
Di sela tidur nyamannya, Kai bisa merasakan deritan ranjang seperti ada seseorang yang naik. Entah apa ini mimpi atau perasaannya saja, tapi karena merasa penasaran Ia pun perlahan membuka mata nya.
Hampir saja Ia memekik melihat seorang perempuan dengan rambut panjang nya duduk di sebelah nya. Tetapi mendengar tawa kecil familiar itu, membuatnya bernafas lega karena ternyata bukan hantu.
"Astaga Daniella kamu ini ngagetin aja, kenapa di sini? Belum tidur kamu?" tanyanya sambil mendudukan diri, kepalanya menoleh ke jam dinding melihat waktu yang ternyata masih pukul satu malam.
"Hehe sorry Om kalau ngebangunin, soalnya aku emang biasa kebangun jam segini sih. Apalagi lagi ada Om di rumah, jadi pengen sekalian lihat," jawab Daniella kembali cekikikan.
"Ck kamu ini memang ada-ada saja. Sudah sana balik ke kamar lagi, Om juga mau tidur nih masih ngantuk," usir Kai dan kembali membaringkan tubuhnya ingin melanjutkan tidur.
Tetapi Kai malah sedikit terkejut karena Daniella malah ikut berbaring di sebelah nya, lalu memeluk pinggangnya dengan erat. Melihat senyuman lebar dari gadis itu, membuatnya mendengus kasar.
Memang paling bisa saja mencari kesempatan.
"Kamu mau di pergokin orang tua kamu hah? Kalau mereka lihat ini, yang bakal dimarahin itu Om tahu," ucap Kai yang merasa lelah dengan tingkah gadis itu.
"Biarin aja, Om kan bilang kalau kita ketahuan bakalan di nikahin," sahut Daniella keras kepala.
Tatapan Kai memicing, "Jadi maksudnya kamu gak masalah nikah sama Om? Pssttt umur Om itu sudah mau tiga puluh tahun loh, gak takut kamu?"
"Gak papa kok, Om juga belum se tua itu juga makanya aku masih suka. Aku tuh suka banget sama Om Kai, soalnya ganteng dan baik. Kalau Om sendiri gimana?"
Tunggu, Kata-kata Daniella itu seperti seseorang yang sedang menyatakan cinta saja, membuat Kai merasa geli sendiri. Ia terlebih dahulu melepaskan pelukan gadis itu, dan kembali mendudukan tubuhnya.
__ADS_1
Memperhatikan Daniella yang masih berbaring sambil menunggu jawabannya dengan ekspresi penasaran. Sepertinya Kai tidak bisa lembut seperti ini terus, khawatir Daniella malah merasa diberikan harapan.
"Sayangnya Om gak suka anak kecil, lagian Om juga kan sudah punya pacar," jawab Kai menohok.
Daniella yang dipanggil anak kecil tentu saja tidak terima, Ia pun ikut mendudukan tubuhnya dan menatap kesal ke arah Kai. Ia lalu turun dari ranjang, berdiri berkacak pinggang di samping.
"Enak aja bilang aku anak kecil, Om gak lihat apa tubuh aku seksi gini? Dada sama bokong aku juga lumayan besar, gak kalah dari pacar Om yang tepos itu!" sentak nya.
Kedua mata Kai melotot mendengar itu, Ia pun mendekati Daniella dan memelototinya tajam. Tidak marah karena pacarnya dikatai begitu, hanya khawatir sampai terdengar keluar karena ini sangat tidak pantas.
Kai pun berusaha mendoromg gadis itu keluar dri kamar nya, tapi Daniella terus memberontak tidak mau dan malah menubruk tubuhnya hingga terjatuh ke ranjang. Melihat itu, membuat Daniella merasa punya kesempatan dan segera naik ke atas tubuh nya.
Kai tentu saja menjadi panik melihat posisi mereka saat ini yang terlihat intim. "Astaga Daniella kamu apa-apaan? Cepat turun!"
