Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Tidak Perlu Mengingatinya


__ADS_3

Cukup lama pasangan remaja itu menonton film di dalam kamar, ya walau tidak bisa dibilang sepenuhnya menonton film juga. Sore nya Dilon baru pulang, itupun karena Olivia terus paksa, merasa tidak enak saja terus di rumahnya.


Takut membuat salah paham!


Setelah mengantar Dilon sampai ke depan, dan pria itu pergi dengan mobilnya, Olivia pun kembali masuk ke dalam rumah. Tetapi Ia terkejut karena Mamanya ada di dalam, tepat di depannya.


"Ish Mama ngagetin aja, kirain hantu!" dengus Olivia sambil mengusap dadanya.


Tatapan Keisha terlihat memicing, seperti ada sesuatu yang sedang di pikirkannya, "Olivia, jujur deh sama Mama, kamu sama Dilon beneran gak ada hubungan apapun lagi kan?"


"Hah? Enggak ada kok, kan sudah aku bilang juga waktu itu. Kenapa sih?"


"Habisnya kalian kelihatan deket gitu, siapapun yang lihat pasti akan nganggap kalian balikan," jawab Keisha dengan helaan nafas berat, "Mama cuman mau ingetin kamu untuk jaga batasan, kamu kan sudah tunangan dengan Septian."


Senyuman di bibir Olivia perlahan luntur saat di ingatkan fakta itu lagi. Ya Ia memang tahu dan selalu ingat, tapi merasa tidak terlalu mempedulikan itu. Perkataan Dilon tadi di atas benar.


Olivia lalu melangkah mendekati Mamanya, ada hal yang ingin Ia tanyakan. Mamanya kan sekarang sudah tidak terlalu benci pada Dilon, sudah menerima lagi lah.


"Mah, apa Mama masih gak setuju kalau aku sama Dilon bersama?" tanya Olivia meminta pendapat.


"Jadi maksudnya kamu mau balikan sama Dilon? Lihat, kamu sudah punya niat!" sensi Keisha sambil menunjuk-nunjuk nya.


Olivia pun menurunkan tangan Mamanya itu, "Ish apaan sih? Cuman nanya doang, kalau."


Keisha terlihat memejamkan mata sambil menghela nafas berat, seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat. Mungkin sedang berpikir jawaban apa yang akan diberikan pada putrinya itu.


"Dilon baik, dia juga ganteng, sopan juga. Tapi kan kamu sekarang sudah punya tunangan, jadi Mama gak akan setuju kalau misal kamu punya pikiran jahat untuk selingkuh, " jawab Keisha menohok.

__ADS_1


Padahal bukan itu juga yang Olivia harapkan jawabannya, merasa kurang puas. Lagi-lagi Mamanya malah membahas tentang hal itu, mungkin takut dirinya nakal dan malah main api hingga menimbulkan masalah.


Merasa malas berdebat lagi, Olivia pun pamit pada Mamanya untuk ke kamar dan membersihkan diri karena sudah sore, nanti akan turun lagi saat makan malam. Sambil menunggu akan bersantai sejenak.


***


Besok nya aktivitas berjalan seperti biasa, hari ini Olivia pun ada kelas dan harus berangkat kuliah pagi. Saat sedang asik-asik nya sarapan dengan keluarga kecil nya, suara ponsel berdering nyaring mengalihkan perhatian.


Kevin yang melihat ada panggilan dari orang kepercayaannya di kantor pun segera mengangkat panggilan itu. "Hallo, ada apa Bima?"


Olivia sambil menghabiskan roti bakar nya, matanya tidak lepas sedikit pun dari Papanya yang kebetulan makan di depannya. Ia juga jadi bisa melihat jelas berbagai ekspresi yang pria itu tunjukkan.


"Apa? Bagaimana bisa?!" tanya Kevin dengan suara agak kerasnya, seperti terkejut dengan suatu kabar yang di dengarnya dari sebrang.


Istri dan kedua anaknya pun menatap pria itu bingung, apa ada hal buruk yang terjadi? Sepertinya begitu, karena kini Kevin menunjukkan ekspresi frustasi. Keisha dan Olivia bahkan sampai menghentikan acara makannya.


