
"Kak Ella kok makannya sedikit? Tumben," tanya Fiona yang kebetulan duduk di sebelahnya.
Daniella tersenyum tipis. "Kakak lagi diet," jawabnya asal. Padahal nyatanya Ia tidak nafsu makan, apalagi setelah tadi mengobrol berdua dengan Kai.
Suasana meja makan itu terlihat ramai, semua makanan yang sudah matang dibakar pun terhidang banyak di tengah meja. Suara gelak tawa pun terdengar dari obrolan para orang tua. Berbeda dengan Daniella yang dari tadi hanya diam.
Kepalanya lalu terangkat melihat ada seseorang menyimpan sosis di piring nya. Mengetahui itu adalah Kai, membuatnya tanpa sadar mendengus. Mau apalagi? Sok perhatian sekali, batinnya.
"Makan yang banyak Ella, biar kamu makin besar," kata Mama nya Olivia yang memperhatikan.
Daniella tersenyum kikuk. "Hehe iya Oma, ini juga mau kok," sahut nya.
"Kenapa gak ajak pacar kamu kesini? Oma penasaran siapa orang beruntung itu. Kamu kayanya belum pernah ngenalin pacar ke kita ya," tanya wanita paruh baya itu lagi.
"Belum punya Oma, sekarang mau fokus belajar dulu."
Jawaban dari Daniella itu tentu tidak sepenuhnya benar, karena nyatanya sekarang Ia sedang berusaha dulu melupakan orang yang disukai nya, alias move on. Dan pasti butuh waktu yang lama untuk mengobati hatinya.
Kai lalu berdehem pelan. "Bagus dong, mending fokus belajar aja dulu. Jangan dulu mikirin pacar-pacaran, mending belajar yang benar," kata nya.
Entah apa maksud Kai mengatakan itu, tapi Daniella malah merasa Kai sepertinya tidak akan suka jika Ia punya pacar. Ingin sekali menduga jika pria itu cemburu, tapi kan Kai saja sudah melamar Ayana.
Membingungkan sekali memang.
"Kalau menurut Mama sih gak papa ya, asal jangan sampai mengganggu belajar aja. Lagian semua itu harus seimbang, biar hidup ada warna," celetuk Mama nya Kai.
Daniella hanya menanggapi dengan senyuman, ya Ia juga inginnya sih begitu agar masa remajanya ini berwarna. Menjomblo itu ada senang dan tidak nya, dan Ia sudah lama juga sendirian.
Selesai makan-makan, para perempuan membantu membereskan bekas makan. Tetapi Daniella disuruh bermain bersama si kembar saja, tidak membiarkan ikut beres-beres karena masih remaja dan tamu.
__ADS_1
"Kak Ella kemarin malam kenapa pulang duluan?" tanya Filio.
Fiona pun ikut menyahut. "Iya, padahal seru loh acaranya, kita juga nari-nari."
"Em Kakak kan gak enak badan, makanya pulang duluan," jawab Daniella memberi alasan.
Tiba-tiba seseorang datang dan duduk begitu saja di sebelahnya. "Terus sekarang gimana, apa masih gak enak badan?"
Daniella hanya menoleh sekilas pada Kai, lalu pura-pura bermain kartu lagi bersama si kembar. "Sudah enakan sekarang," jawabnya singkat.
Kai terlihat mengangguk-anggukan kepala dan untungnya tidak bertanya lagi. Pria itu lalu katanya ingin ikut bermain, dan mereka pun memulai permainan kartu itu dari awal lagi.
Entah kemana Dilon Olivia dan para orang tua, karena sekarang di gazebo yang ada di halaman belakang itu hanya mereka berempat. Awalnya Daniella agak kikuk bermain karena kehadiran Kai, tapi lama-kelamaan Ia pun mulai santai.
"Hahaha Kak Ella ini dari tadi kalah terus, masa kalah sama kita sih yang anak kecil," kata Fiona dengan suara agak meledek nya.
Daniella yang merasa tidak terima pun segera membela diri. "Ck main kartu ini kan sesuai keberuntungan aja, mungkin hari ini Kakak emang gak beruntung makanya kalah terus."
