
Sesampainya di hotel tempat mereka akan menginap, langsung menuju kamar masing-masing. Sebelumnya sudah memesan secara online, jadi tidak repot mengurusi lagi setelah sampai dan bisa langsung istirahat.
"Aku masuk dulu ya, kamu juga istirahat sebentar aja," kata Dilon sambil mengusap bahu Olivia.
Olivia pun mengangguk, "Kamu juga gih istirahat dulu, kasihan nyetir paling lama pasti capek banget," sahut nya.
Mereka memang bergantian menyetir, tapi tetap saja kalau dihitung Dilon yang lebih lama. Pria itu selalu menyuruhnya istirahat, padahal Olivia tidak masalah kalau bergantian juga.
Setelah itu keduanya pun masuk ke kamar masing-masing yang kebetulan bersebelahan. Waktu masih menunjukkan pukul empat sore, kalau dihitung sangat lama sekali mereka di perjalanan.
Alasan memakai mobil pribadi karena agar bisa bebas kesana-kemari, jika naik kendaraan umum selalu repot dan pusing. Untungnya juga keduanya sama-sama bisa menyetir, jadi bisa gantian.
"Hah enak banget kasur nya, empuk. Huft badan aku sampai pegel-pegel, tapi kayanya yang lebih kasihan Dilon deh," gumam Olivia sambil menatap langit kamar hotel nya.
Sayangnya Ia tidak terlalu mengantuk dan kembali beranjak bangun untuk mengecek semua barang-barang nya. Menginap di hotel ini hanya sampai besok pagi, karena akan pindah ke tempat lain lagi.
Mereka kan akan menelusuri beberapa tempat wisata di Yogyakarta.
"Nanti sore pakai dress ini deh, kayanya bagus," ucap Olivia sambil mencocokan dress warna navy dengan corak bunga di tubuhnya. Ini salah satu dress kesukaannya.
Singkat cerita sudah pukul enam sore lagi, sekarang Olivia sudah mandi dan dandan cantik. Mereka akan makan malam di luar. Dirasa semua keperluannya tidak ada yang tertinggal, Olivia pun keluar kamar dan mengetuk kamar di sebelahnya.
Tok tok!
"Dilon ayo berangkat sekarang!" teriaknya.
Tetapi tidak ada sahutan, membuat Olivia mengernyit bingung. Saat Ia coba buka pintunya ternyata tidak dikunci, Ia pun masuk begitu saja ke dalam untuk mengecek.
__ADS_1
Suasana kamar dalam keadaan gelap, Ia pun mencari saklar untuk menyalakan lampu. Rahangnya langsung jatuh melihat kekasihnya itu masih tidur di ranjang, dengan pakaian tadi sore. Bahkan gorden juga belum ditutup, sepertinya belum bangun.
"Huft kasihan juga Dilon, dia pasti kecapean, aku jadi gak tega mau bangunin," gumam Olivia menatap tidak enak Dilon di ranjang.
Terlebih dahulu Ia menutup semua gorden di kamar itu, lalu duduk di sisi ranjang tepat di sebelah Dilon. Tangannya terulur mengusap rambut pria itu yang terlihat sekarang lumayan gondrong, belum dipotong lagi sepertinya.
"Hmm." Dilon bergumam pelan dengan kedua mata masih terpejam nya, entah sudah sadar apa belum.
"Dilon, ini sudah malam. Kamu gak laper, makan malam dulu yuk," ajak Olivia sambil tetap mengusap kepalanya.
Perlahan kedua mata Dilon terbuka, menyipit merasakan silau cahaya lampu. Menyadari yang di sebelahnya adalah pacarnya, membuatnya malah bergeser mendekat dan menjadikan paha perempuan itu bantal, Ia pun malah kembali memejamkan mata.
"Kamu pasti capek ya, ya sudah deh gak papa kalau gitu biar aku yang pesen makanannya aja, tapi kayanya aku bakal makan di bawah soalnya biar bebas ambil apa aja," ucap Olivia tidak memaksa, Ia berani kok pergi sendiri.
Kepala Dilon pun kembali terangkat dan menatap pacarnya itu dengan mata masih menyipit khas bangun tidur. "Kamu wangi banget, sudah cantik juga. Kenapa dandan begini cuman mau makan malam di bawah," tanyanya protes.