Daniella lalu berusaha membuka kancing kemeja Kai, tapi pria itu dengan segera menahan tangannya berusaha mempertahankan ini. Kalau dilihat sebenarnya agak lucu, karena kali ini yang lebih dominan adalah si perempuan.
Setelah berbagai usaha, akhirnya Kai pun mendorong Daniella dan membalikan keadaan hingga perempuan itu yang menjadi di bawah nya. Tetapi Daniella malah tersenyum senang, sedang ekspresi Kai terlihat serius.
"Daniella, kamu ini apa-apaan sih? Gimana kalau ada yang lihat?" tanya Kai tidak suka.
"Habisnya aku kesel Om selalu ledekin aku anak kecil, aku kan sudah bilang bukan anak kecil lagi. Kenapa juga Om gak tertarik sama aku hm?" tanya Daniella balik sambil meninggikan dagu nya.
Kai lalu membatin, sebenarnya dirinya bukan tidak tertarik kepada Daniella. Ia akui gadis itu memang cantik dan seksi, setiap dirinya di goda pun tidak bohong selalu hampir lupa diri tapi selalu berusaha menahannya.
__ADS_1
Hanya saja pandangannya pada Daniella akan sulit berubah, karena Ia selalu menganggap nya keluarga. Merasa jika mereka sampai ada hubungan asmara akan membuat kehebohan, selain itu perbedaan usia mereka lumayan jauh.
"Daniella dengar, Om sudah punya pacar dan hanya menganggap kamu sebagai keponakan. Jangan begini terus, kalau orang tua kamu tahu ini akan sangat memalukan," nasihat Kai dengan nada suara lembut nya.
Ya terkadang sikap gadis itu memang agak kurang ajar kepadanya, tapi Kai selalu tidak bisa marah karena kepribadian nya juga seperti itu. Lagi-lagi Ia hanya menanggapi santai dan sekedar bercanda saja.
Tatapan Daniella pun dalam sekejap berubah menjadi sendu, "Apa gak bisa berubah sampai kapan pun? Aku beneran suka sama Om Kai, benar-benar suka," tekannya.
"Maaf Daniella." Hanya itu saja yang bisa Kai katakan, dan seharusnya gadis itu pun bisa langsung mengerti.
Daniella lalu mendorong dada Kai dan bangun dari berbaring nya, setelahnya berjalan cepat keluar dari kamar dengan menahan tangis. Kai yang melihat itu hanya terdiam, tidak mengejar nya.
Helaan nafas panjang keluar lewat celah bibir Kai, Ia mengusap wajahnya kasar berusaha mengontrol emosi nya yang campur aduk. Sial, padahal tadi Ia masih mengantuk, tapi sekarang kantuk nya sudah menghilang lagi.
Melihat ponsel nya, Kai pun membawanya dan melihat ada pesan yang belum sempat dibaca. Itu dari Ayana, pacar sekaligus tunangannya. Sepertinya dikirim setelah Ia tidur.
[Titip ucapan selamat ulang tahun untuk Daniella ya, bilang maaf karena aku tidak sempat beli hadiah untuk dia. Tanyakan juga jika dia ingin, pasti aku akan belikan nanti.]
Senyuman tipis terukir di bibir Kai saat membaca pesan manis dari Ayana, kekasihnya itu juga mengenal Daniella sebagai keponakannya. Padahal sikap Daniella pada pacarnya selalu ketus, tapi Ayana tetap ramah dan tidak pernah dendam.
"Iya nanti aku akan salam kan pada dia besok, tapi sepertinya kamu tidak perlu memberi dia hadiah, dari ku saja," gumam nya sambil menuliskan pesan balasan itu pada sang kekasih.
Ayana sendiri bekerja di perusahaan milik keluarganya yang kini dipegang oleh dirinya. Posisinya adalah sekertaris pribadi nya, karena sering bersama dan bertemu membuat nyaman sampai menjalin hubungan.
__ADS_1