Si kembar pun langsung bersorak mengiyakan, membuat Daniella membelakan mata merasa enggan. Untungnya hukumannya tidak parah, hanya mencoreng kan bedak tabur khusus anak pada wajah remaja cantik itu.
Gelak tawa kembali terdengar di gazebo melihat wajah Daniella sekarang terlihat lucu, dibuat seperti kumis harimau dengan bedak tabur itu. Tentu saja hasil karya si kembar, mereka benar-benar puas mengerjai Tante nya.
"Ukhuk sudah puas kalian ngerjain Kakak?" tanya Daniella menggerutu sambil terbatuk-batuk karena bedak itu.
"Hehehe iya Kak, Kakak kelihatan lucu kaya anak kecil," kata Fiona yang entah memuji atau bagaimana.
Daniella pun langsung bertingkah imut. "Iya dong, Kakak kan emang masih anak kecil. Makanya imut-imut gitchu," ucapnya lebay.
Kai lalu menyeletuk, "Masa anak kecil sukanya sama Om-Om."
__ADS_1
Tatapan nyalang pun langsung Daniella berikan pada Kai, bahkan senyuman di bibirnya langsung menghilang. Sok kepedean sekali pria itu pikirnya, sudah pasti lah tadi itu Kai sedang menyindir nya.
Daniella pun kembali membela diri, "Ck itu dulu ya, sekarang sudah enggak. Gak selera!" dengus nya.
"Oh ya? Tapi kayanya gak akan semudah itu deh move on," kata Kai sambil menarik sebelah sudut bibir nya.
"Lihat aja ya nanti, paling sebentar lagi juga aku sudah ngegandeng cowok baru dan kalau Om lihat, itu berarti aku sudah move on!" ketus Daniella.
Tetapi Kai hanya terkekeh kecil, seolah meragukan perkataan remaja itu. Rasanya hatinya jadi sedikit lega karena bisa melihat gadis itu tersenyum lagi, setelah tadi mereka sempat perang Dingin.
Ya walau Kai harus jadi agak menyebalkan karena menggoda Daniella. Tetapi percayalah, Ia hanya tidak mau gadis itu terlalu sedih hanya karena dirinya, jadi Ia pun sekarang berusaha menghibur nya.
"Om Kai sama Kak Ella ngomongin apa sih? Bingung," tanya Fiona sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Filio lalu berbisik di telinga kembarannya itu. "Kak Ella bilang bakalan move on dari Om Kai, apa jangan-jangan mereka.."
Si kembar lalu saling bertatapan dengan ekspresi sama-sama terkejutnya, tapi mereka memilih menutup mulut dengan tangan dan tidak mengungkapkan ini karena pasti akan membuat terkejut semua orang.
Mereka tentu bukanlah anak kecil lagi, sudah mengerti juga apa itu cinta-cintaan. Keduanya dari tadi hanya diam memperhatikan dua orang dewasa itu yang belum berhenti cekcok, mereka saja sampai diabaikan.
"Terus sama cowok yang waktu itu gimana, kamu gak jadi sama dia?" tanya Kai membahas ini lagi, hanya ingin memastikan saja.
"Andra maksudnya? Yang itu juga boleh, dia juga sudah ngejar-ngejar aku dari kelas sepuluh. Gak kalah ganteng dan keren dari Om!" jawab Daniella agak menyombongkan diri.
"Tapi kayanya kamu gak terlalu tertarik ya sama dia? Kamu kan sukanya sama Om."
Merasa lelaki itu semakin kepedean dan menyebalkan, Daniella pun mencubit paha Kai sampai orangnya menjerit kecil lalu meringis dan mengusap-usap bekas cubitan pedasnya tadi.
Daniella lalu memalingkan wajah sambil melipat kedua tangannya di dada. "Emangnya Om aja yang bisa punya pacar? Lihat aja pokoknya sebentar lagi aku juga bakalan punya!"
__ADS_1
Kai pun lagi-lagi hanya menanggapi dengan senyuman.