Keisha yang dari tadi diam langsung bertanya, "Mas ada apa? Kamu gak papa kan?"


"Huft ada masalah di kantor, baru ketahuan sekarang, katanya setelah di cek kebocoran data nya sudah dari semalam. Untung aja Bima langsung sigap, tapi aku harus ke kantor sekarang buat lihat lebih jelas," jawab Kevin.


"Terus gimana dong Pah? Apa berbahaya?" Kini Olivia yang bertanya, karena Ia pikir masalah data perusahaan sangatlah penting.


Kevin menggeleng pelan, "Belum tahu, makanya nanti kita akan cek lagi takut bocor. Ya sudah ya Papa berangkat sekarang."


Keisha pun akan mengantar suaminya itu sampai ke depan, bukan hanya Kevin yang khawatir, tapi istrinya pun ikut khawatir, bahkan lebih mengkhawatirkan suaminya.


Setelah kepergian kedua orang tuanya, Olivia melirik Kai yang terlihat fokus makan nasi goreng sambil nonton streamer game di tab nya. Maklum saja masih kecil, jadi belum mengerti hal tentang pekerjaan begitu. Bukan berarti Kai tidak punya rasa iba.

__ADS_1


"Kamu gak sekolah hari ini?" tanya Olivia.


"Enggak, guru nya mau rapat katanya," jawab Kai singkat tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun dari tayangan di tab nya itu.


"Oh enak juga ya sering libur," gumam Olivia pelan lalu mencebikkan bibirnya. Kuliah juga memang tidak setiap hari, tapi tetap saja di hari libur pun mengerjakan tugas.


Setelah meminum susu nya sampai habis, Olivia beranjak dan merapihkan penampilannya sebentar bersiap berangkat ke Kampus. Ia akan di antar supir di rumah seperti biasa, kalau pulang biasanya sendiri.


Tetapi baru saja akan pergi, suara Kai menghentikan langkah Olivia, "Kak nanti bilang ke Kak Dilon main lagi ya ke rumah," teriaknya.


Olivia menolehkan kepala dan memeletkan lidahnya mengejek adik laki-laki nya itu, Ia pun segera pergi dari sana dengan langkah ringan. Dasar pikirnya Kai itu, memangnya tidak bosan bertemu Dilon terus?


Sepertinya tidak, kenapa? Karena Kakak nya pun tidak pernah bosan! Eaa.


Di depan Olivia berpapasan dengan Mamanya, Papanya katanya sudah berangkat dari tadi. Ia pun tidak lupa salam pada Mamanya itu, sambil mengecup pipi nya juga.


"Mah kok wajahnya sedih gitu sih? Mama mikirin Papa ya?" tanya Olivia yang merasa mengganjal sendiri dengan ekspresi Mamanya yang sendu, biasanya Keisha selalu ceria.


Keisha mengangguk, "Iya Mama memang mikirin Papa, semoga aja masalahnya di kantor gak besar. Semoga perusahaan dan Papa baik-baik aja," Jawabnya.


"Aamiin, sudah Mama tenang saja. Papa kan orang hebat dan pinter, pasti dia bakalan dengan mudah selesain masalah di kantor," Bujuk Olivia menghibur nya.


Setelah melihat Mamanya tersenyum lagi, barulah Olivia pun bisa tenang berangkat ke kampus. Ia juga sama kok memikirkan juga Papanya, tapi tidak mau terlalu menunjukkan, kalau Mamanya ya memang bukan orang gengsian.


Sesampainya di Kampus, Olivia turun dari mobil dan tidak lupa mengucapkan terima kasih pada supir rumahnya yang sudah mengantar. Baru saja masuk ke dalam gerbang Universitas nya, ada seseorang merangkul bahunya.


Awalnya Olivia kira itu Dilon, tapi tidak mungkin seberani ini kan? Saat Ia menolehkan kepala untuk melihat, dibuat tersenyum tipis karena itu Kirana. Keduanya pun berjalan bersama dengan riang menuju kelas.

__ADS_1


__ADS_2