Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Keadaan Tertekan


__ADS_3

Sudah beberapa hari lamanya Dilon berada di dalam sel, rencananya sidang pertama pun akan dimulai di hari senin. Tetapi sayangnya kasus harus tetap berjalan, karena si pelapor tetap tidak mau berdamai. Keluarga Dilon sudah berusaha apapun, sayangnya kekuatan mereka tidak bisa tembus karena yang melaporkan pun bukan orang biasa.


Hampir semalaman Olivia tidak tidur karena sedang memikirkan sebuah keputusan berat. Memikirkan penawaran Septian waktu itu, yang memintanya menjadi kekasihnya dengan begitu akan membebaskan Dilon. Sekarang Ia sudah memutuskan nya, ya walau dengan berat hati.


"Permisi saya mau bertemu Septian, tolong bilang saja kalau nama saya Olivia," ucapnya pada seorang satpam di depan. Olivia sampai mengunjungi ke rumah langsung untuk bicara serius dengan pria itu.


Tidak butuh waktu lama setelah si satpam mengabari bosnya itu, tamu perempuan itu langsung dipersilahkan masuk ke dalam. Butuh beberapa meter lagi untuk sampai ke rumahnya dari gerbang depan. Saat masuk pun pelayan langsung menyambut dan memintanya menunggu di ruang tamu.


Sambil menunggu Septian, Olivia rasanya berdebar sekali untuk membicarakan ini. Ia takut sekali salah memilih jalan, tapi jalan inilah satu-satunya cara supaya Dilon itu bisa bebas. Olivia memutuskan akan menerima tawaran Septian, semua Ia lakukan demi kekasihnya itu.


"Hei Olivia, aku kaget pas denger kamu datang ke rumah. Ada apa? Mau bicarain sesuatu?" tanya Septian yang sudah datang. Pria itu lalu duduk di sofa yang berhadapan dengan nya.


Olivia mengangguk pelan, "Iya aku datang kesini mau bicarain sesuatu sama kamu, dan ini masih tentang Dilon," jawabnya.


"Kalau kamu minta aku bebasin Dilon, aku gak bisa. Orang tuanya sama pengacara nya juga sudah beberapa kali ketemu sama aku, mereka juga memohon tapi keputusan aku tetap bulat. Sidang pertama Dilon akan dimulai besok," kata Septian dengan raut wajah seriusnya.


Helaan nafas berat keluar lewat celah bibir Olivia, merasa kesal dengan sikap Septian tapi tidak bisa apapun karena pria itu yang berkuasa kali ini. Ingin sekali Olivia mengata-ngatainya, jika sepenuhnya bukanlah salah Dilon semua.


"Tapi kalau kamu terima tawaran aku waktu itu, aku akan langsung cabut laporan pada dia dan Dilon bisa bebas. Tenang saja Olivia, tawarannya masih berlaku kok sampai sekarang," ujar Septian dengan seringai di bibirnya.

__ADS_1


"Tapi kenapa Septian, kenapa kamu sampai se gigih itu mau aku jadi pacar kamu? Aku pikir masih banyak perempuan lain yang lebih menarik dan pastinya single," tanya Olivia meminta penjelasan. Bisa saja kan pria itu hanya mempermainkan nya?


Septian terlihat menggeleng pelan, "Aku gak mau yang lain Olivia, aku cuman maunya kamu. Aku sukanya sama kamu, cuman kamu," tegasnya.


Jujur saja mendengar itu membuat Olivia jadi merinding sendiri, apalagi tatapan Septian kepadanya terlihat dalam sekali. Pria itu benar-benar seperti terobsesi kepadanya, biasanya kan orang seperti itu selalu melakukan berbagai cara untuk mendapatkan yang diinginkannya.


Olivia jadi penasaran jika dirinya benar menerima tawaran Septian, Kira-kira bagaimana perlakuan pria itu nanti kepadanya saat mereka menjalin hubungan? Olivia harap tidak berlebihan, maksud berlebihan di sini tentunya yang membuatnya tidak nyaman.


Septian lalu kembali membuka suara, "Kalau kamu kasihan sama pacar kamu itu, kamu pasti akan bantu dia juga untuk keluar dari sana. Ya dan cara satu-satunya dengan putusin dia dan jadi milik aku. Ayo aku tunggu jawaban nya," tantang nya dengan ekspresi menyebalkan.


