsung datang ketemu dia. Saya gak bisa tahu gimana kondisi dia, tapi Dilon selalu menunjukkan kalau dia baik-baik saja di depan saya," jawab Olivia. Walau Ia tahu, pasti pria itu hanya menutupi perasaan sedihnya.


Rencananya nanti sepulang les hari ini, Olivia akan ke kantor polisi lagi untuk mengunjungi Dilon. Berharap juga pengembangan kasusnya ada kemajuan, misalnya mendapat kabar bahagia jika pria itu sudah berdamai dengan Septian.


"Ibu sebenarnya sedih banget pas denger Dilon ditangkap, padahal sebentar lagi dia akan ujian kelulusan dan harus ikut karena ini untuk menentukan masa depan dia. Banyak yang berharap pada dia, apalagi pasti keluarga nya karena dia adalah anak satu-satunya," ucap Bu Rita dengan helaan nafas berat.

__ADS_1


Olivia terdiam, merasa tersentak karena baru menyadari itu, "Kalau misal kasusnya belum selesai, apa mungkin Dilon bisa ikut ujian susulan?" tanyanya penasaran.


"Untuk itu Ibu tidak bisa pastikan, karena kasus dia berbeda. Kalau misal alasan sakit mungkin masih bisa ditolerir, tapi untuk alasan karena terjerat kasus hukum itu sangat berdampak buruk bagi masa depan dia," jelas Bu Rita.


Olivia yang mendengar itu menjadi kepikiran, bibir bawahnya Ia gigit karena sedang merasa cemas. Kasihan juga Dilon kalau misal tidak bisa mengikuti, apalagi nilai ujian kelulusan ini sangat dibutuhkan untuk kelanjutan masa depannya.


Sebagai kekasih yang baik, Olivia tentu ingin merasakan berjuang dengan pria itu. Ia tidak mau sendirian dan meninggalkan Dilon. Di saat kondisinya terdesak seperti ini, Ia malah terpikirkan lagi penawaran Septian kemarin. Apakah harus menerima tawarannya itu?


"Ibu harap keluarganya bisa berjuang dengan maksimal untuk bisa membebaskan dia dari jerat hukuman itu. Tapi Ibu rasa akan cukup sulit, karena semua ada di tangan Septian," lanjut Bu Rita.


"Apa mungkin mereka bisa berdamai dengan kompensasi uang misalnya Bu?"


"Ya kalau Septian setuju bisa saja, tapi kalau dia tidak mau damai ya kasusnya akan tetap berjalan. Apalagi kalau dia misal punya power, bisa saja Dilon itu tidak akan dibebaskan," jawab Bu Rita.


Olivia semakin takut memikirkan itu, kemungkinan mereka berdamai pun sangat kecil. Memang kelakuan Dilon waktu itu cukup kurang ajar, bahkan sudah memukuli Septian beberapa kali dan kali ini kesabaran pria itu sepertinya habis sampai melaporkan ke kantor polisi.


Sepertinya kasus ini akan cukup lama berakhir, apalagi dua orang itu sama-sama memiliki power. Dilon orang kaya dan punya banyak bekingan, tapi melihat Septian waktu itu yang dilayani bak Raja membuat Olivia sadar jika sepertinya pria itu tidak kalah hebat.


"Sebenarnya Ibu panggil kamu kesini cuman mau mengobrol ini saja, kita sama-sama khawatir sama Dilon dan berharap dia bisa bebas," ucap Bu Rita berusaha tersenyum. Sungguh Ia sangat menyayangi semua anak didiknya, tidak mau kenapa-napa.


Olivia mengangguk pelan, "Iya Bu, saya juga berharap Dilon segera bebas." Ya kalau bisa sebelum Ujian Nasional.

__ADS_1


"Ya sudah sekarang kamu bisa kembali, kamu juga pasti laper harus makan siang," kata Bu Rita. Olivia pun beranjak dan pamit pergi dari sana.


__ADS_2