Jangan ada yang menganggapnya cari perhatian pada lelaki lain, padahal sudah punya pacar sendiri. Lagi pula mau sedang liburan atau tidak, Olivia tetap selalu menjaga penampilannya. Didukung juga wajahnya yang memang cantik.
"Kamu gak boleh pergi sendiri, aku yakin nanti pasti ada cowok jelalatan yang bakal deketin kamu," kata Dilon dengan nada posesif nya.
"Ck terus kamu ke bawahnya mau begini? Bau tahu, belum mandi ih!" ledek Olivia pura-pura menahan rasa jijik, percayalah Dilon tetap wangi walau belum mandi juga.
Akhirnya Dilon pun mendudukan tubuhnya, matanya tidak beralih sedikit pun dari pacarnya itu yang malam ini sudah cantik dan manis di waktu bersamaan. Sanking tidak bisa menahan gemas, Ia pun mencondongkan wajah ingin mengecup bibir nya.
Tetapi Olivia yang repleks langsung menutup bibir pria itu dengan telapak tangannya. "Kamu bau belum mandi, mending sana mandi dulu gih cepetan aku sudah lapar!"
Dilon pun menurut saja dan segera beranjak menuju kamar mandi dengan bibir tertekuk ke bawah karena habis mendapat penolakan. Walau begitu Ia tidak kesal serius, hanya pura-pura saja.
__ADS_1
Sambil menunggu Dilon mandi, Olivia akan memilihkan pakaian yang menurutnya akan serasi juga dengan dress nya ini. Dilon pun sama membawa koper, walau tidak sepenuh miliknya.
Beberapa menit kemudian, Dilon pun selesai juga dan keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang menutupi bagian bawahnya saja. Olivia sampai berhenti memainkan ponsel dan menatap pacarnya itu tanpa berkedip sanking terpesona.
Dilon lalu menghampiri Olivia dan berdiri di depannya dengan seringai menggoda. "Mau pegang roti sobek Mas gak?" tanyanya bergurau.
Kesadaran Olivia pun langsung kembali, "Ish geli banget manggil Mas," sahutnya sambil menahan tawa.
"Hahaha biasanya kan kalau sudah nikah panggilannya jadi gitu. Nanti kira-kira kalau kita nikah, kamu bakal manggil aku apa?" tanya Dilon penasaran.
"Hm apa ya, Om aja gimana?"
"Ish apaan sih? Kok jadi Om. Kalau orang denger kan bakal salah paham, nanti kamu juga dikira simpanan Om-Om lagi," celetuk Dilon yang mengundang tawa Olivia.
Keduanya hanya bergurau dan bisa langsung konek satu sama lain. Olivia lalu menyuruh pria itu memakai baju yang sudah disiapkan nya karena perutnya semakin keroncongan.
Tetapi Dilon masih sempat-sempatnya juga menggoda lagi dan beralasan ingin memakai baju di sana saja, dan jika begitu sudah pasti Olivia akan melihat tubuh pria itu semua. Tetapi karena Ia ancam akan keluar, akhirnya Dilon pun segera masuk ke kamar mandi memakai bajunya.
Drrrt!
Tiba-tiba ponselnya berdering, melihat itu panggilan dari Papanya segera Ia angkat. "Hallo Pah, ada apa? Oh iya aku lupa ngabarin sudah sampai di sini dari jam empat an, kalau sama Mama sih sudah ngasih tahu langsung."
["Syukur deh kalau kalian sampai dengan selamat, terus sekarang lagi apa? Sudah malam, jangan lupa makan ya."]
"Iya Pah ini juga lagi siap-siap ke bawah mau makan malam, lagi nungguin Dilon aja yang tadi baru bangun, kayanya kecapean di perjalanan."
["Ya sudah deh kalau gitu, Papa cuman mau mastiin aja. Jangan lupa kabari kami terus ya."]
__ADS_1
Olivia pun tanpa sadar mengangguk dan mengiyakan, setelah itu panggilan pun berakhir bertepatan dengan Dilon juga yang sudah selesai memakai baju nya.