"Ck aku terpaksa, aku merasa putus asa dan gak tahu lagi harus gimana supaya Dilon bisa keluar." Tatapan Olivia terlihat tajam pada Septian, "Kamu benar-benar licik Septian!"


Melihat Olivia yang mengangguk pelan walau tanpa mengatakan apapun, membuat kedua mata Septian berbinar. Perasaan membuncah senang langsung hinggap di dadanya. Pria itu pun beranjak untuk pindah duduk di sebelah Olivia, Ia lalu membawa kedua tangannya.


"Kamu serius? Kamu mau jadi pacar aku?" tanya Septian memastikan lagi.


"Aku sudah bilang aku terpaksa, jangan percaya diri ya!" kesal Olivia. Kenapa rasanya pria itu malah seperti sedang menyatakan cinta? Padahal keadaannya sama sekali tidak romantis baginya.


Tetapi Septian tidak peduli perempuan itu menerimanya dengan terpaksa atau tidak, karena Ia yakin perasaan seseorang pasti akan berubah. Bisa saja Olivia sekarang benci kepadanya karena melakukan hal licik ini, tapi siapa yang tahu hati seseorang kedepannya kan?

__ADS_1


Septian yang tidak bisa membendung perasaan senangnya lalu memeluk Olivia erat. Senyuman lebar terlihat terukir lebar di bibirnya. Sepertinya ini adalah hal terindah yang pernah ada di hidupnya, akhirnya keinginannya dari dulu tercapai juga. Butuh banyak perjuangan yang harus Ia lakukan.


Olivia lalu berusaha melepaskan pelukan mereka dengan mendorong dada Septian, "Ih Septian lepasin, jangan peluk-peluk deh!" kesalnya.


"Loh kenapa? Kita kan sekarang pacaran, aku bebas dong mau peluk kamu," ucap Septian sambil meregangkan pelukan mereka, walau tidak melepaskannya juga.


"Ck tapi.. Tapi aku gak suka, lagian--"


"Syuutt kamu gak bisa protes Olivia, kamu sudah terima tawaran aku tadi. Inget ya, aku punya kuncinya, jadi seharusnya kamu selalu nurut sama aku," sela Septian sambil mengusap pipi perempuan itu, "Sekarang kamu milik aku, bukan milik Dilon lagi."


Dan pria itu pun kembali memeluknya erat, menyenderkan kepalanya di bahu Olivia dengan nyaman. Ia hanya memejamkan mata merasa tidak suka dengan keadaan ini. Tidak nyaman sama sekali dengan Septian, malah lebih ke perasaan takut dan kesal.


Apakah keputusannya ini benar? Padahal Olivia sudah memikirkannya dari beberapa hari lalu, dari saat Septian menawarkan syarat ini saja. Tetapi hatinya merasa mengganjal. Di satu sisi Ia senang karena penderitaan Dilon akan berakhir, tapi di sisi lain sedih karena setelah ini mereka tidak berhubungan lagi.


Olivia lalu kembali mendorong Septian agar melepaskannya, "Kamu harus tepatin janji kamu itu untuk lepasin Dilon!" ucapnya tegas.


"Ck kamu ini emang gak sabaran ya sayang, tapi ya karena aku sudah janji jadi aku akan lakuin. Lagian sekarang kamu juga sudah jadi milik aku," kata Septian lalu mencolek dagu Olivia, tapi segera ditepis nya membuatnya hanya terkekeh kecil. Olivia masih gengsi padanya.


Septian lalu membawa ponselnya di saku celana, menghubungi asisten pribadinya dan memberinya perintah untuk mencabut laporannya atas Dilon ke kantor polisi. Sempat asistennya itu menanyakan alasan, bahkan protes karena katanya sidangnya akan dimulai besok dan Ia akan menang. Tetapi Septian tetap menyuruhnya mencabut laporan.

__ADS_1


"Lihat sudah kan? Setelah ini kamu juga akan dengar kabar dia keluar. Dan setelah itu, kamu harus langsung putusin Dilon!" perintah Septian dengan pandangan yang tidak lepas dari wajah cantik Olivia.


__ADS_2